![]() |
| Foto Kumparan |
Waktu saat masih mikir-mikir, kira-kira menulis apa bagus di blog awal bulan Juni ini, tiba-tiba ada berita bahwa Si Bapak Kepala Botak Kepala Badan Gizi Nasional dicopot Prabowo dari singgasananya, tak ada alasan diuraikan dikabar berita itu kenapa dia dicopot.
Dadang Hindayana ini orang pilihan Jokowi, dia diplot jadi kosong satu BGN saat baru dibentuk dimasa rezim Jokowi, saat rezim berganti dia masih tetap bertahta sama dengan beberapa pejabat lain yang sampai saat ini masih menikmati kue kekuasaan warisan bapaknya Gibran.
Saat ini kepala BGN di jabat oleh Nanik Deyang yang pernah menangis sendu teesedu-sedu, dia sebelumnya posisi wakil kepala BGN, sementara Si Bapak Kepala Botak mungkin masih dicarikan tempat lain, karena kebiasaan Prabowo kalau mengganti pejabatnya, meresafel paling sekitaran situ-situ saja berputar, apalagi pejabat ini salah satu pion-pion Jokowi yang harus dijaga.
Si Dadang ini sebenarnya ahli serangga tapi karena yang angkat dia orang koslet, ijazahnya masih jadi pertanyaan, maka dapatlah dia jabatan strategis, jabatan yang menjadi program andalan Prabowo saat kampanye, anggarannya juga fantastis perharinya duit bisa habis sampai 1,2 Triliun. Disuruh ngurusin Gizi anak sekolah, anak bayi dan ibunya, tapi yang justru banyak terdengar adalah kontroversinya, beli ribuan motor listrik tanpa sepengetahuan bendahara Negara, beli alat makan yang susah dicerna logika, beli kaos kaki yang markupnya naudzubillah harga 100 ribu perpasang, pokoknya banyaklah dia beli dia anggarkan sampai yang tak masuk akalpun seperti semer sepatu.
Dan yang terakhir pernyataan dia kemarin mau bikin MBG di Tanah suci khususnya untuk anak-anak sekolah TKI di Jeddah, padahal di dalam negeri sendiri belum tercover semua sesuai target, masih banyak problem, keracunan masih ada, standar dapur dan kelayakan masih banyak yang belum terstandarisasi, makanan yang tidak layak konsumsi, makanan banyak terbuang, jadi pakan ternak, bahkan masih banyak sekali berakhir di tempat sampah.
Bapak si kepala botak ini wajar dikoreksi karena kebijakan, keputusan, kerjaanya banyak tidak becus, bahkan pernyataannya sering blunder, semua itu bisa merusak reputasi sang bos CEO MBG Prabowo di mata rakyat Indonesia.
🤣😅😂😁😆
Acchi
11:56 PM
