Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Wednesday, 16 September 2026

Sul-Sel Antri BBM Sistem Ganjil Genap

Foto AI

Gara-gara bensin di Sulsel terjadi fenomena antrian yang bikin susah rakyat, menguras tenaga pikiran waktu dan uang, rakyat pun sampai di tuduh panic buying, meskipun di beberapa tempat nyatanya supply juga terlambat datang mengisi tanki-tanki tanam SPBU.

Maka kebijakan terbaru pemerintah memberlakukan beberapa aturan, sudah banyak beredar di medsos, terutama persoalan waktu pengisian ganjil genap, yang ini yang banyak menjadi pertanyaan karena tidak ada penjelasan yang di maksud.

Jadi kalau berdasarkan ganjil genap seperti yang pernah di terapkan di Jakarta masa lalu saat kendaraan akan melintas di jalur tertentu.

Maka ganjil genap kurang lebih sama penerapannya, cuma di sini diterapkan untuk antri BBM di SPBU.

Penjelasannya berdasarkan tanggal genap dan ganjil yang harus di sesuaikan dengan nomor plat kendaraan, khususnya angka terakhirnya.

Contoh misalnya besok tanggal 14 September 2026, karena 14 angka 4_nya genap, maka yang boleh datang isi BBM di SPBU,  hanya kendaraan yang angka terakhir di plat kendaraannya yang angka genap seperti 0,2,4,6,8,...

Jadi kendaraan yang platnya ganjil tak usah dulu datang karena kemungkinan besar akan ditolak, apalagi indikator BBM masih di atas satu bar.

Yang repot ini pekerja lapangan ojol, kurir, pedagang sayur keliling, dll, yang mobilitasnya banyak di jalan yang hari-hari biasa bisa sampai tiap hari beli BBM.

Kurang lebih begitu yang saya pahami soal aturan ganjil genap, kalau ada kekeliruan, mohon dikoreksi. 
Terima Kasih...

#SulselAntriBBM

Acchi
08:06 PM

Saturday, 12 September 2026

Sul-Sel Antri BBM



Waktu keluar pagi tadi ada yang tidak normal penjual bensin botolan banyak yang kosong, ada satu dua yang jual tapi harga yang tertempel sudah upgrade harga.

Sampai akhirnya memilih ke SPBU, dan akhirnya merasakan juga antrian BBM di kota ini sama seperti yang di rasakan warga Makassar yang sudah beberapa hari terdampak antrian BBM, hampir sejam ngantri, ratusan motor, beberapa motor kelihatan tanki modif, mungkin para penjual BBM Botolan, mobil, truck pun banyak sampai mengular di luar SPBU di badan jalan, kalau di ukur mungkin panjangnya seukuran 3 atau 4 kali panjang lapangan bola.

Semalam sebelum tidur sempat baca berita, kabarnya kuota BBM subsidi Pertalite dan Solar akan kena pangkas tahun 2027, tapi ini belum 2027 sudah berefek, inilah mungkin dampaknya. 

Kalau sebelumnya pemerintah beralasan karena perang Iran Amerika, harusnya pemerintah bergaul mesra dengan Iran biar dapat BBM murah, bergaul baik dengan Putin Rusia, jangan di depan Putin cuma ngomong MBG melulu tapi ngomong soal minyak juga.

Atau bisa jadi Pertalite dan solar sengaja di buat susah, Pertamax di buat mahal sampai 16 ribu, biar pakai taktik seperti saat bensin Premium mau di hilangkan, kemudian di bumbui alasan Ron sudah tidak relevan dengan mesin masa kini, atau bisa pula kendaraan bermotor mau di alihkan kekendaraan listrik, karena terlihat jelas tempat pengecasan atau SPKLU sedang massif di bangun, di fasilitas umum sudah banyak terpasang, di halaman kantor-kantor pun demikian, khususnya SPKLU milik Vinfest Vietnam.

Dan yang paling wah lagi, semalam saya baca ada lagi program dadakan Prabowo, yang tak ada di janji kampanyenya, mau membukakan rekening 200 juta jiwa rakyat Indonesia diatas umur 17 tahun, dengan Saldo awal masing-masing warga sebesar 50 ribu rupiah di Bank BRI dan BSI, dengan anggaran 11 triliun. Rekening tabungan itu berfungsi sebagai sarana inklusi keuangan, buat saluran bantuan, Bansos, transaksi QRIS, dll.
 
Kalau dipikir-pikir ini lebih bagus, mending proyek ini daripada MBG atau bangun Kopdes di dalam hutan, di atas Gunung, jadi pemerintah tinggal transfer langsung ke rakyat, duit bulanan rakyat dapat, sesuai kebutuhan, orang tua biar bisa masak sendiri untuk anaknya, langsung transfer ke pelajar dan mahasiswa buat kepentingan sekolah dan kuliah, transfer buat pekerja informal, UMKM, petani, nelayan, yang masih perlu di bantu, dan bisa jadi ini juga dijadikan sarana uang suap kepada Rakyat saat kepentingan pemilu, atau uang tutup mulut biar rakyat mingkem tak perlu koar-koar.
🤣😅😂😁😆

Acchi
10:06 PM

Friday, 4 September 2026

Gabut Ikutan Cek Desil


Semalam seusai nonton bola antara Indonesia U20 vs Laos U20 di kualifikasi Asean Cup, sambil scroll-scroll media sosial, banyak yang posting tentang desil dan cara mengeceknya, saya pun ikut gabut coba-coba cek juga, tapi sebelumnya saya coba tanya chatgpt dulu caranya, setelah itu saya praktekkan sesuai tutorial cara ceknya.

Akhirnya kelihatan seperti di foto terlampir, desilnya tidak jelas, hanya tertulis 6-10, rentan di angka itu BPS tidak bisa memberi kepastian saya masuk di mana di 6, di 7 di 8,9_kah atau di 10. 😅

Pikirku, apa karena kemarin waktu di sensus ketika di tanya apa di rumah punya tabung pink?, waktu di tanya itu, mau bohong takut dosa, karena nyatanya memang ada, akhirnya saya bilang tabung pink ada, tapi saat ini yang sedang tercolok regulatornya yang ijo melon, yang pink saya pakai kalau keadaan lagi urgent, kalau sudah capek keliling cari tabung melon di saat langka, terpaksa beli yang isi pink meskipun pakai dari uang yang pacce-pacce juga, dan tertawalah si tukang sensus itu. 😂

Kenapa sih pemerintah harus kelompokkan warga negara ini pakai desil-desil yang pendataannya masih acak kadut begini, kemarin ada berita tukang becak di kategorikan desil 10, sampai akhirnya anaknya tidak lagi mendapatkan bantuan UKT/SPP di tempat kuliahnya, ada juga warga miskin yang terpaksa di hapus sembakonya karena status desil yang berubah naik angkanya, bahkan semalam juga yang paling absurd saya lihat anak mentri keuangan Purbaya masuk kategori desil 7, padahal dia termasuk kaya raya.

Dan yang paling bikin rempong lagi soal desil ini, kabarnya desil diatas 5 tak bisa lagi beli tabung ijo, tak bisa beli lagi BBM partalite atau solar subsidi, dan kedepan mungkin masih banyak lagi pembatasan-pembatasan gara-gara persoalan desil ini.

Beginilah Negara, kekayaan alam melimpah tapi hanya di kuasai segelintir orang, rakyat di paksa di sekat-sekat, lalu di pajaki macam-macam, dan lebih apes di pimpin kakek-kakek yang kalkulasi dan hitungan dasarnya saja masih sering ngawur, buat kopdes sampai ribuan tapi efeknya tak berpengaruh pada kesejahteraan rakyat, belum lagi pasangannya, jangankan kualitasnya yang masih jadi pertanyaan, ijazahnya pun masih di pertanyakan dan diragukan.
🤣😆😁

Acchi
02:06 PM

Friday, 14 August 2026

Pawai Becak HUT RI

Capture Video BAZNAS Bantaeng

Pagi tadi ratusan becak, berhias bendera merah putih, pawai melintas di jalan kota, melewati rute pertokoan, sekolah, perkantoran, dll.

Tak tahu berapa persis banyaknya, karena cukup lama saya menunggu, di perempatan jalan, motor sampai saya matikan, menunggu mereka lewat, warga antusias menyaksikan, mengambil gambar, merekam, ada juga sambil live streaming, sayangnya saya tidak membawa hape, jadi tidak sempat dokumentasi.

