Hari ini jemaah haji akan melaksanakan ritual puncak haji di Padang Arafah, tepat ba'da dhuhur waktu Makkah sampai malam hari, mereka bersama jutaan jamaah dari berbagai etnis, ras, dan negara di belahan dunia lain berkumpul, bersatu, bersimpuh diatas miniatur Padang Mahsyar.
Sementara yang lainnya di belaaan bumi lain berpuasa mengejar pahala yang tak kalah besarnya juga.
Dan besok akan berlebaran, rumput lapangan sudah dipangkas, mimbar dibenahi, sound system disetel sebaik mungkin biar tidak ada lagi keluhan seperti lebaran kemarin.
Asap pembakaran jerami padi masih menjadi penghias bahwa alam dan siklusnya sedang berproses, bersanding dengan aroma rebusan ketupat, buras, dan lammang, air ledeng sebagian besar sudah mengalir, hewan kurban sudah dipasok ke para pemilik hewan Qurban, kupon sedang didistribusi, tungku pemanggang dan tusuk sate sudah disiapkan biar barbekyuan jadi khidmat dan maknyus.
Sementara gelora jual beli di pasar juga terjadi peningkatan, anyaman daun ketupat jadi incaran, daun pisang jadi primadona, bumbu dapur paling laris, bumbu Coto, bumbu konro, bumbu pallu basa, tappalada dan kawan-kawannya juga dijajakan, ayam potong sampai ayam afkir mengantri disemblih.
Baju lebaran sudah disetrika, sajadah sarung sudah di laundry, parfum dan lipstik sudah terbeli, nastar, kue kering kue basah sudah diorder.
Soal harga juga terjadi kenaikan, meski banyak yang mengeluh tapi tetap juga diusahakan demi semaraknya ritual tahunan, kurs dollar pagi ini menuju 17.845 rupiah, orang desa orang kota tidak pakai dollar transaksi di pasar tapi dampaknya tetap ada.
Meskipun hujan masih kadang turun tanpa permisi, Alhamdulillahnya besok berdasarkan pantauan di aplikasi cuaca pagi hari esok cuaca cukup bersahabat, biar shalat id berjalan lancar dan bisa dilaksanakan dengan khusyu.
Acchi
06:56 AM
