Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Tuesday, 24 February 2026

MBG Jadi Takjil


Hari ini hari kedua sekolah di bulan puasa, media sosial masih ramai dengan postingan MBG kering versi Ramadhan, yang kalau dilihat ada yang sampai berujar Nauudzubillah min dzalik saking kagetnya 🤭.

Proyek bisnis pemerintah, yang tujuan utamanya memberi makan yang mengenyangkan dan bergizi, tapi entah kenapa masuk bulan Ramadhan berubah bentuk menjadi takjil, sementara anggaran masih tetap dan maksimal tapi output yang didapat siswa jadi minimalis, dan apesnya ada dapur sampai merapel pembagian untuk per dua hari dan tiga hari.

Dilihat dari paketan yang diterima siswa, kandungan gizi mulai dari karbohidrat, protein, kalsium, vitamin, ada kandungan serat, memang masih ada, karena ada yang dapat roti, ubi. donat, telur, abon, rambutan, salak, kacang tanah, susu, dll. Bahkan di beberapa tempat dapat semangka utuh, buah kelapa utuh. Tapi semua itu hanya formalitas demi mengisi daftar list, biar secara prosedural memang sudah diterapkan.

Namun yang menjadi pertanyaan apakah takaran kalori persiswa itu mencukupi..?, Kemudian pertanyaan selanjutnya yang paling banyak ditanyakan nitizen, apakah benar nilai ketetapan standar perharga 15 ribu persiswa, setelah potong biaya packing dan distribusi..?, Beberapa orang mencoba menghitung paketan seperti itu rata-rata nilainya hanya Rp 6000an, artinya pengelola yayasan, dapur yang dimiliki politisi, polisi, tentara, terlalu banyak memangkas dari nilai 15 ribu itu yang harusnya didapat siswa, mereka terlalu rakus mengambil untung.

Memang tidak semua dapur bisa digeneralisir dan dikatakan culas, curang, jekkong, tapi dengan adanya kejadian seperti ini pemerintah jangan salahkan juga adek-adek di BEM Yogya yang mengatakan program ini hanya proyek "Maling Berkedok Gizi".

Proyek bisnis dengan anggaran 1,2 Triliun perhari, memang sangat menggiurkan, makannya libur sekolah, ramadhan, proyek di gas terus supaya bisa jalan, karena duit besar itu sebagian besar hanya berputar di pejabat elit dan relasinya, sementara yang sampai dibawah kata Tere Liye, dapur itu hanya dapat ingusnya, sementara siswa penerima manfaat hanya dapat upilnya (tai ngongo) kata orang Makassar. Dan yang pasti muaranya ke septic tank 😂.

Nb:
*Foto Capture Medsos 

Acchi
02:56 PM
7/9/1447
☝️🇵🇸