Saking banyaknya, akhirnya saya menepikan motor, iseng-iseng menghampiri para tukang becak yang sedang mengayuh, ada berapa peserta, ada 200 tanyaku,? kata tubek berbaju orange  itu "labbi kapang (lebih katanya)", tubek yang lain saya tanya, katanya dia ikut pawai karena dapat sembako, di persimpangan jalan ada panitia berbaju hijau, tak luput saya tanyai ini yang selenggarakan instansi apa? Katanya Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), dia juga bilang Wakil Bupati ada di paling depan, finishnya katanya di daerah Kalimbaung.

Para tukang becak kalau mereka bikin komunitas atau berkumpul ternyata banyak juga, beberapa tadi kelihatan ada juga yang sudah usia senja tapi masih kuat mendayung pedal, ada beberapa yang saya kenali wajahnya, ada yang penjual ikan tapi mungkin Nyambi jadi tubek, ada yang pernah saya beli gabahnya untuk pakan burung lovebird_ku, ternyata dia salah satu dari peserta pawai becak itu, bisa jadi yang tua-tua tadi yang ikut adalah para purna tugas tubek, tapi karena panggilan untuk memeriahkan Independence Day_nya Negeri ini, apalagi ada sembako gratis, terpaksa tiga roda di pompa kembali, rantai di lumasi oli kembali, rem tangan di antara paha di buat pakem kembali.

Menyenangkan rakyat kecil seperti pawai seperti itu, adalah salah satu dari bahagian kecil dari nilai Kemerdekaan, semoga banyak hal-hal lain yang bisa menyertainya, dan itu tugasnya Pemerintah...
Merdeka 🇮🇩

#PawaiBecak
#HUTRI81

Acchi
02:46 PM

Spakboar Sepeda Pertamaku



Tadi waktu lagi cari-cari sesuatu di gudang penyimpanan bawah tangga rumah, ketemu dengan barang yang terlampir di foto.

Spakbord sepeda pertamaku, plastiknya masih kokoh, meskipun sepedanya entah dimana rimbanya saat ini, sepedaku merk Romance, warna hijau daun metalik ada buntik-bintik (cillak) mengkilap, pakai boncengan, tulisannya Romance 2000, rantai standar, tidak seperti merk sepeda yang lain pada zamannya seperti merk Federal yang rantainya sudah pakai oper gear, dan beberapa sepeda merk Mustang juga yang sudah pakai gear yang bisa di oper.

Sepeda Romance di beli cash oleh kerabat keluarga di toko FIAN, kemudian Ibu saya mencicilnya sampai 4 atau 5 kali kalau tidak salah, kepada kerabat itu, tentu dengan perjanjian dan untung yang juga sudah di dapat dari hasil transaksi jual beli itu. 

Spakbord saya lepas karena kena bully dari orang katanya sepedaku pakai ekor Hanoman, seperti yang ada di film Mahabarata mitologi India yang di putar di TV TPI kala itu. 

Meskipun sepeda itu bukan sepeda pertama yang saya pakai belajar mengendarai sepeda, tapi cukup berkesan juga, pernah di pakai bareng-bareng teman pergi mancing di Empang belakang Pertamina Sasayya, pernah kepakai pergi nonton bola di stadion Santiago berdebu di Lamalaka, pernah menyusur di jalan Allu lalu singgah mandi-mandi di selokan bendungan.

Pernah juga berapa kali terjadi accident, pernah jatuh ta'ppanyunyuk (terjungkal) karena mengerem depan di jalanan turunan dekat rumah, pernah nabrak dokar di kandang bendi, pernah jatuh sampai luka di lutut, gara-gara rantainya kejepit di gear, untungnya kala itu doktrin belajar mengendarai sepeda "Kalau belum luka berarti belum macca (pintar,lulus) membawa sepeda", jadi di bawa enjoy aja meskipun lutut terkelupas putih dulu baru keluar merah. 😂

Acchi
01:46 PM

Saturday, 8 August 2026

Sensus Ekonomi


Ba'da Ashar kemarin saat kembang bunga dan anggrek di halaman rumah lagi haus-hausnya karena terdampak kemarau El-Nino, saat baru berapa pot yang saya guyur air, tiba-tiba didatangi petugas "Sensus Ekonomi".

Kupersilahkan dia masuk, pikirku urusan gawean dan pendataan statistik ini sudah usai, ternyata masih ada, sebelum masuk rumah, saya bertanya pada petugas, ini randomkah..?, katanya tidak, semua rumah akan di data, kebetulan tinggal saya katanya di dalam lorong yang belum di data, dia bilang kemarin saya datang tapi rumah_ta tertutup katanya, ouw... kemarin saya pergi jogging sambil lihat paskibraka latihan yang sudah tiga tahun terakhir ini pasukan pengerek bendera itu gerak jalan seperti robot. 😅

Sebelum petugas kupersilahkan duduk, pikiranku sudah mulai aneh-aneh, overthinking, jangan-jangan pertanyaannya aneh-aneh juga, apalagi mungkin dia akan bertanya beberapa pertanyaan yang absurd, seperti yang viral di medsos beberapa bulan dan pekan kemarin.

Apalagi pikirku, jangan sampai di pikirannya saya ini cuma CEO yang menyamar atau penuh perasaan curiga saya_lah pemilik gold 74kg di dalam brankas di rumah Fe6ri. 😂

Sampai akhirnya masuklah pertanyaan-pertanyaan dari kedua petugas itu, namun hanya satu yang bertanya, saya juga cukup salut setiap dia mau bertanya di dahului kata izin, tabe. Ada beberapa kuisiner yang jadi pertanyaan, mulai dari Nama, No KTP&KK, Penghasilan darimana?, pengeluaran perbulan, pakai tabung gas melon ada berapa, gas pink ada berapa?, bayar listrik perbulan berapa, air PAM atau Sumur?, pemakaian kuota internet, kendaraan berapa, bayar pajaknya berapa?, luas tanah & bangunan, sampai pemakaian sabun shampo pun tak luput jadi pertanyaan, dan beberapa pertanyaan lain.

Terakhir ketika dia mau menuliskan angka satu atau nol di sticker "Total usaha di bangunan" saya bilang tulis nol saja, masa' burung Lovebird yang cuma dua pasang termasuk usaha, lalu saya bilang itu cuma kategori hobi yang kebetulan menghasilkan, hasilnya juga tidak seberapa, relatif, tergantung berapa banyak anaknya yang menetas sampai besar dan layak jual, harga jualnya juga tidak seberapa, belum lagi dapat calon pembeli dan pembeli yang suka menawar dengan sadis, tidak ngotak, taunya cuma lihat hasil, padahal prosesnya ada pedis-pedisnya juga merawat dan membesarkan si burung cinta itu.

Akhirnya kami pun tertawa bersama, happy ending tak perlu ada baskom yang dilempar, tak perlu ada yang tantrum karena di sodori banyak pertanyaan, seperti video yang viral di medsos, meskipun sebenarnya saya juga punya banyak pertanyaan yang mau saya tanyakan, seperti sangkut paut dengan pajak yang di takutkan orang, persoalan sangkut paut dengan desil dan bansos, cara pengelolaan data, kriteria standar ekonomi masyarakat kelas bawah menengah dan kaya menurut pemerintah, intinya banyaklah pertanyaan di kepala yang perlu upload ke mereka, Ahhhh... Tapi karena ritual siram-siram bungaku belum kelar, anggrek di halaman juga sudah teriak, akhirnya kami sudahi dengan menempel sticker sebagai tanda sudah pernah di sensus, see you ten years laters gumamku dalam hati kalau umur panjang... 🤭

#SensusEkonomi
#Lovebird

Acchi
10:16 PM

Monday, 27 July 2026

Pangeran Diponegoro & Londo Ireng

Foto semua dari medsos


Waktu SD kawan saya Si Baso punya bakat menggambar, kalau dia lagi sedang gabut, sementara Pak Akib guru kelasku rehat mengajar sejenak untuk menghabiskan setengah atau sebatang rokok di luar kelas, Si Baso kadang dia ambil kertas dari pertengahan buku tulisku untuk di jadikan kanvas, dengan cekatan dia memainkan pensil atau pulpen, yang sering di gambar pahlawan yang tertempel di dinding kelas mulai dari Sultan Hasanuddin, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Pattimura, sampai Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro.

Namun yang paling realistis menurutku yang kemiripannya hampir sempurna ketika dia menggambar Pangeran Diponegoro, dan memang ini gambar andalannya yang paling sering di lukis di atas kertas, dengan pose khas Pangeran Diponegoro bersurban putih menyamping dengan keris di pinggang berbalut selendang.

Ibu sayalah yang pertama memberitahu dan memperlihatkan saya, makam sang sultan Diponegoro, ketika saya naik pete-pete (angkot) dari pasar sentral menuju sekolah saya dulu, sampai akhirnya hampir tiap saat saya melewati, jalur itu, bahkan pernah sekali melihat langsung ketika pagarnya terbuka, tapi tidak bisa masuk karena sedang di bersihkan penjaganya.

