Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Wednesday, 31 December 2025

Senyum PPPK Di Akhir Tahun

Foto Capture Medsos

Tak terasa di penghujung akhir tahun, sisa menghitung menit ke menit sudah menyeberang tahun.

Suka duka, harapan dan pilu telah terlewati, simpati dan empati juga perlu kepada yang tertimpa musibah dan bencana biar bisa saling menguatkan, semoga tahun depan ada harapan baru, resolusi tercapai, urusan dilancarkan, jualan & dagangan dilariskan, ibadah dimudahkan, rezeki makin bertambah, sehat jiwa raga dan bathin, biar makin kuat mengarungi tantangan dan cobaan yang akan menanti dan yang akan dihadapi.

Tak perlu ada perayaan pergantian tahun yang semarak, seluruh negeri sedang dihimbau oleh pemangku jabatan, tak ada pesta kembang api, tak perlu ada pawai, apalagi sampai mabuk sambil gas-gas motor, yang anak gadis maupun janda jangan sampai terlena rayuan maut yang bikin klepek-klepek, yang bisa membuat kesasar masuk wisma maupun bobok dihotel. 

Cukup bermuhasabah, acara kecil-kecilan bakar jagung, bakar ikan, masih bisalah ditelorir, syukuran bagi yang sudah pakai baju batik biru, tidur tidak terlalu larut, biar esok paginya bisa merasakan hari, tanggal 1 Januari 2026 yang lebih panjang. mengingat masih banyak saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana sedang pemulihan pasca bencana & musibah yang menimpa beberapa daerah di Negeri ini.

Dan Pantai seruni kembali menjadi saksi bisu, setelah sebelumnya beraneka ragam seremoni telah berlangsung di Desember ini, mulai hari jadi daerah, festival, expo, konser, upacara, parade budaya, sampai kontes bonsai, semua sukses berlangsung, dan di penghujung sekali ada ribuan para pengabdi negeri berbaju Korpri, diambil sumpahnya diangkat menjadi aparatur negara paruh waktu dengan perjanjian kontrak, syukuri apa adanya tak perlu terlena, apalagi sampai jumawa seperti kasus yang pernah viral yang menceraikan pasangannya.

Gazebo kayu yang lapuk sudah dibenahi, di ujung selatan anjungan, "tulisan Pantai Seruni" sudah diturunkan, akan bersolek juga, bak tak mau kalah dengan taman "patung A.Mannapiang" yang telah berganti baju berganti warna.

Trotoar juga sudah berubah, tegel pedestrian berganti baru, sekeliling pohon berbalut rumput dan cat merah makin elok dipandang, besar harapan saya ini belum usai karena masih ada nat-nat antara tegel yang belum terisi semen, semoga juga penutup got yang plat besi itu juga hanya sementara, karena menurutku jauh dari estetik kalau itu sudah dipatenkan, karena lazimnya penutup got itu bisa buka tutup, karena berfungsi sebagai bak kontrol, plat besinya juga yang tebal & bermotif, biar sepadanlah dengan nilai proyeknya yang cukup fantastis, yang anggarannya sampai "satu koma tujuh eMm lebih"... 🤭

Acchi
01:26 PM

Friday, 26 December 2025

Sebulan Pasca Bencana Sumatera

Foto Capture Medsos

Sebulan pasca bencana Aceh Sumatera, masih jauh dari kata pulih, masih ada daerah terisolasi, bahkan Wakil Gubernur sampai tercebur ke dalam sungai saat hendak menjangkau daerah terdalam, lampu listrik belum sepenuhnya menyala, bantuan masih terus di usahakan untuk terus terdistribusi.

Belum sempat lumpur kering, derita dan capek belum usai, air mata dan duka masih terasa, di beberapa lokasi di Sumbar dan Aceh sudah ada warning lagi, peringatan muncul lagi, tentang waspada banjir susulan yang menerjang, mengingat intensitas dan curah hujan masih tinggi.

Masa tenggat darurat diperpanjang, tapi beberapa daerah sudah menghentikan pencarian korban yang hilang, beberapa keluarga sudah ikhlas dan belajar mengikhlaskan.

Masyarakat mulai mencoba bangkit, yang punya hasil ladang yang tidak terkena banjir tapi ikut terdampak, karena akses jalan banyak terputus, mereka berjalan jauh, berkilo-kilometer, mengarungi jalan terjal yang masih berlumpur, mencoba menjual hasil ladang, cabe, lombok, tomat durian, sampai kopi gayo. Mereka itu lakukan untuk mendapatkan beras, kata mereka kalau tidak jalan kita tidak makan.

Bahkan Relawan seperti Ferry Irawadi ikut membantu, menjembatani, mendistribusikan jualan petani cabe, bawang, kopi dan komoditi lainnya dari Aceh agar sampai ke Jawa, dengan pesawat yang hendak putar balik ke Jakarta setelah membawa bantuan logistik ke Sumatera.

