Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Friday, 12 June 2026

Nasib Warga Negara Indonesia

Foto Capture Medsos

Semalam melihat kabar berita, Listrik Jawa Bali terancam padam bergiliran, dan bisa menjadi efek domino di pulau-pulau lainnya, karena pasokan batubara menipis, pengusaha batubara dan para konglomerat lebih memilih eksport batubara karena memanfaatkan nilai kurs Dollar yang sedang melambung tinggi.

Begitu pula dengan minyak sawit, minyak subsidi "Minyak Kita" sudah langka & harga di pasaran sudah naik diatas 20 ribuan perliter, lagi-lagi cukong-cukong oligarki lebih memilih eksport biar dapat cuan lebih banyak.

Pertamax dibuat naik tanpa pemberitahuan, dinaikkan tengah malam, sampai harga 4000, pengguna Pertamax mulai migrasi ke Partalite, sementara Partalite yang subsidi sudah dibuat langka.

Beberapa komoditi pangan dan kebutuhan dasar akan ikut merangsek naik akibat imbas dari kenaikan harga minyak dunia. Situasi Geo politik global juga ikut memperparah, kebijakan fiskal pemerintah yang salah kelola, program MBG dan Koperasi ikut memperburuk postur anggaran keuangan Negara, sawit dan batubara yang melimpah di Negeri ini dikuasai segelintir orang, pemerintah tak berdaya menegur apalagi mengatur, sebab oligarki adalah donatur saat kampanye, hasil imbal balik perjanjian terselubung.

Rakyat menengah ke bawah yang paling rentan merasakan dampaknya, dicekik pajak, penghasilan tidak menentu, banyak yang terkena PHK karena investor juga kabur ke Negara tetangga yang lebih kondusif fundamental ekonominya, pedagang UMKM dan pedagang Online mengeluh sepi orderan, kuota Internet mahal ikut memperparah transaksi online.

Sementara Prabowo masih suka Plesiran ke luar Negeri dengan anggaran fantastis sekali jalan, saat stay di dalam Negeri suka pidato-pidato ngawur, katanya kalau dia mati dia akan monitor dari atas, sepertinya dia mau intervensi urusan malaikat, 😅 matematikanya kacau balau 10+6 jadi 17, 🤣 padahal sudah baca teks dan contekan, yang di bawah segitu banyaknya pengusaha muda tidak ada yang koreksi malah ikutan G*blok pakai tepu tangan lagi. Makanya saya usul pak WO, hentikan program makan, karena kebanyakan makan bisa bikin ngawur, ganti dengan program pendidikan gratis apalagi MK sudah ada keputusan tinggal dieksekusi, sebab pendidikan yang baik dan layak bisa bikin pintar dalam penjumlahan. 😁

Rakyat mulai gerah, Mahasiswa sudah mulai turun ke jalan menyuarakan #MenujuIndonesiaBangkrut & #ReformasiJilidDua.

Sementara media terutama media mainstrem takut meliput aksi mahasiswa, medianya takut kena bradel dan terintimidasi.

Begini amat Yaa Allah jadi WNI, semoga di hari Jum'at berkah ini masih ada secercah harapan, sambil berharap rezeki datang dari arah yang tidak di sangka-sangka.

Acchi
01:46 PM

Wednesday, 3 June 2026

Si Dadang Pakai Rompi Pink

Foto Okezone

Di tulisan sebelumnya saya pasimis soal penegakan hukum soal kasus MBG ini, apalagi yang terseret adalah pion Jokowi, mengingat ada satu pion Jokowi seperti Silfester yang sudah terpidana tapi masih bebas, malah dapat jatah komisaris lagi di perusahaan BUMN. 

Namun khusus kasus MBG ini, ternyata saya salah duga, ternyata beberapa jam setelah Si Bapak kepala botak dicopot bersama dua wakilnya, Kejaksaan langsung gercap bergerak dalam sunyinya malam Rabu dini hari, di saat saya tidur, disaat sebagian besar rakyat +62 bermimpi, di saat itu pula tim tangkap kejaksaan datang menangkap paksa Si Dadang Si Lodewik Si Sony di kediamannya masing-masing, kejaksaan juga menggeledah tempat tinggalnya beserta kantor BGN.