Ternyata di umur segini saya baru tahu ternyata kakek atau buyut Pra6owo punya andil besar, mendzalimi, menjebak, menangkap, lalu mengkriminalisasi Pangeran Diponegoro selepas Idul Fitri kala itu, dan mengirim dia ke penjara benteng Rotterdam Makassar, sampai sang pangeran terkungkungkung di balik tembok benteng penjara dan meninggal dan di makamkan di Makassar.

Media sosial saat ini lagi ramai mengulik dan membahas siapa "Londo Ireng" sebenarnya, dan siapa keturunannya, terkadang ada orang tunjuk hidung orang lain karena lagi sedang kesal, padahal dia sendiri punya garis keturunan yang dia ucapkan sendiri, Wowok ini karena sudah tua, ambisi sudah terpenuhi setelah berusaha di tempuh berkali-kali, tapi hasrat masih menggebu-gebu, makanya sering blunder, omongan tidak terkontrol kalau ketemu mic, ucapan mulai tidak sinkron dengan otak, 10+6 jadi 17, 100x5 jadi 1000, apalagi bisa jadi tambah tantrum ketika dia tahu survey yang di rilis Tempo kemarin bahwa survey terbaru tingkat elektabilitas dirinya anjlok di mata rakyat sampai 20% lebih. 
😅😁🤣😂😆

Acchi
08:36 PM

Friday, 24 July 2026

Fans Argentina Baper 😁



Lucu juga melihat war comment di medsos soal bola ini, fans Argentina selalu melabeli lawannya fans Ronaldo bahkan tak sedikit yang pakai olok-olok, padahal nyatanya tidak begitu, banyak juga yang benar-benar fans Spanyol, maupun negara lain seperti Belanda, Inggris, Brasil, dan Portugal itu sendiri serta negara lain.

Fans Argentina gelap mata, semua di sangkut pautkan dengan Ronaldo dengan Portugal, padahal kenyataan tidaklah demikian.

Usai pertandingan setelah Spanyol bawa pulang thropi, fans bola berbagai negara memang seakan bersatu merayakan kemenangan Spanyol sekaligus merayakan kekalahan Argentina, terutama fans dari Mesir, Inggris, Swiss, Cape Verde, yang semuanya kalah menyakitkan, sakitnya bukan karena semuanya kalah murni, tapi mereka merasa kalah karena ada faktor lain yang lebih menguntungkan Argentina.  faktor lain  dinamika global seperti persoalan Palestina ikut mewarnai banyak dukungan juga ke Spanyol.

Kalau saya sendiri seperti di tulisan terdahulu, bahwa tiap piala dunia saya selalu fleksibel, kalau piala dunia Qatar saya dukung Inggris, Argentina, Jerman. Tahun ini lebih mendukung Negara-negara yang belum mencicipi piala dunia, Di Eropa saya dukung Belanda, Belgia, Portugal, Kroasia, di Afrika dukung Maroko, Mesir, Ghana, di Asia dukung Jepang, di Amerika yah Amerika dan Meksiko.

Kalau di klub saya fans Chelsea terutama di tahun 2000an, Zaman Drogba, Sheva, Anelka, Terry, Lampard, Cole, Abrahammovic, Jose Mourinho. Bahkan main playstasion pun klub andalan selalu pakai Chelsea.

Tapi gaya bermain saya takjub dengan Barcelona kala itu waktu masih ada Ronaldinho, Etoo, Messi, Puyol, Dani Alves, permainan tiki taka ala Pep Guardiola bikin Barcelona banjir thropi, pertandingan yang jarang terlewati kalau  elclasico Barca ketemu Real Madrid, terutama saat Zidane, Bekham, Ronaldo kuadrat masih merumput di Barnebeu, pertemuan di Liga, di Champion di Copa, dll, tensi selalu panas, atmosfer tinggi, pertandingan laga hidup mati yang selalu dinantikan.

Kalau sekarang antusiasme saya nonton bola mulai sedikit berkurang, pemain jarang kenal lagi, terutama yang di klub, nonton bola paling timnas, PSM,  piala dunia cukup negara-negara andalan dan yang di favoritkan juara, selebihnya cuma nonton highlight, atau berita olahraga, dan yang paling sering cuma liat livescore.

Persoalan bola semua ada masanya, generasi bommers kenal Pele, Bekenbeur, tau Ramang PSM, generasi di bawahnya tau Maradona, Bebeto, Mario kempes, Ruud Gullit, generasi di bawahnya lagi generasi milenial tau bedakan mana Berkamp mana Bekham, Ronaldo Messi yang punya fans masing-masing, genzi saat ini masanya Yamal, Enzo, Haaland, Bellingham atau Mbappe.

Piala dunia 2030 pasti akan berubah lagi, aturan baru akan ada lagi, regulasi bisa berubah lagi, marketing, dan anak andalan FIFA mungkin akan baru lagi, ada yang sudah pensiun, ada yang lagi matang-matangnya, ada pemain debutan baru, ada wonderkit baru, dan bisa jadi Indonesia tiga tahun kedepan sudah tampil juga di pentas dunia itu. 

Acchi
02:06 PM

Sekolah Sepi Peminat...



Usai laga Inggris Argentina, menyempatkan pindah channel tv nonton berita pagi, beberapa berita menayangkan ada sekolah yang hanya mendapatkan murid baru hanya sedikit, ada yang cuma tiga orang, ada yang dua dan satu orang murid, bahkan ada yang tidak ada sama sekali, ini menjadi fenomena tersendiri di tahun ajaran baru.

Penyebabnya macam-macam, ada beberapa variabel yang beraneka ragam, ada yang karena lingkungan sekolah yang kurang penduduk, sekolah lebih dekat dengan pusat bisnis dan industri, ada yang lingkungan sekitar sekolah angka kelahiran anak menurun drastis,  ada pula karena pilihan orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anaknya di tempat yang mereka rasa lebih berkualitas, sekolah unggulan, lingkungan yang kondusif dan tenang untuk belajar, yang pendidikan agama dan karakter bisa terpenuhi, serta pelajaran tambahan seperti tahfidz, bahasa asing ada, dan lain sebagainya, meskipun itu biaya lebih mahal dan sedikit lebih jauh dari tempat domisilinya.

Saat ini terjadi pergeseran, kalau dulu sekolah negeri jadi incaran, sekarang malah sekolah swasta yg  banyak di sasar, karena di swasta terutama SDIT, begitupula sekolah swasta untuk agama lain, jadi primadona karena menjanjikan mutu, bayangkan di daerah saya ini ada SDIT, tempat ponakan saya sekolah murid kelas satunya saja sampai beberapa kelas, dari kelas 1A sampai 1F, kabarnya muridnya sampai 300an lebih.

Kalau zaman saya dulu sekolah SD Negeri menjadi pilihan utama para orang tua, beberapa tetangga saya yang menjadi kawan bermain saya, orang tuanya memasukkan anaknya ke SD Negeri yang menjadi pilihan, yang inpres maupun yang teladan, kalau saya sendiri di pilihkan orang tua masuk di SD dekat rumah, SD swasta Muhammadiyah, meskipun awalnya saya juga sempat di tolak karena umur belum cukup enam tahun waktu itu, padahal Bapak saya kosong satunya Muhammadiyah di kabupaten kala itu, Bapak saya saat itu tidak mau menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya, sebagai Ketum PD Muhammadiyah, tidak mau cawe-cawe intervensi, akhirnya memilih ambil formulir di SD 01 dekat tempat mengajarnya di SMP, Namun tiba-tiba berubah karena nenek saya ngotot untuk tetap di SD Muhammadiyah saja, karena pikirnya waktu saya TK yang jarak tempat mengajar Ibu Bapak saya dengan TK saya cuma berjarak satu tiang listrik saja, saya masih sering kelupaan di jemput. 🤣

Akhirnya yang maju Ibu saya, entah bagaimana negosiasinya Ibu saya, karena ibu saya yang urus, sehingga saya akhirnya bisa sekolah di SD Muhammadiyah, bahkan kabarnya dalam nego itu saya harus dua tahun di kelas satu, di kasi tinggal setahun biar umur bisa setara dengan siswa/i lain, meskipun pada akhirnya, mungkin guru di SD pada lupa, dan saya pun tidak pernah dibuat tinggal kelas, enam tahun tamat juga.

Untuk menyiasati kekurangan pendaftar siswa, sebaiknya perlu langkah-langkah, saya tidak tahu sekarang, apa masih ada SD Negeri yang pakai status unggulan?, kalau masih ada sebaiknya di hapus saja, sistem zonasi di buat fleksibel, jangan ada sekolah kelebihan murid di kelas, yang kelebihan bisa di opor di transfer ke sekolah lain biar ada pemerataan siswa.

