![]() |
| Foto Capture Medsos Antara |
Sepulang jogging sore kemarin, saat ammari-mari poso (rehat sejenak), sepintas melihat tv yang lagi breaking news, Si Febri Jampidsus di tersangkakan oleh polisi, meskipun kemarin masih ada yang ngomong dahulukan praduga tak bersalah, saya kasih emot ketawa yang ngomong gitu. 😁
Pikirku ngapain pakai praduga tak bersalah, yang barang buktinya sudah bejibun begitu dan terang benderang, emas yang disita lebih berat dari emas yang diatas Monas, duit dengan nilai bermilyar-milyar dengan berbagai macam mata uang negara lain, tempat penyimpanan dan tempat menyembunyikan harta haram itu juga dari berbagai tempat, yang dimiliki dan yang sering di datanginya, mulai dari cafe, money changer, sampai di rumah yang mengaku di miliki sendiri oleh Febri tapi tak dilaporkan di LHKPNnya. 😆
Kita sebagai masyarakat tidak kaget lagi dengan hal-hal seperti ini, masyarakat sudah terbiasa menyaksikan pejabat-pejabat yang ngomong soal korupsi, soal integritas tapi dia juga pelakunya, dia juga master mindnya, kebiasaan yang terus dipertontonkan seperti itu pada akhirnya akan terasa biasa lagi bukan sesuatu yang wah lagi, sama halnya yang saya saksikan kemarin sore ketika paskibraka lagi latihan, sudah tahun ketiga saya lihat mereka jalan robot, meskipun awal pertama kali melihat sempat kaget juga, namun tadi sudah tidak kaget lagi sebab sudah tiga tahun melihat seperti itu. 🤣
Kita sebagai masyarakat turut menikmati saja, menonton drama persoalan rasuah, persoalan beking-bekingan, persoalan institusi yang saling makan, ibarat kasus cicak buaya seperti masa lalu, namun kali ini coklat muda melawan coklat tua, saling buka borok, saling buka kejahatan, itu bagus biar fungsi pengawasan kelihatan nyata daripada saling melindungi. Namun tetap juga sisakan ruang kepercayaan dan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi, sebab namanya juga drama, bisa saja mereka di belakang layar mengatur deal-deal atau win-win solution biar hebohnya tidak terlalu menggelegar. 😅
Pada akhirnya tidak bisa dipungkiri semua institusi, di Bayangkara, di Adhiyaksa punya bajingan masing-masing, punya sapi perah dari kasus ilegal mining, batubara, timah, nikel, ilegal fishing, beking pembalakan hutan dan sawit, yang di jadikan ATM, punya sabu yang bisa di jual, punya diskotik dan tempat prostitusi yang dilindungi, punya dapur eMbg yang dijadikan bancakan, punya kasus yang bisa di jual belikan pasalnya, dan yang paling parah aroma faksi-faksinya, bau-bau institusi ini ada yang condong ke majikan solo dan institusi lainya di belakang penguasa Hambalang, seolah menjadi rivalitas demi kepentingan kelompok mereka, rakyat cuma kebagian geleng-geleng kepala saja atas ulah mereka ini. 🤭
Acchi
07:06 AM
