Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Thursday, 25 December 2025

Kontes Bonsai Nasional, Rasa Regional



Ba'da Jogging saya langsung nyosor masuk di arena pameran bonsai, di depan gerbang tidak ada panitia, tapi didalam sudah ada satu dua orang pengunjung, maka ikutlah saya masuk, pikirku mudah-mudahan tidak di Ondang (usir) lagi sama panitia seperti beberapa hari lalu.

Ternyata beberapa saat setelah saya masuk, makin banyak pengunjung yang datang, musik Tor monitor & stecu-stecu sudah diputar, panitia dari balik microphone mengatakan: bisa difoto tapi jangan disentuh.

Ada ratusan pohon kerdil yang di pamerkan, saya lihat santigi yang mendominasi, saya curiga peserta dari Bulukumba pohonnya dari hasil cungkil ditebing Apparalang, dan peserta dari Selayar hasil comot dari tebing pantai timur. 🤭

Ada juga jenis lain seperti: serut, kimeng, beringin, loa, waru, camba, dan ada yang saya lupa namanya, bahkan ada dua atau tiga pohon yang kembangnya yang biasa dipakai tabur bunga dikuburan kalau sedang ziarah kubur.

Pohon yang aneka macam mulai dari yang mini sampai yang bongsor berlomba dalam dua kategori, Pratama dan kelas Prospek, pohon hasil kreasi para seniman lagi tebar pesona bersama siluet matahari senja yang memancar dari sela-sela daun, didalam potnya sudah tertancap label, yang hijau dapat nilai baik, yang merah dikasi rating baik sekali, ada juga yang masuk the best ten, the best twenty, terbaik dikelasnya dan yang terbaik di dalam kontes ini. Dan di tengah-tengah arena terpampang dua pohon yang ter_thebest_nya di ajang kontes Bonsai Nasional ini, yang saya rasa baru pertama kali di adakan di Pantai seruni.

Pesertanya kebanyakan dari regional Selatan Sulawesi, di dominasi dari kabupaten Bantaeng sebagai tuan rumah, disusul Bulukumba, Jeneponto, Sinjai, Selayar, Gowa dan Makassar, dari kawasan Ajattapareng peserta dari Sidrap dan Pinrang ikut juga mencoba peruntungan. Ada juga dari Pekkabata, entah Pekkabata Polewali atau yang di Pekkabata Pinrang, ada pula yang daerah asalnya hanya di tulis di plakat BBC dan KOBOMA yang awalnya saya pikir KABAENA, tiba-tiba panitia lewat sambil pegang selang lagi siram-siram pohon mini ini, saya tanya itu BBC dan Koboma darimana? Katanya Bulukumba juga.

Mungkin dari luar Sulawesi Selatan dan luar Sulawesi masih mikir dua tiga kali untuk ikut nimbrung, kondisi ekonomi yang masih lesuh, biaya akomodasi yang tinggi jadi kepikiran, apalagi harga tiket pesawat kapal lagi mahal, biaya loading bagasi juga mahal, dan belum tentu dapat juara juga.

Semoga pagelaran selanjutnya, ekonomi negeri ini sudah pulih, agar bisa lebih meriah lagi, bisa membuat kontes yang benar-benar Nasional yang tidak rasa Regional lagi, bisa lebih banyak peserta dari luar daerah. dan bisa lebih beraneka ragam jenis pohon yang dipamerkan, karena event-event seperti ini tidak saja menjadi ajang silaturahmi para penghobi dan komunitas, tapi juga menjadi ajang promosi wisata buat daerah, serta masyarakat, dan pengunjung menjadikan ini sebagai sarana edukasi dan refreshing,  dan juga sebagai lahan mencari cuan buat pelaku UMKm.

Acchi
08:36 PM