Semenjak asap #Karhutla merangsek masuk di daerah ini, gunung tak kelihatan, laut berkabut, lampu-lampu jalan kalau malam berselimut asap.
Index indikator pencemaran udara termasuk level yang perlu diwaspadai karena sudah membahayakan.
Bikin malas jogging, udara segar yang dicari malah dapat partikel yang bisa mengandung racun, mengandung partikel carbon.
Bagaimana dengan yang di sana di Kalimantan, sebagian Sumatera...? di pusatnya, yang merasakan langsung.
Awalnya saya dan kita mungkin masih sebatas kasihan kepada warga di seberang sana, sampai akhirnya kita di Sulawesi ikut terdampak, membuka mata kita, sampai prihatin, apalagi di media sosial beberapa gambar video yang bikin miris, korban tumbang, tidak saja manusia, hewan pun kehilangan habitatnya.
Sebagai bentuk solidaritas terkecil saya, sebagai bentuk keprihatinan foto profil facebook_ku, ku ubah jadi berkabut, ikut share kabar tentang #Karhutla biar makin banyak yang tahu, All eyes on karhutla.
Semoga Mutya ibu komdigi itu, sadar diri berhenti memblokir info-info di media sosial, tentang asap tentang pembakaran hutan, karena yang lebih utama dipadamkxn adalah apinya bukan memadamkan suara-suara, bukan memblokir info-info aktual.
Nb:
*Foto comot dari facebook
Acchi
Sangkar Hijau
08:36 PM