SD Negeri juga di tingkatkan kualitas mutu pendidikan dan tunjangan gurunya, kelas di buat nyaman, tidak bikin gerah, bila perlu pakai AC, pakai proyektor, papan tulis digital seperti SD Swasta yang elit, SDIT, mata pelajaran dan ekstra kurikuler tambahan juga ada. Makanya saya lebih setuju dengan pengadaan fasilitas dan pembenahan sekolah di banding eMBG, sebab lebih kelihatan efeknya, begitupula sekolah rakyat, daripada bangun sekolah rakyat dari nol, anggaran pembangunan rawan di MarkUp dan di korupsi, mending anak-anak yang miskin anak yatim di sekolahkan saja di dekat rumahnya, bebaskan semua biaya, fasilitas dari sepatu, buku, seragam, semua di penuhi dan di tanggung pemerintah, terutama oleh dinas pendidikan dan sosial, serta yang utama orang tuanya harus terdata dan dapat bansos, biar anaknya bisa sarapan dan makan malam, anak-anak bisa menikmati bersekolah, orang tua juga nyaman cari nafkah dan bekerja.

Acchi
01:56 PM

Monday, 20 July 2026

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Foto Medsos TVRI Sport


Piala dunia usai, saya termasuk yang bahagia Argentina takluk, meskipun prediksi_ku salah, di Facebook_ku, saya tulis 2-0 untuk Spanyol, Argentina gagal back to back, Messi nangis karena laga perpisahan tidak sesuai ekspektasinya, Argentina yang beberapa kali di untungkan, shubuh dinihari tim Tanggo harus mengakui kekalahan di laga 120 menit, jebol cuma sebiji gol dari Torres, Scaloni harus angkat topi pada gurunya Luis De la Fuente.

Spanyol yang di babak penyisihan yang main slow-slow saja, semalam mereka mengunci pergerakan skuad yang di pimpin Messi itu, tidak ada lagi istilah comeback dramatis, tak ada shot on goal dari Enzo Fernandez, malahan justru kartu merah yang di dapat, pendukungnya pun sampai boring menyaksikan permainan trio Martinez dkk_nya.

La Furia Roja tampil sempurna, tak mau meladeni provokasi dari tim Albiceleste, yang selalu beringas apalagi sering di untungkan wasit, di manja VAR, untung semalam wasit yang memimpin cukup adil, VAR berimbang, nuansa netral, meskipun di akhir laga saat usai Si Paredes kesetanan menghajar salah satu pemain Spanyol.

Yamal 🇪🇦 🇵🇸 anak muda usia 19 pakai nomor punggung 19, main tanggal 19 waktu New Jersey/New York, yang sempat di mandikan Messi waktu masih bayi itu, cukup merepotkan sampai ke jantung pertahanan lawan, Cucurella yang jago naik turun overlap, Cubarsi si anak muda yang tenang bertahan sampai dapat piala pemain muda terbaik, Si Simon matang di bawah mistar gawang cuma kebobolan satu gol selama turnamen, Rodri sang kapten di tengah bisa memainkan tiki taka versi zaman now bersama williams, Ferran Torres dapat durian runtuh dari umpan manja.
 
Skuad La Roja memang layak dapat gelar piala Dunia 2026, bisa mengawinkan juara piala Eropa 2024, back to back sama seperti 2008 dan 2010, kalau dulu Negara Eropa angkat thropi di Benua hitam Afrika, kini tim Eropa angkat piala di Benua Amerika, Trump Presiden Amerika pun sampai meluangkan waktu untuk mempersembahkan Thropi berbalut emas itu, padahal di kepalanya masih mikir  mau caplok minyak di mana lagi, masih pusing urus perang dengan IRAN, Sementara Infantino dan FIFA sudah dapat cuan besar, kembali akan memikirkan turnamen selanjutnya apakah pakai skema 32, 48 atau tambah lagi jadi 64 Negara.
😂😁😆😅🤣 

Acchi
01:26 PM

Sunday, 12 July 2026

Febrie Jampidsus Jadi Tersangka TPPU

Foto Capture Medsos Antara


Sepulang jogging sore kemarin, saat ammari-mari poso (rehat sejenak), sepintas melihat tv yang lagi breaking news, Si Febri Jampidsus di tersangkakan oleh polisi, meskipun kemarin masih ada yang ngomong dahulukan praduga tak bersalah, saya kasih emot ketawa yang ngomong gitu. 😁

Pikirku ngapain pakai praduga tak bersalah, yang barang buktinya sudah bejibun begitu dan terang benderang, emas yang disita lebih berat dari emas yang diatas Monas, duit dengan nilai bermilyar-milyar dengan berbagai macam mata uang negara lain, tempat penyimpanan dan tempat menyembunyikan harta haram itu juga dari berbagai tempat, yang dimiliki dan yang sering di datanginya, mulai dari cafe, money changer, sampai di rumah yang mengaku di miliki sendiri oleh Febri tapi tak dilaporkan di LHKPNnya. 😆

Kita sebagai masyarakat tidak kaget lagi dengan hal-hal seperti ini, masyarakat sudah terbiasa menyaksikan pejabat-pejabat yang ngomong soal korupsi, soal integritas tapi dia juga pelakunya, dia juga master mindnya, kebiasaan yang terus dipertontonkan seperti itu pada akhirnya akan terasa biasa lagi bukan sesuatu yang wah lagi, sama halnya yang saya saksikan kemarin sore ketika paskibraka lagi latihan, sudah tahun ketiga saya lihat mereka jalan robot, meskipun awal pertama kali melihat sempat kaget juga, namun tadi sudah tidak kaget lagi sebab sudah tiga tahun melihat seperti itu. 🤣

Kita sebagai masyarakat turut menikmati saja, menonton drama persoalan rasuah, persoalan beking-bekingan, persoalan institusi yang saling makan, ibarat kasus cicak buaya seperti masa lalu, namun kali ini coklat muda melawan coklat tua, saling buka borok, saling buka kejahatan, itu bagus biar fungsi pengawasan kelihatan nyata daripada saling melindungi. Namun tetap juga sisakan ruang kepercayaan dan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi, sebab namanya juga drama, bisa saja mereka di belakang layar mengatur deal-deal atau win-win solution biar hebohnya tidak terlalu menggelegar. 😅

Pada akhirnya tidak bisa dipungkiri semua institusi, di Bayangkara, di Adhiyaksa punya bajingan masing-masing, punya sapi perah dari kasus ilegal mining, batubara, timah, nikel, ilegal fishing, beking pembalakan hutan dan sawit, yang di jadikan ATM, punya sabu yang bisa di jual, punya diskotik dan tempat prostitusi yang dilindungi, punya dapur eMbg yang dijadikan bancakan, punya kasus yang bisa di jual belikan pasalnya, dan yang paling parah aroma faksi-faksinya, bau-bau institusi ini ada yang condong ke majikan solo dan institusi lainya di belakang penguasa Hambalang, seolah menjadi rivalitas demi kepentingan kelompok mereka, rakyat cuma kebagian geleng-geleng kepala saja atas ulah mereka ini. 🤭

Acchi
07:06 AM

Thursday, 9 July 2026

Piala Dunia Butuh Juara Baru


Saya soal pilihan tidak pernah terpaku pada satu sosok atau satu tim, apalagi sampai mengkultuskan dan menjadi fans fanatik, atau istilah agamanya Ghuluw atau taqlid buta, bukan karena tidak konsisten tapi karena waktu yang membuatnya dinamis sehingga pilihan bisa jadi lebih fleksibel.

Sama seperti Pilpres 2019 saya pilih Prabowo, itu pertama kalinya saya ikut Pilpres, karena sebelumnya saya Golputers, dan tahun 2024 saya pindah pilih Anies, karena kenapa? visinya jelas programnya masuk diakal ku, dan terbukti saya tidak salah pilih, karena Presiden sekarang, menjumlahkan 10+6 saja ngawur. 😆

Namun kali ini saya tidak akan bahas Pilpres, tulisan diatas cuma prembule, yang mau saya bahas soal jagoan saya di Piala Dunia 2026, kalau Piala Dunia 2022 saya memang menjagokan Argentina, Inggris yang sudah lama tidak angkat thropi dan beberapa Negara lain yang belum pernah angkat thropi.

Kali ini saya menjagokan negara-negara yang belum pernah merasakan nikmatnya merengkuh kasta tertinggi sepakbola sejagat, di luar dari delapan Negara yang sudah pernah jadi campiun. Portugal, Belanda, Belgia,  Kroasia, Meksiko, Jepang, Maroko, Mesir, Senegal, dan Norwegia, yang saya andalkan, namun sayang beberapa sudah gugur duluan, yang tersisa sampai perempat final ini yang saya harap sisa Norwegia, Belgia dan Maroko.

