Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Wednesday, 27 May 2026

Wukuf & Idul Adha



Hari ini jemaah haji akan melaksanakan ritual puncak haji di Padang Arafah, tepat ba'da dhuhur waktu Makkah sampai malam hari, mereka bersama jutaan jamaah dari berbagai etnis, ras, dan negara di belahan dunia lain berkumpul, bersatu, bersimpuh diatas miniatur Padang Mahsyar.

Sementara yang lainnya di belaaan bumi lain berpuasa mengejar pahala yang tak kalah besarnya juga.

Dan besok akan berlebaran, rumput lapangan sudah dipangkas, mimbar dibenahi, sound system disetel sebaik mungkin biar tidak ada lagi keluhan seperti lebaran kemarin.

Asap pembakaran jerami padi masih menjadi penghias bahwa alam dan siklusnya sedang berproses, bersanding dengan aroma rebusan ketupat, buras, dan lammang,  air ledeng sebagian besar sudah mengalir, hewan kurban sudah dipasok ke para pemilik hewan Qurban, kupon sedang didistribusi, tungku pemanggang dan tusuk sate sudah disiapkan biar barbekyuan jadi khidmat dan maknyus.

Sementara gelora jual beli di pasar juga terjadi peningkatan, anyaman daun ketupat jadi incaran, daun pisang jadi primadona, bumbu dapur paling laris, bumbu Coto, bumbu konro, bumbu pallu basa, tappalada dan kawan-kawannya juga dijajakan, ayam potong sampai ayam afkir mengantri disemblih.

Baju lebaran sudah disetrika, sajadah sarung sudah di laundry, parfum dan lipstik sudah terbeli, nastar, kue kering kue basah sudah diorder.

Soal harga juga terjadi kenaikan, meski banyak yang mengeluh tapi tetap juga diusahakan demi semaraknya ritual tahunan, kurs dollar pagi ini menuju 17.845 rupiah, orang desa orang kota tidak pakai dollar transaksi di pasar tapi dampaknya tetap ada.

Meskipun hujan masih kadang turun tanpa permisi, Alhamdulillahnya besok berdasarkan pantauan di aplikasi cuaca pagi hari esok cuaca cukup bersahabat, biar shalat id berjalan lancar dan bisa dilaksanakan dengan khusyu.

Acchi
06:56 AM


Sunday, 24 May 2026

Oslo Turun Kasta

Foto Facebook Per5is

Baru kemarin saya nonton bola berharap PSM kalah, sambil terus memantau papan klasmen dan pertandingan lainnya yang digelar bersamaan, harapan saya biar grup Oslo klub m*ney loundry benar-benar terdegradasi ke Liga 2, lebih ridho rasanya Madura yang bertahan.

Sistem head to head juga menguntungkan, seandainya tidak, dan memakai perhitungan gol maka Oslo akan menggunakan segala cara, setting pertandingan. wasit diatur, pakai paman MK, pakai tangan Ngerik toir, sampai pakai kekuasaan mas Wapre5, bila perlu raja Oslo harus Ikut tandang nonton dikandang lawan, biar ada daya getar dan intimidatifnya, gol dibanyakin, sistem sepakbola gajah terjadi. Di papan klasmen akhir Oslo dan PSM semua sama kecuali gol kemasukan yang beda.

Di pertandingan lain Persijap termasuk fight sampai akhir, menolak tunduk, sampai akhirnya Persib menutup pertandingan dengan skor cuma 0-0 dikandang sendiri.
Borneo yang menang telak sampai skor 7-1, ternyata saya baru tahu, pemain inti Malut banyak yang tidak dimainkan, lebih memilih lapis kedua, hasilnya hancur lebur klub Sayuri bersaudara itu.

PSM memilih main cantik, membuat Madura bertahan, membuat Persib juara, dan Borneo gigit jari kedua kalinya dipecundangi Bandung dua kali pula.

