Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Sunday, 5 April 2026

Karena Perang Harga Plastik Jadi Naik


Kemarin saya mendengar percakapan antara penjual dan pembeli di dekat pasar, kata penjual kalau dibawah lima ribu kita mau beli pakai kertas dibungkus, sekarang lagi mahal kantong plastik.

Penjual kue depan rumah juga mengatakan begitu pada ipar saya beberapa hari lalu, dan kemarin waktu jogging saya ketemu sahabat saya di lapangan hitam, dia juga mengeluh yang biasanya beli air mineral kemasan perdos harga 13 ribuan sekarang harganya jadi 15-17 ribuan. Dan penjual gado-gado langganan juga harga gado-gadonya sudah menyesuaikan kondisi perang timur tengah, yang sebelumnya dijual 12 ribu kini menjadi 15 ribu. Padahal Bahlil belum menaikkan harga BBM, bagaimana jadinya kalau kira-kira Senin depan harga BBM sudah naik..?.

Kemarin sambil jogging saya berpikir, gara-gara perang Iran Amerika Israel, harga plastik pun jadi berpengaruh, sampai akhirnya setelah nonton PSM vs Solo kemarin yang berakhir imbang 1-1 sama, yang kalau PSM tidak bisa berbenah lebih jauh, sepertinya akan OTW liga dua tahun depan.

Kembali ke plastik, akhirnya setelah nonton bola, ba'da isya sambil makan kue pemberian penjual kue yang tidak habis terjual, saya tanyalah ChatGPT, kenapa plastik mahal, bahan baku plastik dari apa.?, sampai pengaruh perang terhadap plastik apa..?.

Dan jawabannya memang berpengaruh karena, bahan dasar utama plastik itu adalah minyak, dari beberapa proses turunan, ada yang jadi bensin, solar, minyak tanah, avtur, dan nafta. Kemudian Nafta inilah kembali berproses lagi setelah disulin bisa menjadi bahan dasar atau bahan baku biji plastik, jadi kantong, jadi cup, jadi mika, jadi thinwall, jadi stereofoam, pipa bangunan, botol minuman, sampai campuran ban, bahkan bisa jadi campuran pupuk. Dan plastik ini kalau di olah kembali dilakukan pembakaran dan penyulingan bisa kembali menjadi minyak untuk bahan bakar mesin dan kendaraan.

Dan apesnya negeri ini tidak bisa memproduksi nafta, NAFTA masih di import dari Timur Tengah, dari teluk negara negara arab, sementara negara arab lagi terdampak perang, jalur perdagangan selat Hormuz di tutup oleh Iran.

Kalau perang ini tidak berhenti, ditengah daya beli beli masyarakat menurun, negara memberlakukan efisiensi, Prabowo yang masih hobi jalan-jalan keluar negeri, pelaku UMKM pasti akan kesulitan, putar otak untuk menyiasati persoalan kemasan plastik ini, begitu pula penjual bahan bangunan, pabrik pengelolaan plastik, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Nafta ini.

Acchi
11:16 AM