Kemarin malam saya termasuk yang berharap Mesir bisa mengalahkan Argentina, ketika Mesir unggul 2-0 saya sempat sangat senang, sampai akhirnya di sisa sepuluh menit Argentina comeback membalikkan skor jadi 3-2 , pemain Mesir mentalnya jatuh, pemain dan official banyak dapat kartu, apalagi beberapa keputusan wasit mulai banyak yang nyeleneh menurutku, kartu buat Mesir gampang keluar dari kantongnya, seharusnya ada moment krusial perlu di tinjau VAR saat pemain Mesir dirugikan, dilanggar, baik di kotak pinalti maupun pelanggaran lain seperti kena, dorongan, tampar dan sikut, Mesir seharusnya layak dapat dua tendangan pinalti, karena dua pemainnya ada yang kena tackel, dilanggar di kotak 16 itu.

Namun sudahlah, bola memang bundar, Argentina tidak bisa dipungkiri adalah kesayangan FIFA, Messi adalah personal branding yang dijadikan alat marketing dan cuan buat FIFA & Infantino di Piala Dunia kali ini, babak perempat final, semifinal kalau Swiss atau Inggris, Norwegia tak mampu menghentikan tim Tanggo ini, maka 99% Argentina akan back to back menjadi kampiun dua kali berturut-turut.

Tapi saya masih berharap, semoga foto terlampir di atas, jadwal perempat final, negara-negara yang sebelah kanan yang jadi juaranya, biar piala dunia kali ini ada juara barunya, kalau yang di sebelah kiri masing-masing sudah punya bintang diatas logonya.

Nb:
*Foto Facebook Timnas Indonesia + edit Ai

Acchi 
08:46 AM

Wednesday, 8 July 2026

Sponsor Partner Piala Dunia 2026

Foto Medsos Mebisi

Piala Dunia FIFA bukan sekadar turnamen sepak bola terbesar di dunia. Di balik kemegahan pertandingan, stadion yang megah, dan jutaan penonton dari berbagai negara, terdapat jaringan perusahaan multinasional yang menjadi tulang punggung pembiayaan penyelenggaraan turnamen. Sponsor bukan hanya penyedia dana, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran global yang menjadikan Piala Dunia sebagai etalase bisnis terbesar di muka bumi.

Yang kita saksikan di layar kaca yang ada di stadion yang terpampang pada papan iklan led board, maupun yang di jadikan background saat pemain konfrensi pers, atau pemain menerima penghargaan man of the match, adalah sponsor-sponsor resmi yang ada di piala dunia 2026, Amrika, Kanada, Meksiko.

Menariknya, sponsor resmi Piala Dunia berasal dari beragam sektor industri. Hal ini menunjukkan bahwa sepak bola telah berkembang menjadi industri global yang mampu menjangkau hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Sponsor sebagian besar berasal dari Amerika, kemudian ada yang dari Jerman, Arab, China, Qatar, Korea, dan lain sebagainya.

Di sektor olahraga, Adidas menjadi mitra paling ikonik FIFA. Perusahaan asal Jerman ini telah puluhan tahun memasok bola resmi pertandingan, perlengkapan wasit, dan berbagai atribut olahraga. Kehadiran Adidas menjadi simbol hubungan erat antara industri olahraga dan Piala Dunia.

Di bidang energi, Aramco mewakili industri minyak dan gas. Kerja sama ini menunjukkan bahwa perusahaan energi terbesar dunia juga melihat sepak bola sebagai sarana membangun citra dan memperluas pengaruh global.

Sektor otomotif diwakili oleh Hyundai dan Kia. Kedua produsen kendaraan asal Korea Selatan tersebut menyediakan dukungan transportasi serta memanfaatkan Piala Dunia sebagai media promosi kepada miliaran calon konsumen.

Dalam bidang keuangan, Visa dan Bank of America berperan sebagai sponsor utama. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana sistem pembayaran digital dan layanan perbankan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ajang olahraga modern, mulai dari transaksi tiket hingga layanan keuangan bagi pengunjung.

Industri makanan dan minuman menjadi sektor dengan jumlah sponsor terbanyak. Coca-Cola hadir sebagai salah satu mitra FIFA paling legendaris yang telah bekerja sama sejak puluhan tahun lalu. Frito-Lay mempromosikan produk camilan, McDonald's mewakili restoran cepat saji, Mengniu Dairy membawa produk susu, Unilever memperkenalkan berbagai produk kebutuhan sehari-hari, sementara AB InBev memasarkan merek minumannya di negara-negara yang regulasinya mengizinkan. Dominasi sektor ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan dan minuman memiliki hubungan erat dengan budaya menonton sepak bola.

Di bidang teknologi, Lenovo dan Hisense memanfaatkan Piala Dunia untuk memperkenalkan komputer, laptop, televisi, hingga perangkat elektronik rumah tangga. Turnamen yang disaksikan miliaran orang menjadi panggung ideal untuk memperkuat posisi mereka di pasar global.

Sektor transportasi udara diwakili Qatar Airways. Maskapai ini memanfaatkan Piala Dunia untuk memperkuat citra sebagai maskapai internasional yang menghubungkan berbagai negara, sekaligus mendukung mobilitas tim, ofisial, dan suporter.

Perusahaan telekomunikasi Verizon menunjukkan bahwa konektivitas digital kini menjadi bagian penting dari pengalaman menonton sepak bola, baik di stadion maupun melalui layanan daring.

Di sektor perhotelan, Marriott International menyediakan dukungan bagi kebutuhan akomodasi. Sementara itu, Rock-it Cargo bergerak di bidang logistik, memastikan perlengkapan pertandingan, peralatan siaran, dan berbagai kebutuhan operasional dapat berpindah antarnegara dengan aman dan tepat waktu.

Tidak kalah penting, DoorDash menghadirkan layanan pesan-antar berbasis digital, sedangkan ADI Predict menunjukkan berkembangnya penggunaan analisis data dan kecerdasan buatan dalam dunia olahraga modern.

Keberagaman sponsor tersebut memperlihatkan bahwa Piala Dunia bukan hanya milik industri olahraga. Energi, otomotif, teknologi, keuangan, makanan, transportasi, logistik, telekomunikasi, hingga layanan digital sama-sama memanfaatkan turnamen ini sebagai media promosi yang menjangkau miliaran orang di seluruh dunia.

Pada akhirnya, Piala Dunia menjadi bukti bahwa sepak bola telah berubah menjadi sebuah ekosistem ekonomi global. Di setiap gol yang tercipta, di balik setiap siaran langsung, dan di setiap stadion yang penuh oleh suporter, terdapat investasi besar dari perusahaan-perusahaan dunia yang menjadikan sepak bola bukan hanya olahraga, melainkan juga salah satu industri paling bernilai di era modern.

Nb:
*Tulisan di sadur dari berbagai sumber

Acchi
09:46 PM

Negeri Serba Pajak



Pas baru buka pintu pagi tadi, ada petugas yang bagi-bagi kertas hijau putih warna tosca, di depan rumah tetangga, dan ternyata saya juga kebagian, awalnya saya kira kupon undian umroh atau bansos, 😅 pas saya lihat, walah, eh... ternyata lembar kertas SPPT PBB, pajak bumi bangunan.

Yang mana salah satu obyek pajak yang paling tidak masuk di akal ku,🤭. Kertasnya aja tertulis Surat pemberitahuan pajak terhutang, kita dianggap ngutang, 🙄. Bayangkan tanah sendiri, bangun rumah sendiri, pemerintah dengan entengnya tarik pajaknya padahal tidak bantu beli, apalagi bantu bangun rumahnya, padahal waktu beli sudah terlebih dahulu kena pajak, mau dibanguni rumah kena lagi biaya IMB dan pajaknya, bahkan untuk mau jual tanah dan bangunannya kena pajak lagi, kena PPH dan BPHTB, pas bangunannya dipakai usaha lagi-lagi kena pajak. 😁

Sementara tanah ini sifatnya statis, tidak kemana-mana, tetap pada tempatnya, kalau pajak kendaraan masih bisalah saya tolerir dan masih masuk akal dikenakan pajak, meskipun pajak kendaraan di Negeri ini tidak ngotak juga, dibanding Negara tetangga, yang perbandingan nilai pajaknya sangat jomplang, di Negeri seberang bisa murah, sementara di sini pajaknya mencekik dan menguras kantong. Namun okelah kendaraan di pajaki karena kendaraan yang sifatnya mobile, bergerak menggunakan jalan, sebab jalan butuh biaya, mulai dari biaya pembuatan, pengaspalan, perbaikan sampai penambalan, semua butuh dana.