Dan plot twistnya ketiga mantan jagoan BGN itu sebelum magrib waktu Jakarta, keluar dari kejaksaan agung sudah berompi pink dan tangan terborgol, digelandang ke mobil hijau untuk menginap disel Salemba.

Dalam konferensi pers kejaksaan dikatakan bahwa ketiganya terbukti menyalahgunakan jabatannya, terbukti korupsi tata kelola penyimpangan program MBG, yang di dalamnya menyangkut banyak hal manipulasi afiliasi yayasan, dapat setoran dan insentif dari yayasan dan dapur sampai satu milyar perhari Masya Allah tabarakallah tentunya buat mereka, begitupula buat proyek yang markup_nya naudzubillah mulai dari pengadaan motor listrik, menggelembungkan anggaran barang dan jasa berupa tablet, televisi, sepatu, dan beberapa proyek lainnya bahkan bisa jadi proyek aplikasi yang nilai sampai 1,2 Triliun yang baru dilaunching kemarin, karena kejaksaan masih menghitung seberapa besar semua kerugian material Negara.

Hari apes memang tidak ada di kalender Si Bapak kepala botak baru pulang haji dan dengan bangga dia naik haji reguler, bukan haji plus, bukan ke  Makkah pakai jalur pejabat negara, dan ikut mengantri daftar tunggu selama beberapa tahun, belum sempat bagi kurma ketetangganya, belum sempat bagi air zam-zam kepada anak buahnya, belum sempat sowan ke Solo.

Program andalan Prabowo ini pada dasarnya cukup baik dan mulia karena mau memberi makan anak sekolah, anak bayi, ibu hamil, tapi mereka lupa dengan skala prioritas, anggaran utang negara dibuat jor-joran sampai jeblok, program dibuat sebagai alat politis, dibikin sebagai alat kepentingan kekuasaan, dan memang secara logika terlalu banyak cacatnya, penyimpangannya banyak, pemborosan anggaran besar, kasus keracunan masih ada, dan yang menikmati Gizi besarnya seperti orang-orang di lingkaran Si Dadang dan kawan-kawannya, sementara yang di dapat para murid ampas Gizinya.

Terakhir semoga mereka, semoga lembaga badan ini bisa sadar diri untuk berbenah, mau berubah, mau transparan, mendengar yang mengkritik, terima masukan. Tapi kalau saya sih masih konsisten bahwa program ini memang tidak masuk diakalku. 🤭

Acchi
08:26 PM


Nanik Deyang Kepala BGN Baru

Foto BGN

Kita ulik lagi soal si Bapak kepala botak, penggantinya dan MBG. Setelah banyak suara-suara kritik soal MBG akhirnya Prabowo ngeh juga mengevaluasi si ahli serangga ini, meskipun ada juga komentar nitizen mengatakan ini di jadikan tumbal saja untuk meredam opini publik karena blunder omongan Teddy sang tangan kanan, yang mengklarifikasi atas masukan Dino Pati Jalal soal kunjungan ke luar negeri Prabowo yang kelewatan surplus. 😆

Pergantian Dadang ini hal yang bagus meskipun sudah terlambat, sudah terlalu kenyang dia dari beberapa fee proyek beli-belinya, terbukti dari foto yang sempat viral kemarin, dulunya dia kurus tirus kemudian menjadi gemuk berisi kelebihan gizi MBege, kalau hukum di negeri ini baik, sudah barang tentu pejabat seperti ini tidak boleh lolos, dan harus dimintai pertanggung jawaban, dia harus klarifikasi, termasuk banyaknya anak korban keracunan, menu yang tidak optimal, namun itu semua lagi-lagi tidak bisa dipungkiri dia titipan Jokowi. 😁

Penggantinya Nanik Deyang sebelumnya wakil kepala BGN, dia tim sukses Prabowo dari 2019, dia juga jurnalis meskipun latar pendidikannya Biologi, dia juga pernah terlibat skandal hoax Ratna Sarumpaet, saya pernah mengikuti facebooknya, dia termasuk orang yang rajin berbagi kepada masyarakat kecil, semoga dia bisa lebih becus kerja tak perlu banyak drama nangis-nangis apalagi terlalu banyak kata-kata dan menulis, mengingat latar belakangnya yang seorang jurnalis, jangan seperti pendahulunya mentang-mentang ahli serangga anak-anak mau dikasi makan serangga, padahal sumber protein dari negeri ini sangat melimpah ruah terutama dari hasil laut. 🤔