Bayangkan kalau pakai perhitungan gol bukan head to head, Persib dan Borneo poin akhir juga sama 79 poin, tapi Borneo lebih banyak gol, lebih produktif, bahkan bisa lebih banyak bayar. 😂

Acchi 
11:56 AM

Saturday, 23 May 2026

Persib Juara Liga Indonesia

Foto Facebook Persib


Liga Indonesia berakhir, PSM hanya satu strip diatas zona degradasi dipapan klasmen akhir dengan poin 34, setelah kalah dari Madura United 0-2, sementara Pers1s so1o klub M*Ney Laundry akhirnya melengkapi klub yang terdegradasi bersama PSBS Biak dan Semen Padang.

Borneo apes lagi yang kedua kalinya, gagal juara, poin sama dengan Persib Bandung 79 poin, karena aturan pakai sistem head to head, padahal dari segi gol Borneo sangat produktif untuk membuat gol, dipertandingan terakhir tadi saja melumat Malut sampai 7-1. Namun Borneo tetap didaulat menjadi tim paling fair play, Nadeo sang penjaga palang pintu diganjar kiper terbaik, serta Mariano Peralta si pengatur serangan menjadi best player.

Dan Persib Bandung kembali mengukir sejarah juara tiga kali berturut-turut dalam tiga musim terakhir, dan Persib kembali menambah koleksi pialanya yang kelima kalinya semenjak Liga Indonesia bergulir. Bojan Hodak sang arsitek diganjar pelatih terbaik, sementara Top Scorer berhak mendapatkan sepatu emas didapat striker Maluku United David Da Silva dengan torehan sebanyak 23 gol.

#Champions
#Persib
#LigaIndonesia

Acchi
08:06 PM

Thursday, 21 May 2026

Pidato Prabowo Di DPR

Foto Google


Tadi pagi Prabowo pidato di gedung parlemen dalam rapat paripurna yang membahas tentang kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, ini kabarnya termasuk tradisi baru karena pertama kali dilakukan dan disampaikan langsung oleh presiden.

Entah berapa menit atau jam Prabowo berpidato di hadapan para wakil rakyat, politisi, dan para pejabat tinggi negara. Saya sempat mengikuti sebelum jam 11 waktu indonesia tengah, dan ternyata sampai menjelang Dhuhur waktu indonesia barat, Prabowo masih pidato, jadi mungkin hampir dua jam Prabowo berdiri diatas mimbar memaparkan target kerja ekonomi untuk RAPBN 2027, serta capaian-capaian program saat ini.

Beberapa saya ikuti penjelasannya tentang geo politik global, inflasi, kenaikan kurs dollar, investasi, kebijakan eksport, persoalan buruh, persoalan guru, gaji hakim yang sudah di naikkan biar tidak korupsi lagi, sampai kesejahteraan rakyat, dan di ujung-ujung juga tak lupa di kemukakan program andalannya MBG yang masih perlu ditingkatkan, Koperasi merah putih yang masih perlu tambahan serta Danantara yang masih perlu digenjot kinerjanya.

Data yang ditampilkan juga berupa capaian sampai pengakuan seperti kemiskinan masih meningkat, kelas menengah banyak yang turun kelas, sampai pengelolan sumber daya alam yang masih banyak kebocoran, eksport yang tidak tercatat atau under invoicing, under accounting, polisi tentara yang masih ada jadi beking kejahatan tambang. Dan Prabowo juga menekankan kepada para mentrinya untuk bisa menentukan harga sawit, harga nikel, harga batu bara sendiri dan tidak lagi bergantung harga dari negara lain, begitu pula soal eksport akan di tangani satu pintu agar bisa tercatat dengan baik.

Semua pemaparan diatas terlihat elegan dan kelihatan mudah, diatas kertas dibalik slide-slide power point, namun lagi-lagi fakta dilapangan terkadang berbanding terbalik, keputusan susah dieksekusi dan tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Pidato panjang lebar, omon-omon diatas mimbar ngalor ngidul kata orang jawa, pakai janji menjual harapan semu, semua disebut atas nama rakyat, atas nama kesejahteraan rakyat, mempersempit jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, undang-undang dan pasal-pasal dikutip, Pancasila dijadikan penguat orasi.

