Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Thursday, 21 May 2026

Pidato Prabowo Di DPR

Foto Google


Tadi pagi Prabowo pidato di gedung parlemen dalam rapat paripurna yang membahas tentang kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, ini kabarnya termasuk tradisi baru karena pertama kali dilakukan dan disampaikan langsung oleh presiden.

Entah berapa menit atau jam Prabowo berpidato di hadapan para wakil rakyat, politisi, dan para pejabat tinggi negara. Saya sempat mengikuti sebelum jam 11 waktu indonesia tengah, dan ternyata sampai menjelang Dhuhur waktu indonesia barat, Prabowo masih pidato, jadi mungkin hampir dua jam Prabowo berdiri diatas mimbar memaparkan target kerja ekonomi untuk RAPBN 2027, serta capaian-capaian program saat ini.

Beberapa saya ikuti penjelasannya tentang geo politik global, inflasi, kenaikan kurs dollar, investasi, kebijakan eksport, persoalan buruh, persoalan guru, gaji hakim yang sudah di naikkan biar tidak korupsi lagi, sampai kesejahteraan rakyat, dan di ujung-ujung juga tak lupa di kemukakan program andalannya MBG yang masih perlu ditingkatkan, Koperasi merah putih yang masih perlu tambahan serta Danantara yang masih perlu digenjot kinerjanya.

Data yang ditampilkan juga berupa capaian sampai pengakuan seperti kemiskinan masih meningkat, kelas menengah banyak yang turun kelas, sampai pengelolan sumber daya alam yang masih banyak kebocoran, eksport yang tidak tercatat atau under invoicing, under accounting, polisi tentara yang masih ada jadi beking kejahatan tambang. Dan Prabowo juga menekankan kepada para mentrinya untuk bisa menentukan harga sawit, harga nikel, harga batu bara sendiri dan tidak lagi bergantung harga dari negara lain, begitu pula soal eksport akan di tangani satu pintu agar bisa tercatat dengan baik.

Semua pemaparan diatas terlihat elegan dan kelihatan mudah, diatas kertas dibalik slide-slide power point, namun lagi-lagi fakta dilapangan terkadang berbanding terbalik, keputusan susah dieksekusi dan tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Pidato panjang lebar, omon-omon diatas mimbar ngalor ngidul kata orang jawa, pakai janji menjual harapan semu, semua disebut atas nama rakyat, atas nama kesejahteraan rakyat, mempersempit jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, undang-undang dan pasal-pasal dikutip, Pancasila dijadikan penguat orasi.

Semua itu akan bulshit jadinya kalau dalam lingkaran sendiri masih ada yang rakus, masih ada yang tidak tersentuh hukum, masih ada yang dilindungi, tranparansi hanya di omongan, sementara pembuktian realitasnya masih jauh. Di kritik baper, sama film dokumenter jadi alergi, ancaman dan intimidasi masih ada, air keras jadi alat teror, aparat dan preman di jadikan tukang pukul, penjilat diberi jabatan, ponakan disuruh urus moneter padahal bapuk, buzzer di jadikan counter narasi.

Menarik dinantikan sampai sejauh mana Prabowo dan tim kerjanya bisa menjalankan program kerjanya, reaksi pasar saham dan pasar tradisional bisa jadi indikator, mereka mulailah dulu menguatkan rupiah atas dollar biar tidak babak belur, agar industri rumahan tahu tempe didesa tidak pusing dengan harga kedelai, pasar saham dibuat bergelora biar investasi bisa masuk dan industri yang sudah ada tidak kabur, serta daya beli masyarakat bisa cepat pulih.  Apakah Prabowo dan timnya benar-benar bisa jago kerja,? karena jangan sampai cuma jago omon-omon diatas podium.
😁😆😅

Acchi
07:56 PM