Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Wednesday, 18 February 2026

Perlunya Pembenahan Lahan Pekuburan



Kemarin waktu ziarah kubur, ada tiga orang ibu-ibu lagi dongkol, muka judes, bukan dengan raut muka dengan mimik sedih. Awalnya pikirku mungkin dia terbawa suasana atau ada kenangan dengan keluarganya yang sudah terkubur dibawah sana, karena jiwa kepoku meronta, bertanyalah saya, kenapaki Bu, baek-baekjaki...? Dia pun menjawab, ini kuburannya keluargaku ada yang geser batunya, kelihatan kecilmi padahal orang dewasa ini yang dikubur bukan anak kecil, saya pun cuma bisa menyahut tidak beraturan memang ini kuburan disini, mayat juga sudah beberapa yang ditumpuk, kemudian saya melanjutkan membersihkan rumput, ilalang, dan sampah plastik bekas kantongan kembang bunga para peziarah yang beterbangan dan tertinggal, di kuburan Datok_ku, Tante & Pamanku, dan kuburan keluarga yang lain disekitar kuburan keluarga intiku.

Pas pulang tiba-tiba kepikiran, seandainya kuburan itu bisa ditata ulang, dan seandainya masyarakat bisa sepakat, dan merelakan demi pembaharuan dan perbaikan, daripada pemerintah cari lahan baru lagi, mending yang sudah ada yang dibenahi.

Tapi ideku ini agak sedikit radikal, yang ada dalam pikiranku seperti ini, sekeliling kuburan dibeton dengan ketebalan satu meter, dan tingginya dua meter, kuburan yang terkena betonisasi penghuninya dipindah atau digeser, karena mungkin masih ada jasad yang utuh maupun yang sisa tulang belulang. Kemudian kuburan yang berpagar besi, dicabut pagarnya, kuburan yang temboknya lebih, nisannya terlalu tinggi, agar dipapas dibuat rata, setelah itu ditimbun pakai tanah merah sekitar 1,5 meter, maka dengan itu akan tercipta hamparan tanah pekuburan yang luas dan baru.

Dengan areal yang luas, pekuburan yang baru itu bisalah ditata, dibuat sederhana saja, jadi kuburan penghuni baru, tanahnya ditinggikan, diberi rumput dan diberi nisan, jadi tidak perlu lagi ditembok sekelilingnya, jadi modelnya seperti beberapa kuburan yang biasa kita lihat di layar tv, di Gowa sudah ada seperti pekuburan Darussalam Valley, model pekuburan dibuat blok-blok, dibuat klaster, dibuat sela antar jarak antara kuburan, sehingga buat jalan juga bikin nyaman bagi pelayat atau pengantar jenazah, jadi tanpa perlu lagi menginjak-injak melangkahi kuburan seperti saat ini, dan tak lupa pula dibuatkan tugu di dekat gerbang pintu masuk untuk menghormati dengan menuliskan nama-nama penghuni lama yang telah terkubur sebelumnya.

Lalu kalau ada pertanyaan bagaimana caranya kuburan lama kalau mau di ziarahi...? Peziarah tinggal datang mendoakan sambil mengira-ngira dimana letak pusara keluarganya, sebab yang utama dan intinya adalah mendoakan, karena pada intinya mayat-mayat yang sudah terkubur tetap ada dibawah dan tidak dipindah, cuma tanahnya yang ditinggikan untuk mengakomodir calon-calon penghuni yang baru meninggal.

Begitulah ide liarku yang muncul sesaat pasca pulang ziarah kubur, mayat yang lama tetap ada dibawah tidak dikemana-manain, tidak seperti mekanisme yang diterapkan di Arab Makkah Medinah di pekuburan Jannatul Ma'la dan Baqi', yang punya siklus waktu tiap beberapa tahun sekali kena rolling, terjadi pergantian, punya batas waktu penghuni lama berganti penghuni baru, kuburan lama digali kembali, tulang belulang dikumpulkan dijadikan satu dan dipindah ketempat yang baru.

*Disclaimer
Tulisan ini hanya spontanitas dari ide liar dan angan-angan belaka, 🤭

Marhaban Yaa Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa...

Acchi
07:06 AM 
1/9/1447 Hijriyah