Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Wednesday, 16 September 2026

Sul-Sel Antri BBM Sistem Ganjil Genap

Foto AI

Gara-gara bensin di Sulsel terjadi fenomena antrian yang bikin susah rakyat, menguras tenaga pikiran waktu dan uang, rakyat pun sampai di tuduh panic buying, meskipun di beberapa tempat nyatanya supply juga terlambat datang mengisi tanki-tanki tanam SPBU.

Maka kebijakan terbaru pemerintah memberlakukan beberapa aturan, sudah banyak beredar di medsos, terutama persoalan waktu pengisian ganjil genap, yang ini yang banyak menjadi pertanyaan karena tidak ada penjelasan yang di maksud.

Jadi kalau berdasarkan ganjil genap seperti yang pernah di terapkan di Jakarta masa lalu saat kendaraan akan melintas di jalur tertentu.

Maka ganjil genap kurang lebih sama penerapannya, cuma di sini diterapkan untuk antri BBM di SPBU.

Penjelasannya berdasarkan tanggal genap dan ganjil yang harus di sesuaikan dengan nomor plat kendaraan, khususnya angka terakhirnya.

Contoh misalnya besok tanggal 14 September 2026, karena 14 angka 4_nya genap, maka yang boleh datang isi BBM di SPBU,  hanya kendaraan yang angka terakhir di plat kendaraannya yang angka genap seperti 0,2,4,6,8,...

Jadi kendaraan yang platnya ganjil tak usah dulu datang karena kemungkinan besar akan ditolak, apalagi indikator BBM masih di atas satu bar.

Yang repot ini pekerja lapangan ojol, kurir, pedagang sayur keliling, dll, yang mobilitasnya banyak di jalan yang hari-hari biasa bisa sampai tiap hari beli BBM.

Kurang lebih begitu yang saya pahami soal aturan ganjil genap, kalau ada kekeliruan, mohon dikoreksi. 
Terima Kasih...

#SulselAntriBBM

Acchi
08:06 PM

Saturday, 12 September 2026

Sul-Sel Antri BBM



Waktu keluar pagi tadi ada yang tidak normal penjual bensin botolan banyak yang kosong, ada satu dua yang jual tapi harga yang tertempel sudah upgrade harga.

Sampai akhirnya memilih ke SPBU, dan akhirnya merasakan juga antrian BBM di kota ini sama seperti yang di rasakan warga Makassar yang sudah beberapa hari terdampak antrian BBM, hampir sejam ngantri, ratusan motor, beberapa motor kelihatan tanki modif, mungkin para penjual BBM Botolan, mobil, truck pun banyak sampai mengular di luar SPBU di badan jalan, kalau di ukur mungkin panjangnya seukuran 3 atau 4 kali panjang lapangan bola.

Semalam sebelum tidur sempat baca berita, kabarnya kuota BBM subsidi Pertalite dan Solar akan kena pangkas tahun 2027, tapi ini belum 2027 sudah berefek, inilah mungkin dampaknya. 

Kalau sebelumnya pemerintah beralasan karena perang Iran Amerika, harusnya pemerintah bergaul mesra dengan Iran biar dapat BBM murah, bergaul baik dengan Putin Rusia, jangan di depan Putin cuma ngomong MBG melulu tapi ngomong soal minyak juga.

Atau bisa jadi Pertalite dan solar sengaja di buat susah, Pertamax di buat mahal sampai 16 ribu, biar pakai taktik seperti saat bensin Premium mau di hilangkan, kemudian di bumbui alasan Ron sudah tidak relevan dengan mesin masa kini, atau bisa pula kendaraan bermotor mau di alihkan kekendaraan listrik, karena terlihat jelas tempat pengecasan atau SPKLU sedang massif di bangun, di fasilitas umum sudah banyak terpasang, di halaman kantor-kantor pun demikian, khususnya SPKLU milik Vinfest Vietnam.

