Waktu keluar pagi tadi ada yang tidak normal penjual bensin botolan banyak yang kosong, ada satu dua yang jual tapi harga yang tertempel sudah upgrade harga.
Sampai akhirnya memilih ke SPBU, dan akhirnya merasakan juga antrian BBM di kota ini sama seperti yang di rasakan warga Makassar yang sudah beberapa hari terdampak antrian BBM, hampir sejam ngantri, ratusan motor, beberapa motor kelihatan tanki modif, mungkin para penjual BBM Botolan, mobil, truck pun banyak sampai mengular di luar SPBU di badan jalan, kalau di ukur mungkin panjangnya seukuran 3 atau 4 kali panjang lapangan bola.
Semalam sebelum tidur sempat baca berita, kabarnya kuota BBM subsidi Pertalite dan Solar akan kena pangkas tahun 2027, tapi ini belum 2027 sudah berefek, inilah mungkin dampaknya.
Kalau sebelumnya pemerintah beralasan karena perang Iran Amerika, harusnya pemerintah bergaul mesra dengan Iran biar dapat BBM murah, bergaul baik dengan Putin Rusia, jangan di depan Putin cuma ngomong MBG melulu tapi ngomong soal minyak juga.
Atau bisa jadi Pertalite dan solar sengaja di buat susah, Pertamax di buat mahal sampai 16 ribu, biar pakai taktik seperti saat bensin Premium mau di hilangkan, kemudian di bumbui alasan Ron sudah tidak relevan dengan mesin masa kini, atau bisa pula kendaraan bermotor mau di alihkan kekendaraan listrik, karena terlihat jelas tempat pengecasan atau SPKLU sedang massif di bangun, di fasilitas umum sudah banyak terpasang, di halaman kantor-kantor pun demikian, khususnya SPKLU milik Vinfest Vietnam.
Dan yang paling wah lagi, semalam saya baca ada lagi program dadakan Prabowo, yang tak ada di janji kampanyenya, mau membukakan rekening 200 juta jiwa rakyat Indonesia diatas umur 17 tahun, dengan Saldo awal masing-masing warga sebesar 50 ribu rupiah di Bank BRI dan BSI, dengan anggaran 11 triliun. Rekening tabungan itu berfungsi sebagai sarana inklusi keuangan, buat saluran bantuan, Bansos, transaksi QRIS, dll.
Kalau dipikir-pikir ini lebih bagus, mending proyek ini daripada MBG atau bangun Kopdes di dalam hutan, di atas Gunung, jadi pemerintah tinggal transfer langsung ke rakyat, duit bulanan rakyat dapat, sesuai kebutuhan, orang tua biar bisa masak sendiri untuk anaknya, langsung transfer ke pelajar dan mahasiswa buat kepentingan sekolah dan kuliah, transfer buat pekerja informal, UMKM, petani, nelayan, yang masih perlu di bantu, dan bisa jadi ini juga dijadikan sarana uang suap kepada Rakyat saat kepentingan pemilu, atau uang tutup mulut biar rakyat mingkem tak perlu koar-koar.
🤣😅😂😁😆
Acchi
10:06 PM