Kemarin melihat di Facebook, Bupati lagi tinjau jalan di suatu tempat yang sudah rusak parah, yang kabarnya sudah akan dikerjakan, ini salah satu fungsi bayar pajak kendaraan yang saya maksud masih masuk diakal ku karena bisa dipakai untuk perbaikan jalan. Tapi ada juga berita menteri PU lagi kunjungan dinas, kunjungan kerja ke Amerika, sambil bawa anak istri pakai duit dari pajak rakyat, apalagi kabarnya sambil mau nonton piala dunia disana, 😆, dan yang paling diluar nurul, kemarin saya lihat video di medsos Gubernur lagi tantrum, ketika dia menonton konten di tiktok, banyak warga yang tanam pisang di jalan berlubang, dan anehnya Gubernur malah bikin pernyataan, kalau jalan yang ditanami pisang oleh warga tidak akan diperbaiki 😂. 

Gubernur seperti ini rada-rada koslet menurutku, tidak mau terima realitas yang terjadi di lapangan, di kritik baperan, padahal gajinya dari pajak rakyat juga, dia harus paham bahwa warga berbuat demikian karena sudah merasa tersiksa, bahkan sudah ada yang mengalami sampai tahunan, karena jalannya di saat panas berdebu, di saat hujan jadi kubangan, dan warga itu juga tetap bayar macam-macam pajak, mulai dari PBB, pajak kendaraan, sampai PPN yang sering nongol di struk belanja atau pembayaran. 🤣...

Acchi
08:06 PM

Tuesday, 7 July 2026

Trump Cawe-cawe Dan Ujian Independensi Fifa



Piala Dunia selama puluhan tahun dikenal sebagai panggung persatuan. Di atas lapangan, warna kulit, bahasa, ideologi, bahkan konflik antarnegara seolah berhenti selama 90 menit pertandingan. Namun Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa sepak bola tidak pernah benar-benar dapat dipisahkan dari politik.

Sebagai tuan rumah utama, Amerika Serikat memiliki tanggung jawab besar memastikan semua peserta, ofisial, wasit, dan suporter memperoleh perlakuan yang adil. Namun justru pada edisi inilah berbagai kontroversi muncul, mulai dari persoalan visa, pembatasan terhadap suporter, hingga dugaan intervensi politik terhadap keputusan disiplin FIFA.

Kontroversi terbesar meledak ketika Presiden Donald Trump secara terbuka meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Tak lama kemudian FIFA membatalkan sanksi larangan bermain sehingga Balogun dapat tampil pada babak 16 besar. Keputusan tersebut langsung memicu kritik dari berbagai federasi sepak bola Eropa, mantan pejabat FIFA, pelatih, hingga pengamat yang menilai bahwa keputusan disiplin seharusnya berdiri di atas hukum permainan, bukan tekanan politik. Ironisnya, Amerika Serikat tetap tersingkir setelah kalah telak dari Belgia sehingga kontroversi itu tidak mengubah hasil akhir pertandingan.

Di sinilah muncul pertanyaan besar mengenai independensi FIFA. Dalam Statuta FIFA ditegaskan bahwa organisasi sepak bola harus menjalankan urusannya secara independen dan bebas dari campur tangan pihak ketiga, termasuk pemerintah. Prinsip ini bukan sekadar aturan administratif, melainkan fondasi agar semua negara diperlakukan sama. Jika keputusan disiplin pemain dapat berubah setelah adanya tekanan politik dari kepala negara, maka muncul preseden berbahaya bahwa kekuatan politik bisa lebih menentukan daripada regulasi pertandingan.

Kontroversi tersebut semakin memperkuat anggapan bahwa FIFA menghadapi dilema besar. Di satu sisi mereka harus menjaga hubungan dengan negara tuan rumah. Di sisi lain mereka wajib mempertahankan prinsip netralitas yang selama ini menjadi dasar organisasi sepak bola dunia. Ketika keseimbangan itu terganggu, kepercayaan publik terhadap integritas kompetisi ikut dipertaruhkan.

Masalah tidak berhenti di dalam stadion. Sejak sebelum turnamen dimulai, kebijakan imigrasi Amerika Serikat telah menimbulkan kekhawatiran luas. Sejumlah wasit dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh visa sehingga penugasan perangkat pertandingan harus disesuaikan. Hal ini menjadi ironi karena pertandingan terbesar di dunia justru menghadapi hambatan administratif terhadap orang-orang yang bertugas menegakkan aturan permainan.

Situasi yang lebih rumit dialami Tim Nasional Iran. Demi menghindari berbagai persoalan keamanan dan administrasi, mereka memilih menjadikan Meksiko sebagai basis latihan (home base) meskipun sebagian pertandingan berlangsung di Amerika Serikat. Kondisi tersebut memaksa tim menjalani perjalanan lintas negara secara berulang, sesuatu yang tentu tidak ideal bagi persiapan atlet profesional.

Dampaknya juga dirasakan oleh para suporter. Banyak pendukung dari negara-negara tertentu menghadapi penolakan visa atau pembatasan masuk ke Amerika Serikat. Akibatnya, atmosfer yang selama ini menjadi ciri khas Piala Dunia kehilangan sebagian warnanya. Turnamen yang seharusnya menjadi pesta seluruh dunia berubah menjadi kompetisi yang tidak dapat dinikmati secara setara oleh semua pendukung sepak bola.

Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi pelajaran penting bahwa menjadi tuan rumah bukan hanya soal stadion megah dan teknologi canggih. Yang jauh lebih penting adalah menjamin kesetaraan bagi semua pihak tanpa memandang kewarganegaraan maupun situasi politik.

Sepak bola memang tidak pernah bisa sepenuhnya lepas dari politik. Namun ada garis yang tidak boleh dilampaui. Ketika pemerintah mulai memengaruhi keputusan wasit, sanksi pemain, akses suporter, hingga mobilitas peserta turnamen, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan kredibilitas olahraga paling populer di dunia.

Pada akhirnya, FIFA akan selalu diingat bukan hanya karena siapa yang mengangkat trofi juara, tetapi juga karena bagaimana mereka menjaga prinsip bahwa di dalam sepak bola, semua peserta harus tunduk pada aturan yang sama. Sebab ketika hukum permainan dapat berubah karena kekuasaan, maka yang kalah bukan hanya satu tim, melainkan keadilan itu sendiri.

Dan akhirnya saya pun ikut bergembira ketika Amerika dilumat Belgia pagi tadi dengan skor mencolok 4-1, ini adalah seperti karma buat Amerika dan Trump yang terlalu cawe-cawe dalam urusan sepakbola yang dimix dengan kepentingan politiknya.

Nb: 
*Tulisan ini disadur dari berbagai sumber.
*Foto Media Sosial

Acchi
08:06 PM

Monday, 29 June 2026

Serba-Serbi Piala Dunia 2026

Foto Capture Medsos

Serba-Serbi Piala Dunia 2026, Turnamen besar, unik, aturan sedikit dibuat ribet, biar berkualitas, mengefisiensi waktu, tanpa drama buang-buang waktu, tekhnologi di pertajam, stadion dengan led board papan iklan yang lebih banyak, bola pakai sensor yang lebih sensitif, wasit pakai body cam diatas telinga sejajar dengan mata.

Piala Dunia 2026 bukan turnamen biasa. Ini edisi pertama dengan 48 tim, tiga negara tuan rumah, dan segudang aturan baru yang bikin pelatih pusing tapi fans senyum-senyum.

Piala Dunia Terbesar Sepanjang Sejarah
dengan format baru 48 tim, 12 grup, Dulu 32 tim sejak 1998, sekarang ditambah jadi 48.
 
Hasilnya 104 pertandingan secara total dan turnamen paling lama, sekitar 39 hari dari 11 Juni sampai 19 Juli 2026. Dibanding edisi sebelumnya yang cuma 28 sampai 32 hari.

Tiga negara tuan rumah sekaligus Amerika Serikat, Meksiko, Kanada. Pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia.

Stadion berada di 16 Kota, Nama stadion beberapa dirubah untuk sementara karena tidak merupakan sponsor resmi world cup 2026.
Foto Capture Medsos

Amerika punya sebelas stadion
MetLife Stadium NY/NJ 82.500, AT&T Stadium Dallas 84.000, SoFi Stadium LA 70.000, Mercedes-Benz Atlanta 75.000, dll. 
Kanada hanya menyumbang dua stadion BMO Field Toronto 45.000, BC Place Vancouver 54.000. 
Sementara Meksiko tiga stadion Estadio Azteca Mexico City 83.000, Estadio Akron Guadalajara 48.000, Estadio BBVA Monterrey 53.500. 

