Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Friday, 26 December 2025

Sebulan Pasca Bencana Sumatera

Foto Capture Medsos

Sebulan pasca bencana Aceh Sumatera, masih jauh dari kata pulih, masih ada daerah terisolasi, bahkan Wakil Gubernur sampai tercebur ke dalam sungai saat hendak menjangkau daerah terdalam, lampu listrik belum sepenuhnya menyala, bantuan masih terus di usahakan untuk terus terdistribusi.

Belum sempat lumpur kering, derita dan capek belum usai, air mata dan duka masih terasa, di beberapa lokasi di Sumbar dan Aceh sudah ada warning lagi, peringatan muncul lagi, tentang waspada banjir susulan yang menerjang, mengingat intensitas dan curah hujan masih tinggi.

Masa tenggat darurat diperpanjang, tapi beberapa daerah sudah menghentikan pencarian korban yang hilang, beberapa keluarga sudah ikhlas dan belajar mengikhlaskan.

Masyarakat mulai mencoba bangkit, yang punya hasil ladang yang tidak terkena banjir tapi ikut terdampak, karena akses jalan banyak terputus, mereka berjalan jauh, berkilo-kilometer, mengarungi jalan terjal yang masih berlumpur, mencoba menjual hasil ladang, cabe, lombok, tomat durian, sampai kopi gayo. Mereka itu lakukan untuk mendapatkan beras, kata mereka kalau tidak jalan kita tidak makan.

Bahkan Relawan seperti Ferry Irawadi ikut membantu, menjembatani, mendistribusikan jualan petani cabe, bawang, kopi dan komoditi lainnya dari Aceh agar sampai ke Jawa, dengan pesawat yang hendak putar balik ke Jakarta setelah membawa bantuan logistik ke Sumatera.

Puing, lumpur dan kayu gelondongan mulai dibersihkan, eksavator mulai mengeruk dan memindahkan material yang terbawa banjir, helikopter yang 50 unit mungkin masih menunggu minyak biar bisa mengudara kembali, warga penyintas banjir juga beberapa sudah pulang, mencoba membersihkan lumpur yang sudah mengeras dirumah-rumah mereka dengan alat seadanya, mereka juga mencoba mengais barang yang masih tersisa yang masih bisa digunakan.

Muhammadiyah juga telah mendistribusikan bantuan Negara Arab yang sempat mau dikembalikan ke Negara asalnya. Akibat sempat di tolak oleh otoritas Negeri ini, yang lagi songong, yang lagi jual mahal, yang karena demi harga diri katanya. 

Pemerintah masih enggan juga menetapkan ini bencana Nasional, karena keburukan mereka soal deforestasi tak mau terbongkar, padahal dampak kerusakannya sangatlah parah dan memprihantinkan. Bahkan sudah ada yang dikabarkan meninggal karena kelaparan dan sakit, sebab belum mendapatkan bantuan logistik dan obat-obatan, Pemerintah lebih memilih konprensi pers, bahkan Si Letkol tangan kanan Wowok yang pegang hapenya Wowok, sampai ikut ngomong padahal dia jarang sekali ngomong dengan pers, sekalinya ngomong, yang keluar dari mulutnya kebanyakan kata "jangan dan jangan 😂", sementara Si Jenderal mengatakan: meminta wartawan untuk memberitakan yang baik-baik saja, dan anehnya setelah Konfrensi pers itu berita viral media tv CeNN kena takedown, padahal reporternya sendiri yang mengatakan bahwa korban banjir diseberang sana menitipkan pesan agar memberitakan kondisi mereka yang sebenarnya. 😥

Kritik mulai dibungkam, yang bersuara diwanti-wanti, yang berteriak dihajar dipopor senjata, seharusnya tentara membawa skop daripada senjata didaerah bencana, padahl rakyat hanya menyuarakan resah dan kebenaran. Gosip-gosip murahan perselingkuhan Ridwan Kamil, pamer duit sitaan triliunan tapi tanpa tersangka, di Blow Up, agar kabar dari Aceh Sumatera bisa tenggelam dan dilupakan, Kita perlu terus berisik agar suara-suara pilu dan nestapa bisa terekspose ke dunia luar, dan sampai ke telinga pemangku kebijakan.

Buzzerp juga mulai digerakkan di media sosial terutama di Tiktok, media yang paling sering dipakai propaganda buzzerp-buzzerp receh, mereka membuat narasi rakyat masyarakat Aceh terlalu berisik, terlalu cengeng dan lain-lain, bahkan musibah yang diderita rakyat Aceh dan Sumatera seolah kesalahan masyarakat Aceh sendiri yang lalai menjaga alamnya, padahal kenyataanya mentrilah, presidenlah, yang punya kuasa membuka lahan dengan skala ratusan ribu hingga jutaan hektar. Para Buzzerp ini memang minim pengetahuan, nirempati, tak punya nurani, yang mereka pikir adalah cuan, yang penting setalah koar-koar di medsos, notifikasi di hp bunyi karena saldo rekening sudah terisi.

Warga Aceh dan Sumatera masih perlu support dan doa, mereka masih butuh dukungan logistik, terutama yang kebutuhan dasar, seperti: Tenda, selimut, beras, tabung gas, kompor dan alat masaknya, peralatan untuk bersih rumah. Sementara yang sudah kehilangan rumah dan kampungnya, perlu hunian sementara atau relokasi, biar mereka bisa cepat kembali pulih, biar bisa mereka bisa kembali menata hidup yang sudah tercabik-cabik oleh keadaan.

Dan yang merusak hutan, yang merestui dan yang melakukan deforestasi, pejabat yang suka ngibul dan nyinyir, buzzerp yang tak punya perasaan, semoga masih bisa diberi hidayah dan jalan yang benar, tapi kalau hatinya masih keras juga.
Yaa... ALLAH, engkau laknat juga tubuhnya biar kaku seperti kerasnya kayu  gelondongan juga tak mengapa. 🤲

#PrayForSumatera 🤲 🥹

Acchi
10:06 AM