Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Wednesday, 3 June 2026

Si Dadang Pakai Rompi Pink

Foto Okezone

Di tulisan sebelumnya saya pasimis soal penegakan hukum soal kasus MBG ini, apalagi yang terseret adalah pion Jokowi, mengingat ada satu pion Jokowi seperti Silfester yang sudah terpidana tapi masih bebas, malah dapat jatah komisaris lagi di perusahaan BUMN. 

Namun khusus kasus MBG ini, ternyata saya salah duga, ternyata beberapa jam setelah Si Bapak kepala botak dicopot bersama dua wakilnya, Kejaksaan langsung gercap bergerak dalam sunyinya malam Rabu dini hari, di saat saya tidur, disaat sebagian besar rakyat +62 bermimpi, di saat itu pula tim tangkap kejaksaan datang menangkap paksa Si Dadang Si Lodewik Si Sony di kediamannya masing-masing, kejaksaan juga menggeledah tempat tinggalnya beserta kantor BGN.

Dan plot twistnya ketiga mantan jagoan BGN itu sebelum magrib waktu Jakarta, keluar dari kejaksaan agung sudah berompi pink dan tangan terborgol, digelandang ke mobil hijau untuk menginap disel Salemba.

Dalam konferensi pers kejaksaan dikatakan bahwa ketiganya terbukti menyalahgunakan jabatannya, terbukti korupsi tata kelola penyimpangan program MBG, yang di dalamnya menyangkut banyak hal manipulasi afiliasi yayasan, dapat setoran dan insentif dari yayasan dan dapur sampai satu milyar perhari Masya Allah tabarakallah tentunya buat mereka, begitupula buat proyek yang markup_nya naudzubillah mulai dari pengadaan motor listrik, menggelembungkan anggaran barang dan jasa berupa tablet, televisi, sepatu, dan beberapa proyek lainnya bahkan bisa jadi proyek aplikasi yang nilai sampai 1,2 Triliun yang baru dilaunching kemarin, karena kejaksaan masih menghitung seberapa besar semua kerugian material Negara.

Hari apes memang tidak ada di kalender Si Bapak kepala botak baru pulang haji dan dengan bangga dia naik haji reguler, bukan haji plus, bukan ke  Makkah pakai jalur pejabat negara, dan ikut mengantri daftar tunggu selama beberapa tahun, belum sempat bagi kurma ketetangganya, belum sempat bagi air zam-zam kepada anak buahnya, belum sempat sowan ke Solo.

Program andalan Prabowo ini pada dasarnya cukup baik dan mulia karena mau memberi makan anak sekolah, anak bayi, ibu hamil, tapi mereka lupa dengan skala prioritas, anggaran utang negara dibuat jor-joran sampai jeblok, program dibuat sebagai alat politis, dibikin sebagai alat kepentingan kekuasaan, dan memang secara logika terlalu banyak cacatnya, penyimpangannya banyak, pemborosan anggaran besar, kasus keracunan masih ada, dan yang menikmati Gizi besarnya seperti orang-orang di lingkaran Si Dadang dan kawan-kawannya, sementara yang di dapat para murid ampas Gizinya.

Terakhir semoga mereka, semoga lembaga badan ini bisa sadar diri untuk berbenah, mau berubah, mau transparan, mendengar yang mengkritik, terima masukan. Tapi kalau saya sih masih konsisten bahwa program ini memang tidak masuk diakalku. 🤭

Acchi
08:26 PM