Uniknya FIFA menghapus semua nama sponsor. AT&T Stadium jadi "Dallas Stadium", SoFi jadi "Los Angeles Stadium", Gillette jadi "Boston Stadium". Di Gillette, petugas harus menutup 65.000 logo Gillette di kursi satu-satu pakai lakban. Levi's Stadium malah di tutup pakai terpal putih, tapi bentuk logo "batwing"-nya masih kelihatan mengikuti logo aslinya.

Pertandingan Final nanti di MetLife Stadium, East Rutherford New Jersey/New York, 19 Juli 2026.

Fakta unik stadion Estadio Azteca jadi stadion pertama yang dipakai di tiga Piala Dunia berbeda: 1970, 1986, 2026. 

Aturan Pergantian Pemain & Anti Time Wasting. FIFA bener-bener tidak mau ada buang-buang waktu lagi. Substitusi atau pergantian pemain diberi waktu 10 detik saja. Pemain yang ditarik keluar, wajib keluar lapangan dalam 10 detik lewat jalur terdekat. Kalau telat, pemain pengganti harus menunggu satu menit baru boleh masuk. Artinya tim main 10 lawan 11 selama semenit. Pergantian pemain tetap lima kali bisa ganti, plus satu bonus cedera kepala. Batas normal tetap lima pemain. Tapi ada "substitusi concussion" permanen yang tidak dihitung. Kalau tim A pakai, tim B otomatis dapat tambahan satu slot juga biar adil. 

Foto Capture Medsos


Throw in lemparan kedalam & Goal kick lima detik. Wasit angkat tangan hitung mundur lima detik. Kalau lewat, bola dikasih ke lawan. Throw in telat, lemparan dibalik. Goal kick telat jadi corner buat lawan.

Pemain cedera harus keluar dalam satu menit. Kecuali kiper. Tujuannya mencegah drama pura-pura cedera buat mengulur waktu. Hydration break atau water break ada waktu tiga menit tiap babak. Karena cuaca panas di Amerika Utara. Jadi tiap 45 menit ada jeda minum. 

VAR & Disiplin yang Lebih Ketat, VAR diperluas, bisa review kartu kuning kedua yang salah, salah identitas, dan corner yang salah dikasih. 

Kartu merah baru, Menutup mulut saat konfrontasi dapat kartu merah. Jalan keluar lapangan protes keputusan wasit juga dapat kartu merah. Tim yang bikin pertandingan ditinggalkan bisa langsung kalah WO.

Fakta Unik Lainnya pertandingan ke 
1.000 selama pertandingan Piala Dunia, dicapai saat Jepang vs Tunisia, 20 Juni 2026 kemarin.

Foto Capture Medsos

Kapasitas stadion terbesar AT&T Stadium Dallas 84.000. Terkecil: BMO Field Toronto 45.000.

Aturan untuk fans yang mau menonton secara langsung juga diatur, tidak boleh pakai body paint saja dilarang streaking. Bawa botol cuma boleh satu botol plastik 590ml yang masih tersegel. 

Intinya, Piala Dunia 2026, lebih banyak tim, lebih banyak stadion, lebih banyak aturan anti drama mengulur waktu. FIFA ingin tempo makin cepat, drama makin sedikit, ini tentu beda dengan di Piala Dunia Qatar 2022 lalu yang tambahan waktunya bisa sampai belasan menit.

Itulah sekelumit dan serba-serbi piala dunia di benua Amerika yang coba saya sadur dari beberapa sumber, tentunya masih banyak hal unik yang lainnya yang belum sempat dituliskan disini. Termasuk satu, khusus bendera Arab dapat diskresi saat open ceremony dan national Anthem, bendera tidak diletakkan diatas lapangan seperti tim lain, tapi tetap dipegang para relawan atau Steward, karena bendera Arab bertuliskan kalimat tauhid yang harus dihormati.

Terakhir saya berharap ada juara baru lagi, Portugal, Belanda, Belgia, Amerika, Meksiko atau Jepang, sepertinya layak dapat tahta tertinggi, dan yang mewakili tim Asia sampai saat ini masih kurang meyakinkan, banyak Tim yang kalah telak, kecuali Jepang yang masih bisa fight sampai 32 besar, bersama Australia yang juga numpang di Asia, untuk mengimbangi kekuatan tim Eropa, Amerika dan Amerika latin serta Afrika. Sementara Arab dan Qatar kesayangan AFC cuma dibuat ayam sayur disana. 😆

Acchi
11:26 AM

Friday, 26 June 2026

Fenomena Sensus Ekonomi 2026

Capture Foto BPS

Lagi ramai di media sosial dibahas tentang sensus ekonomi untuk tahun 2026 ini (SE2026), yang kabarnya akan berlangsung selama hampir tiga bulan mulai dari Juni hingga Agustus. Sensus ekonomi ini khusus untuk mendata sektor bisnis, pelaku usaha, pedagang, umkm, sampai afiliator dan pedagang online.

Sensus ekonomi ini dilakukan oleh badan statistik untuk pemetaan khusus sektor ekonomi, setiap persepuluh tahun, sama dengan sensus penduduk, cuma pendataan beda tahun kalau sensus ekonomi dilaksanakan di tahun berakhiran angka 6 seperti saat ini tahun 2026, sebelumnya tahun 2016, 2006, kalau sensus penduduk di angka 0, 2000, 2010, 2020 terakhir, kalau tidak salah adalagi sensus khusus pertanian & peternakan juga tahunnya beda lagi, pendataannya sepertinya kurang lebih sama yang membedakan cuma obyek pertanyaannya.

Banyak fenomena yang terkuak yang terlihat di media sosial, persoalan pendataan ini, banyak masyarakat yang baru merasakan di data seperti ini, ada masyarakat yang menolak, ada yang fine-fine saja, ada yang sampai menyangkut pautkan persoalan pajak, persoalan bantuan sosial, bahkan ada yang viral petugas sensus sampai di lempar keranjang ember, karena tuan rumah yang punya usaha warung kesal di tanya-tanya yang terlalu mendetail.

Sensus ini bukan hal baru, yang baru adalah sebagian orang-orangnya yang baru merasakan di sensus, terutama generasi-generasi zilenial, yang di mintai data yang di mintai jawaban dari pertanyaan yang kadang memang bikin risih, apalagi sampai menyerempet pada pertanyaan yang bersifat privat, seperti berapa penghasilan, omzet, punya harta apa saja, masak pakai gas ijo atau pink, sampai kondisi tempat usaha rumah di foto segala, dan lain sebagainya.

Saya teringat waktu mendampingi Ibu saya kala itu, saya masih SMA, ada petugas sensus yang datang mendata, memang pertanyaannya ada beberapa yang rada-rada aneh menurutku, dan yang paling saya ingat ditanyakan jarak WC atau Closed ke Septic tank berapa meter?. 😆 

Sensus ini sebenarnya niatnya bagus, yang bikin ilfil masyarakat sampai bikin parno adalah takut kebocoran data, jangan sampai di salah gunakan pihak lain, dijadikan pinjol, judol, masyarakat juga bisa geram karena pikirannya bisa dijadikan obyek pajak baru dari usahanya. 

Bahkan beberapa masyarakat saking menurunnya trust atau tingkat kepercayaan pada lembaga dan institusi negara, ada masyarakat sampai mempertanyakan hasil akhirnya akan seperti apa? apakah rawan di manipulasi apalagi sampai di bajak pemerintah demi kepentingan elektoralnya. Kekhawatiran masyarakat juga jangan sampai fakta di lapangan tidak sesuai yang terdata diatas kertas dan yang terinput di database, contoh kecilnya saja data garis kemiskinan rakyat Indonesia, sengaja dibuat standar income perkapitanya diturunkan biar tidak terlalu mencolok data jumlah orang miskin di Negeri ini, padahal bila berdasarkan data lembaga dunia, Indonesia, Rakyat miskinnya termasuk melonjak tajam, di tambah lagi kelas menengahnya banyak yang turun kelas.

Acchi
05:26 AM 

SPKLU Bantaeng



Tadi waktu lewat di pantai seruni, dekat lapangan basket, terlihat dua alat yang bikin saya penasaran, saya kira portal untuk parkiran seperti di Rumah Sakit, pikirku ini akan menjadi nilai tambah pendapatan daerah.

Namun ternyata saya salah perkiraan, ternyata dua unit warna biru putih itu adalah SPKLU untuk mengecas kendaraan listrik (Electric vehicle).

Sementara mobil listrik maupun motor di daerah ini masih sangat jarang terlihat, meskipun saya pernah sempat melihat satu dua unit Wuling sama BYD. Justru yang sempat dulu banyak sepeda listrik dan skuter yang malah sekarang sudah banyak yang moppo karena baterai sudah kalah, sudah kembung, dan sekarang  sudah berganti oto-oto listrik seperti yang ada di lapangan hitam.

