Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Friday, 19 December 2025

Musibah Sumatera Belum Pulih


Dua puluh hari berlalu musibah di Sumatera, warga mulai ada yang sakit, karena tidur di alam terbuka, dihujani, sanitasi buruk, obat minim. Wowok belum bergeming mau menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional, saya pikir ini bukan saja menyangkut persoalan harga diri bangsa, tapi harga diri pribadi wowok yang khawatir semua mata dunia tertuju kesana, apalagi wowok punya lahan ribuan hektar di Ac3h.

Ulama, Umara lokal, sampai ormas sudah mendesak untuk dibuka akses bantuan internasional, bantuan berton-ton, tertolak, tertahan karena dipersulit ditambah karena gengsi yang tinggi, hingga prosedur  yang ribet dan izin tak kunjung keluar.

Akses masih banyak yang putus, warga terisolasi, jalan masih becek, tanah berlumpur masih tergenang, hujan masih sering turun, listrik belum semua menyala, air bersih masih sangat terbatas, kayu poko' yang digilas eksavator si serakah, jutaan kubik masih berserakan dimana-mana, situasi daerah, kampung dan rakyatnya memprihantikan, perekonomian lumpuh, semua masih jauh dari kata terkendali, apalagi pulih.


Rakyat mendaki turun gunung melewati lembah demi memenuhi kebutuhan keluarga yang lapar, apalagi rumah sudah hanyut dibawah air bah, dipinggir jalan mereka menjadi pengemis dadakan, mengedahkan tangan berharap belas kasih,. Mereka bukan hanya puluhan orang, tapi ratusan ribu warga yang mengungsi, puluhan ribu kehilangan rumah, harta benda,. Sudah seribuan nyawa melayang, yang hilangpun nasibnya hanya menyisakan sedikit harapan.

Ini luka pilu, bendera putih dikibarkan, air mata dan air hujan berbarengan tumpah, rasa lelah dan rasa sakit menyatu,  antara sabar dan frustasi hanya disekat tabir tipis, untung masih ada iman dan doa sebagai penguat.


Relawan sudah ada yang balik kanan, karena ransum, perbekalan sudah habis, bantuan sudah terdistribusi habis. Semoga organisasi filantropi masih terus ada, berganti tim, berganti shift, semoga   para dermawan yang bermurah hati juga ikut bertumbuh, biar warga disana merasa tidak berjuang sendiri.

Kondisi  duka lara disana harus terus dikabarkan, bukan malah membungkam pers, apalagi sampai men_takedown informasi kabar berita, air mata wartawati yang sedang live report kemarin adalah salah satu fakta dari sekian banyak realitas yang belum terjangkau mata kamera dan belum terdokumentasi, ini adalah nurani yang paling menyayat hati yang menyentuh sisi kemanusiaan.


Wowok kalau berkunjung kesana, perlu  masuk sampai dipusat-pusat terdalam yang paling parah, menyelami warga yang sudah pasrah merasa diri sampai pada titik terendahnya, biar wowok bisa merasakan progres penanganan yang lamban, biar bisa melihat jembatan putus, jalan ambruk, kampung yang sudah hilang, rumah, mobil dan harta benda yang terkubur, bukan cuma datang di lokasi dipinggir-pinggir yang sudah ditentukan lembaga atau badan bencana negara, lalu orasi ditenda pengungsi bak masih kampanye, Wowok perlu banyak mata, perlu banyak telinga, perlu buang ego, perlu terima saran dan masukan, perlu benahi manajemen bencana, dan perlu pegang hp sendiri. Biar tidak asal terima laporan dari kaki tangannya, yang validitasnya meragukan, apalagi beberapa, staf, m3nteri dan pembantunya ada yang asal bacot, ngibul, ngawur dalam memberi data dan informasi dilapangan.

Nb:
*Foto capture medsos

#PrayForSumatera 🤲🥹

Acchi
10:06 AM