MBG ini satu dari dua proyek andalan Prabowo, di setiap momen Prabowo pasti mengangkat cerita soal MBG ini, kunjungan keluar negeri pun proyek ini dibangga-banggakan, bahkan pidato hari lahir Pancasila kemarin tetap diselipkan dalam pidatonya. 😅

Meskipun anggaran kali ini sudah dipangkas sampai puluhan triliun dari harga semula, bapak kepala botak sudah lengser dan tak pernah terbukti potong sapi 19.000 ekor tiap harinya, yang ada justru cuma micin rasa sapi. 😂

MBG masih perlu terus dievalusi, anggarannya masih terlalu banyak mengorbankan anggaran pendidikan, kesehatan, dan sosial, cukup jadikan skala prioritas tak perlu pukul rata, kemarin ada mobil MBG terperosok dalam jalan berkubang, padahal seharusnya lebih mengutamakan benahi akses jalannya lebih dulu, adapula dapur kelihatan lebih mewah daripada sekolah yang reyot, ada guru jadi tumbal karena harus mencicipi makan lebih dahulu sebelum muridnya, dan masih banyak hal-hal yang aneh soal MBG ini. 🤭

Acchi
10:36 AM

Tuesday, 2 June 2026

Bapak Si Kepala Botak Di Copot Dari Kepala BGN

Foto Kumparan

Waktu saat masih mikir-mikir, kira-kira menulis apa bagus di blog awal bulan Juni ini, tiba-tiba ada berita bahwa Si Bapak Kepala Botak Kepala Badan Gizi Nasional dicopot Prabowo dari singgasananya, tak ada alasan diuraikan dikabar berita itu kenapa dia dicopot.

Dadang Hindayana ini orang pilihan Jokowi, dia diplot jadi kosong satu BGN saat baru dibentuk dimasa rezim Jokowi, saat rezim berganti dia masih tetap bertahta sama dengan beberapa pejabat lain yang sampai saat ini masih menikmati kue kekuasaan warisan bapaknya Gibran.

Saat ini kepala BGN di jabat oleh Nanik Deyang yang pernah menangis sendu teesedu-sedu, dia  sebelumnya posisi wakil kepala BGN, sementara Si Bapak Kepala Botak mungkin masih dicarikan tempat lain, karena kebiasaan Prabowo kalau mengganti pejabatnya, meresafel paling sekitaran situ-situ saja berputar, apalagi pejabat ini salah satu pion-pion Jokowi yang harus dijaga.

Si Dadang ini sebenarnya ahli serangga tapi karena yang angkat dia orang koslet, ijazahnya masih jadi pertanyaan, maka dapatlah dia jabatan strategis, jabatan yang menjadi program andalan Prabowo saat kampanye, anggarannya juga fantastis perharinya duit bisa habis sampai 1,2 Triliun. Disuruh ngurusin Gizi anak sekolah, anak bayi dan ibunya, tapi yang justru banyak terdengar adalah kontroversinya, beli ribuan motor listrik tanpa sepengetahuan bendahara Negara, beli alat makan yang susah dicerna logika, beli kaos kaki yang markupnya naudzubillah harga 100 ribu perpasang, pokoknya banyaklah dia beli dia anggarkan sampai yang tak masuk akalpun seperti semer sepatu.

Dan yang terakhir pernyataan dia kemarin mau bikin MBG di Tanah suci khususnya untuk anak-anak sekolah TKI di Jeddah, padahal di dalam negeri sendiri belum tercover semua sesuai target, masih banyak problem, keracunan masih ada, standar dapur dan kelayakan masih banyak yang belum terstandarisasi, makanan yang tidak layak konsumsi, makanan banyak terbuang, jadi pakan ternak, bahkan masih banyak sekali berakhir di tempat sampah.

Bapak si kepala botak ini wajar dikoreksi karena kebijakan, keputusan, kerjaanya banyak tidak becus, bahkan pernyataannya sering blunder, semua itu bisa merusak reputasi sang bos CEO MBG Prabowo di mata rakyat Indonesia. 
🤣😅😂😁😆 

Acchi
11:56 PM