Semua itu akan bulshit jadinya kalau dalam lingkaran sendiri masih ada yang rakus, masih ada yang tidak tersentuh hukum, masih ada yang dilindungi, tranparansi hanya di omongan, sementara pembuktian realitasnya masih jauh. Di kritik baper, sama film dokumenter jadi alergi, ancaman dan intimidasi masih ada, air keras jadi alat teror, aparat dan preman di jadikan tukang pukul, penjilat diberi jabatan, ponakan disuruh urus moneter padahal bapuk, buzzer di jadikan counter narasi.

Menarik dinantikan sampai sejauh mana Prabowo dan tim kerjanya bisa menjalankan program kerjanya, reaksi pasar saham dan pasar tradisional bisa jadi indikator, mereka mulailah dulu menguatkan rupiah atas dollar biar tidak babak belur, agar industri rumahan tahu tempe didesa tidak pusing dengan harga kedelai, pasar saham dibuat bergelora biar investasi bisa masuk dan industri yang sudah ada tidak kabur, serta daya beli masyarakat bisa cepat pulih.  Apakah Prabowo dan timnya benar-benar bisa jago kerja,? karena jangan sampai cuma jago omon-omon diatas podium.
😁😆😅

Acchi
07:56 PM

Sunday, 17 May 2026

Orang Desa Tak Pakai Dollar 🤭


Saya masih biasa ngopi dengan kopi yang seperti saya pegang di foto, meskipun saat ini tidak sesering dulu lagi, kopi ini rasanya konsisten sejak dari dulu makanya saya suka, pakai gula seuprit satu sendok kecil, atau pakai kental manis 10gram, sudah maknyus rasanya, kalau toples gula lagi kosong, terpaksa di seduh tanpa gula jadinya koptagul, biar seirama dengan keadaan yang ada-ada saja pahit-pahitnya.

Kopi diatas mengikuti harga inflasi tergerus oleh moneter, saya masih merasakan harganya 100 rupiah perbungkus, kemudian naik 250/2 bungkus, waktu zaman Corona sudah 1000/3 bungkus, pasca covid sudah jadi 500 perbungkus, dan hari ini sudah 10.000 ribu satu renceng, artinya 1000 perbungkus.

Kopinya bisa saja kopi lokal, Arabika atau robusta yang di mix. tapi kemasannya, bahan bakunya import, alat roastingnya di pabrik bisa jadi import, belum lagi cost biaya distribusi dan lain-lain yang mengikuti mekanisme pasar, seperti harga BBM, dan biaya tak terduga lainnya. 

Contoh diatas baru satu sektor, belum lagi bahan pangan lain yang juga pasti akan sangat berpengaruh, yang paling mendasar saja, gandum yang jadi terigu, bahan baku tahu tempe itu kedelai, kebanyakan import, dan pastinya dibayar pakai Dollar, naik 100 perak saja perdollar sudah sangat berpengaruh.

Lalu kemarin Wwok dengan lantang berkata orang desa tidak pakai dollar, iya  benar orang desa tidak pakai dollar, tapi efek naiknya nilai kurs itu mempengaruhi kebutuhan dasar sampai harga pupuk para petani di desa juga terdampak signifikan.

Orang seperti Wwok, pejabat, menteri, dan oligarkhi itu menikmati betul kenaikan dollar karena bisnis eksport sawit, batubara, nikel, kayu hasil jarahan deforestasi pembalakan hutan, dll, dapat cuan lebih, bahkan dari selisihnya saja sudah bisa biayai touring kampanye atau healing liburan berkali-kali keluar negeri.