Dan yang paling wah lagi, semalam saya baca ada lagi program dadakan Prabowo, yang tak ada di janji kampanyenya, mau membukakan rekening 200 juta jiwa rakyat Indonesia diatas umur 17 tahun, dengan Saldo awal masing-masing warga sebesar 50 ribu rupiah di Bank BRI dan BSI, dengan anggaran 11 triliun. Rekening tabungan itu berfungsi sebagai sarana inklusi keuangan, buat saluran bantuan, Bansos, transaksi QRIS, dll.
 
Kalau dipikir-pikir ini lebih bagus, mending proyek ini daripada MBG atau bangun Kopdes di dalam hutan, di atas Gunung, jadi pemerintah tinggal transfer langsung ke rakyat, duit bulanan rakyat dapat, sesuai kebutuhan, orang tua biar bisa masak sendiri untuk anaknya, langsung transfer ke pelajar dan mahasiswa buat kepentingan sekolah dan kuliah, transfer buat pekerja informal, UMKM, petani, nelayan, yang masih perlu di bantu, dan bisa jadi ini juga dijadikan sarana uang suap kepada Rakyat saat kepentingan pemilu, atau uang tutup mulut biar rakyat mingkem tak perlu koar-koar.
🤣😅😂😁😆

Acchi
10:06 PM

Friday, 4 September 2026

Gabut Ikutan Cek Desil


Semalam seusai nonton bola antara Indonesia U20 vs Laos U20 di kualifikasi Asean Cup, sambil scroll-scroll media sosial, banyak yang posting tentang desil dan cara mengeceknya, saya pun ikut gabut coba-coba cek juga, tapi sebelumnya saya coba tanya chatgpt dulu caranya, setelah itu saya praktekkan sesuai tutorial cara ceknya.

Akhirnya kelihatan seperti di foto terlampir, desilnya tidak jelas, hanya tertulis 6-10, rentan di angka itu BPS tidak bisa memberi kepastian saya masuk di mana di 6, di 7 di 8,9_kah atau di 10. 😅

Pikirku, apa karena kemarin waktu di sensus ketika di tanya apa di rumah punya tabung pink?, waktu di tanya itu, mau bohong takut dosa, karena nyatanya memang ada, akhirnya saya bilang tabung pink ada, tapi saat ini yang sedang tercolok regulatornya yang ijo melon, yang pink saya pakai kalau keadaan lagi urgent, kalau sudah capek keliling cari tabung melon di saat langka, terpaksa beli yang isi pink meskipun pakai dari uang yang pacce-pacce juga, dan tertawalah si tukang sensus itu. 😂

Kenapa sih pemerintah harus kelompokkan warga negara ini pakai desil-desil yang pendataannya masih acak kadut begini, kemarin ada berita tukang becak di kategorikan desil 10, sampai akhirnya anaknya tidak lagi mendapatkan bantuan UKT/SPP di tempat kuliahnya, ada juga warga miskin yang terpaksa di hapus sembakonya karena status desil yang berubah naik angkanya, bahkan semalam juga yang paling absurd saya lihat anak mentri keuangan Purbaya masuk kategori desil 7, padahal dia termasuk kaya raya.

Dan yang paling bikin rempong lagi soal desil ini, kabarnya desil diatas 5 tak bisa lagi beli tabung ijo, tak bisa beli lagi BBM partalite atau solar subsidi, dan kedepan mungkin masih banyak lagi pembatasan-pembatasan gara-gara persoalan desil ini.

Beginilah Negara, kekayaan alam melimpah tapi hanya di kuasai segelintir orang, rakyat di paksa di sekat-sekat, lalu di pajaki macam-macam, dan lebih apes di pimpin kakek-kakek yang kalkulasi dan hitungan dasarnya saja masih sering ngawur, buat kopdes sampai ribuan tapi efeknya tak berpengaruh pada kesejahteraan rakyat, belum lagi pasangannya, jangankan kualitasnya yang masih jadi pertanyaan, ijazahnya pun masih di pertanyakan dan diragukan.
🤣😆😁

Acchi
02:06 PM