Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Wednesday, 4 November 2026

Sigit Tersangka, Geng Solo Game Over

Foto Ai

Semenjak siang kemarin secara massif info di grup WhatsApp, media sosial beredar pengkondisian beberapa Jenderal-jenderal parcok, yang sebagian besar terafiliasi oleh Genk solo, semalam tv pada Breaking News Menteri hukum konfrensi pers, kepolisian Republik Indonesia melalui Bareskrim juga konfrensi pers, mengumumkan menangkap Si Sigit mantan Kapolri bersama dua Jenderal lain Si Hadi dan Si Sonta jenderal yang paling jago action pencitraan di medsos, dan tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa jenderal yang akan menyusul masuk bui di sel mabes polri atau di kelapa dua Depok, mengingat masih ada beberapa sedang diperiksa secara intensif, kasusnya penyadapan secara ilegal terhadap Istana dan Presiden serta beberapa petinggi parpol, ormas dan masyarakat lainnya, dan berikut penghilangan data elektronik.

Kasus ini adalah skandal yang memalukan bagi Negeri ini, aib bangsa, aib nasional, di mana aparat negara berkhianat, menyalahgunakan wewenang, ring satu istana sebagai pelaku utama, kalau kasus ini di ulik lebih dalam ditarik lebih ke atas hulunya, atau menyasar ke muaranya bisa jadi ujungnya ke Jokowi, mengingat dewan-dewan jenderal yang tertangkap ini adalah kaki tangan Jokowi.

Geng solo makin terpojok setelah Jenderal andalan kena ciduk apalagi bos besarnya Jokowi dan anak Wapres ("ilegal") Gibran, persoalan ijazah dan suketnya bermasalah, besok kamis Jokowi sudah di tunggu sama Dr Tifa dan Roy Suryo di pengadilan untuk adu mekanik, sementara Gibran masih tetap bercokol jadi wapres yang keabsahannya menjadi pertanyaan setelah MK dan MA mengeluarkan keputusan tentang persyaratan administrasinya yang bermasalah. 

Geng solo di ambang kehancuran sebentar lagi game over setalah sepuluh tahun lebih berkuasa, pongah, sombong, jumawa dan beringas, mengacak-acak instrumen hukum dan bernegara.

Manuver permainan elit politik negeri ini sedang di sajikan, Prabowo sejak beberapa bulan terakhir ini memang terlihat sedang membersihkan residu-residu geng solo, dari parcok sampai kalangan menteri, Prabowo tidak secara langsung menendangnya tapi mengecilkan wewenang dan mengamputasi struktur komandonya.

Oligarki pun demikian terjadi pergantian pemain, yang dulunya di rezim Jokowi naga-naga di manja, di beri akses luas, garap hutan sampai patok laut, dan di jadikan pula mesin ATM di rezim Jokowi, dan sekarang di rezim Prabowo mulai di garuk juga naga-naga itu. Sementara menteri-menteri yang dulu loyal ke Jokowi beberapa mulai berbalik arah, sebagian sudah kena reshuffle.

Ini pelajaran roda kekuasaan tidak selamanya di atas, cara culas saat sedang berkuasa kini mulai di bayar tunai yang apesnya ternyata tidak mengambil waktu jeda lama, terlihat Si Sigit oktober turun jabatan November sudah jadi tersangka seakan mengulang kasus si botak bos BGN MBG baru pulang haji langsung masuk bui karena kebanyakan korupsi anggaran MBG.
Prabowo dan Gerindra harus tetap waspada atas perlawanan balik dari sisa-sisa geng solo dan oligarkinya beserta termul-termulnya, Ingat... di kabinet masih ada Teddy Tito, Luhut, Bahlil, Erik, Raja Juli, dll yang dulu pernah jadi loyalitas Jokowi. 

Dan buat termul-termul receh segeralah insyaf, mulailah hapus jejak-jejak digital kalian, aliran duit Jokowi sudah mulai di pantau, bahkan bisa jadi bos kalian sudah mulai berpikir mencari suaka. 😂

Dan buat rezim Prabowo, Ingat... Karhutla masih ada, musim hujan segera datang bencana tanah longsor banjir menghantui, daya beli masyarakat menurun, ekonomi terpuruk, bahan pokok banyak yang naik, masih ada siswa yang keracunan MBG, demonstrasi mahasiswa itu di dengar bukan dipentungin apalagi sampai dibungkam, pekerjaan kalian dari balik tembok istana masih sangat banyak, kalian berjalan benar rakyat pasti dukung, kalian melenceng rakyat akan melawan.

Acchi
09:26 AM