Sementara eksport dan import negeri kita ketimpangannya sangat jauh, kebutuhan import masih lebih besar dan mendominasi terutama import kebutuhan dasar, daripada barang yang di eksport keluar negeri, yang di eksport pun itu kebanyakan barang dan hasil bisnis yang pemiliknya para taipan yang nilai pajak masuk ke Negara hanya seuprit itupun sudah di nego dan didiskon, makanya Negara masih terus mengandalkan pendapatan dari sektor pajak, pendapatan yang didapat dari peras keringat rakyat, pendapatan dari jual kuota internet yang mahal. Sementara BUMN-BUMN yang harusnya berkontribusi besar untuk pendapatan Negara justru gaungnya dan kedengarannya lebih besar ruginya daripada labanya, Sekelas Bulog pun bisa rugi, maskapai rugi, perusahaan listrik rugi, perusahaan minyak rugi padahal tidak ada pesaing alias dimonopoli, buat IKN tak berguna tak jadi ibukota, kereta cepat bikin kolaps keuangan perusahaan kereta, yang berimbas pada keuangan kereta standar.

Pemerintah harus mengkalkulasi ulang ekonomi, duit negara terutama yang dari pinjaman luar negeri dibuat seefektif dan seefisien mungkin, terutama peruntukan buat proyek-proyek produktif yang efeknya bisa berkesinambungan dan jangka panjang, lebih baik buat, benahi, permulus jalan desa ke kota biar arus barang dari desa ke kota bisa lebih cepat sampai ke pasar ke pelabuhan, daripada bangun kopdes yang harus bersaing lagi dengan warung kelontong warga, dan retail swasta, lebih baik buat jembatan, benahi sekolah, seragam, buku, fasilitas sekolah, daripada memaksakan memberi makan seluruh anak sekolah seantero negeri, yang ujungnya banyak yang keracunan dan makanan yang mubazzir karena terbuang, MBG jadikan skala prioritas saja, untuk siswa tak mampu, kurang gizi, stunting, daerah terpencil, terluar.

Wwok harus melihat kebelakang terutama twit-twit lamanya di Twitter yang jejak digitalnya masih banyak tersimpan, kenaikan dollar itu bukti negara salah urus, dan hari ini terbukti benar, apalagi Wwok sudah menyimpan keponakan sendiri jadi pejabat teras B1, yang katanya tak paham soal moneter tapi dipaksakan untuk mengurusi kebijakan moneter lewat jalur nepotisme, akhirnya benar-benar ambyar, ciloko 12 kata teman Jawa saya. 😂😅😆🤣😁

Acchi 
01:06 PM

Monday, 4 May 2026

POTENG


Akhirnya Nemu lagi poteng atau ubi fermentasi, biasa juga disebut tape singkong, makan ubi ini sambil flashback masa lalu, zaman waktu sekolah, ini termasuk jajanan andalan, biasa dicampur dengan sirup merah dan sedikit es serut, kata penjualnya saat itu sirupnya pun dibuat sendiri. Penjualnya orang Takalar tempat produksinya di dekat pasar Pa'baeng-baeng Makassar, mereka berkelompok menyebar seluruh penjuru Makassar, dijajakan dengan menggunakan sepeda ontel, ciri khasnya pakai lonceng tanda keberadaanya, si Daeng sambil berteriak "Oeee Adamaaa sambalu, Miiaa Fakatz (Bahasa Arab)"...

Poteng ini enak rasanya, teksturnya lembut, rasanya manis, warna kuning cerah merona, manfaat kesehatan juga baik, vitaminnya sudah pasti ada, bisa membersihkan usus, bisa menjadi sumber energi  cepat, gampang dicerna lambung, dan mengandung bakteri baik, prebiotik,..

Kali ini saya makan yang polosan saja, soalnya sirup merah DHT di kulkas, sudah lama habis waktu bulan puasa kemarin, kali ini kolaborasi dengan kopi pun tak mengapa.
Makannya juga tidak boleh terlalu banyak, karena ubi ini pengelolaanya dari hasil fermentasi yang mempunyai kandungan Alkohol, makan berlebihan bisa bikin pusing mabok poteng. 🤭

Acchi
08:46 AM