Ternyata SPKLU sedang massif dibangun di daerah ini, tadi waktu mutar-mutar, saya baru ngeh baru sadar, bukan saja dibangun di kantor PLN, tapi di beberapa titik sudah terpantau oleh mata saya ada di lapangan hitam, ada di jalan poros, ada di dalam kantor, ada di halaman bekas Alfamart.

Ini artinya mungkin pemerintah sedang memasifkan penggunaan kendaraan listrik, partalite berangsur akan di hilangkan, karena salah satu buktinya banyaknya motor listrik yang dipesan Dadang MBG sebelum ketangkap, meskipun sekarang bermasalah masih menumpuk digudang penyimpanan dan tak kunjung dibagi, justru malah infonya akan dibagikan ke guru honorer.

Dan bisa jadi dengan adanya SPKLU di beberapa titik, mobil motor EV juga ikut bertambah, di tahun-tahun mendatang, meskipun saat ini harganya masih diatas harga kendaraan yang berbahan bakar minyak.

Meskipun saat ini masih menjadi ironi juga, kendaraan untuk energi hijau yang bebas polusi, tapi sumber utama listriknya masih pakai batubara terutama di PLTU, belum lagi komponen baterai yang masih mahal, masih sulit didaur ulang, sehingga akan menjadi limbah lagi, pengecasan pun perlu waktu yang sedikit lama, tidak sesimpel dengan isi minyak yang tinggal colok nozel ke tangki kendaraan yang waktunya hanya hitungan detik menit saja.

Kalau saya pribadi lebih setuju dengan kendaraan hybrid, perpaduan minyak dan listrik, kendaraan minum minyak sambil ngecas sendiri untuk kemudian di jadikan energi kembali, mengingat untuk isi bensin saja terkadang masih antri panjang di SPBU, apalagi kalau nanti kendaraan listrik sudah banyak, SPKLU akan kewalahan juga, sementara untuk ngecas di rumah juga diperlukan alat konektor tambahan, tambah daya listrik sampai diatas 7000 watt baru bisa ngecas sendiri di rumah.

Acchi
05:06 AM

Friday, 12 June 2026

Nasib Warga Negara Indonesia

Foto Capture Medsos

Semalam melihat kabar berita, Listrik Jawa Bali terancam padam bergiliran, dan bisa menjadi efek domino di pulau-pulau lainnya, karena pasokan batubara menipis, pengusaha batubara dan para konglomerat lebih memilih eksport batubara karena memanfaatkan nilai kurs Dollar yang sedang melambung tinggi.

Begitu pula dengan minyak sawit, minyak subsidi "Minyak Kita" sudah langka & harga di pasaran sudah naik diatas 20 ribuan perliter, lagi-lagi cukong-cukong oligarki lebih memilih eksport biar dapat cuan lebih banyak.

Pertamax dibuat naik tanpa pemberitahuan, dinaikkan tengah malam, sampai harga 4000, pengguna Pertamax mulai migrasi ke Partalite, sementara Partalite yang subsidi sudah dibuat langka.

Beberapa komoditi pangan dan kebutuhan dasar akan ikut merangsek naik akibat imbas dari kenaikan harga minyak dunia. Situasi Geo politik global juga ikut memperparah, kebijakan fiskal pemerintah yang salah kelola, program MBG dan Koperasi ikut memperburuk postur anggaran keuangan Negara, sawit dan batubara yang melimpah di Negeri ini dikuasai segelintir orang, pemerintah tak berdaya menegur apalagi mengatur, sebab oligarki adalah donatur saat kampanye, hasil imbal balik perjanjian terselubung.

Rakyat menengah ke bawah yang paling rentan merasakan dampaknya, dicekik pajak, penghasilan tidak menentu, banyak yang terkena PHK karena investor juga kabur ke Negara tetangga yang lebih kondusif fundamental ekonominya, pedagang UMKM dan pedagang Online mengeluh sepi orderan, kuota Internet mahal ikut memperparah transaksi online.

Sementara Prabowo masih suka Plesiran ke luar Negeri dengan anggaran fantastis sekali jalan, saat stay di dalam Negeri suka pidato-pidato ngawur, katanya kalau dia mati dia akan monitor dari atas, sepertinya dia mau intervensi urusan malaikat, 😅 matematikanya kacau balau 10+6 jadi 17, 🤣 padahal sudah baca teks dan contekan, yang di bawah segitu banyaknya pengusaha muda tidak ada yang koreksi malah ikutan G*blok pakai tepu tangan lagi. Makanya saya usul pak WO, hentikan program makan, karena kebanyakan makan bisa bikin ngawur, ganti dengan program pendidikan gratis apalagi MK sudah ada keputusan tinggal dieksekusi, sebab pendidikan yang baik dan layak bisa bikin pintar dalam penjumlahan. 😁

Rakyat mulai gerah, Mahasiswa sudah mulai turun ke jalan menyuarakan #MenujuIndonesiaBangkrut & #ReformasiJilidDua.

Sementara media terutama media mainstrem takut meliput aksi mahasiswa, medianya takut kena bradel dan terintimidasi.

Begini amat Yaa Allah jadi WNI, semoga di hari Jum'at berkah ini masih ada secercah harapan, sambil berharap rezeki datang dari arah yang tidak di sangka-sangka.

Acchi
01:46 PM

Wednesday, 3 June 2026

Si Dadang Pakai Rompi Pink

Foto Okezone

Di tulisan sebelumnya saya pasimis soal penegakan hukum soal kasus MBG ini, apalagi yang terseret adalah pion Jokowi, mengingat ada satu pion Jokowi seperti Silfester yang sudah terpidana tapi masih bebas, malah dapat jatah komisaris lagi di perusahaan BUMN. 

Namun khusus kasus MBG ini, ternyata saya salah duga, ternyata beberapa jam setelah Si Bapak kepala botak dicopot bersama dua wakilnya, Kejaksaan langsung gercap bergerak dalam sunyinya malam Rabu dini hari, di saat saya tidur, disaat sebagian besar rakyat +62 bermimpi, di saat itu pula tim tangkap kejaksaan datang menangkap paksa Si Dadang Si Lodewik Si Sony di kediamannya masing-masing, kejaksaan juga menggeledah tempat tinggalnya beserta kantor BGN.

Dan plot twistnya ketiga mantan jagoan BGN itu sebelum magrib waktu Jakarta, keluar dari kejaksaan agung sudah berompi pink dan tangan terborgol, digelandang ke mobil hijau untuk menginap disel Salemba.

Dalam konferensi pers kejaksaan dikatakan bahwa ketiganya terbukti menyalahgunakan jabatannya, terbukti korupsi tata kelola penyimpangan program MBG, yang di dalamnya menyangkut banyak hal manipulasi afiliasi yayasan, dapat setoran dan insentif dari yayasan dan dapur sampai satu milyar perhari Masya Allah tabarakallah tentunya buat mereka, begitupula buat proyek yang markup_nya naudzubillah mulai dari pengadaan motor listrik, menggelembungkan anggaran barang dan jasa berupa tablet, televisi, sepatu, dan beberapa proyek lainnya bahkan bisa jadi proyek aplikasi yang nilai sampai 1,2 Triliun yang baru dilaunching kemarin, karena kejaksaan masih menghitung seberapa besar semua kerugian material Negara.

Hari apes memang tidak ada di kalender Si Bapak kepala botak baru pulang haji dan dengan bangga dia naik haji reguler, bukan haji plus, bukan ke  Makkah pakai jalur pejabat negara, dan ikut mengantri daftar tunggu selama beberapa tahun, belum sempat bagi kurma ketetangganya, belum sempat bagi air zam-zam kepada anak buahnya, belum sempat sowan ke Solo.

Program andalan Prabowo ini pada dasarnya cukup baik dan mulia karena mau memberi makan anak sekolah, anak bayi, ibu hamil, tapi mereka lupa dengan skala prioritas, anggaran utang negara dibuat jor-joran sampai jeblok, program dibuat sebagai alat politis, dibikin sebagai alat kepentingan kekuasaan, dan memang secara logika terlalu banyak cacatnya, penyimpangannya banyak, pemborosan anggaran besar, kasus keracunan masih ada, dan yang menikmati Gizi besarnya seperti orang-orang di lingkaran Si Dadang dan kawan-kawannya, sementara yang di dapat para murid ampas Gizinya.

Terakhir semoga mereka, semoga lembaga badan ini bisa sadar diri untuk berbenah, mau berubah, mau transparan, mendengar yang mengkritik, terima masukan. Tapi kalau saya sih masih konsisten bahwa program ini memang tidak masuk diakalku. 🤭

Acchi
08:26 PM