Puing, lumpur dan kayu gelondongan mulai dibersihkan, eksavator mulai mengeruk dan memindahkan material yang terbawa banjir, helikopter yang 50 unit mungkin masih menunggu minyak biar bisa mengudara kembali, warga penyintas banjir juga beberapa sudah pulang, mencoba membersihkan lumpur yang sudah mengeras dirumah-rumah mereka dengan alat seadanya, mereka juga mencoba mengais barang yang masih tersisa yang masih bisa digunakan.

Muhammadiyah juga telah mendistribusikan bantuan Negara Arab yang sempat mau dikembalikan ke Negara asalnya. Akibat sempat di tolak oleh otoritas Negeri ini, yang lagi songong, yang lagi jual mahal, yang karena demi harga diri katanya. 

Pemerintah masih enggan juga menetapkan ini bencana Nasional, karena keburukan mereka soal deforestasi tak mau terbongkar, padahal dampak kerusakannya sangatlah parah dan memprihantinkan. Bahkan sudah ada yang dikabarkan meninggal karena kelaparan dan sakit, sebab belum mendapatkan bantuan logistik dan obat-obatan, Pemerintah lebih memilih konprensi pers, bahkan Si Letkol tangan kanan Wowok yang pegang hapenya Wowok, sampai ikut ngomong padahal dia jarang sekali ngomong dengan pers, sekalinya ngomong, yang keluar dari mulutnya kebanyakan kata "jangan dan jangan 😂", sementara Si Jenderal mengatakan: meminta wartawan untuk memberitakan yang baik-baik saja, dan anehnya setelah Konfrensi pers itu berita viral media tv CeNN kena takedown, padahal reporternya sendiri yang mengatakan bahwa korban banjir diseberang sana menitipkan pesan agar memberitakan kondisi mereka yang sebenarnya. 😥

Kritik mulai dibungkam, yang bersuara diwanti-wanti, yang berteriak dihajar dipopor senjata, seharusnya tentara membawa skop daripada senjata didaerah bencana, padahl rakyat hanya menyuarakan resah dan kebenaran. Gosip-gosip murahan perselingkuhan Ridwan Kamil, pamer duit sitaan triliunan tapi tanpa tersangka, di Blow Up, agar kabar dari Aceh Sumatera bisa tenggelam dan dilupakan, Kita perlu terus berisik agar suara-suara pilu dan nestapa bisa terekspose ke dunia luar, dan sampai ke telinga pemangku kebijakan.

Buzzerp juga mulai digerakkan di media sosial terutama di Tiktok, media yang paling sering dipakai propaganda buzzerp-buzzerp receh, mereka membuat narasi rakyat masyarakat Aceh terlalu berisik, terlalu cengeng dan lain-lain, bahkan musibah yang diderita rakyat Aceh dan Sumatera seolah kesalahan masyarakat Aceh sendiri yang lalai menjaga alamnya, padahal kenyataanya mentrilah, presidenlah, yang punya kuasa membuka lahan dengan skala ratusan ribu hingga jutaan hektar. Para Buzzerp ini memang minim pengetahuan, nirempati, tak punya nurani, yang mereka pikir adalah cuan, yang penting setalah koar-koar di medsos, notifikasi di hp bunyi karena saldo rekening sudah terisi.

Warga Aceh dan Sumatera masih perlu support dan doa, mereka masih butuh dukungan logistik, terutama yang kebutuhan dasar, seperti: Tenda, selimut, beras, tabung gas, kompor dan alat masaknya, peralatan untuk bersih rumah. Sementara yang sudah kehilangan rumah dan kampungnya, perlu hunian sementara atau relokasi, biar mereka bisa cepat kembali pulih, biar bisa mereka bisa kembali menata hidup yang sudah tercabik-cabik oleh keadaan.

Dan yang merusak hutan, yang merestui dan yang melakukan deforestasi, pejabat yang suka ngibul dan nyinyir, buzzerp yang tak punya perasaan, semoga masih bisa diberi hidayah dan jalan yang benar, tapi kalau hatinya masih keras juga.
Yaa... ALLAH, engkau laknat juga tubuhnya biar kaku seperti kerasnya kayu  gelondongan juga tak mengapa. 🤲

#PrayForSumatera 🤲 🥹

Acchi
10:06 AM

Thursday, 25 December 2025

Kontes Bonsai Nasional, Rasa Regional



Ba'da Jogging saya langsung nyosor masuk di arena pameran bonsai, di depan gerbang tidak ada panitia, tapi didalam sudah ada satu dua orang pengunjung, maka ikutlah saya masuk, pikirku mudah-mudahan tidak di Ondang (usir) lagi sama panitia seperti beberapa hari lalu.

Ternyata beberapa saat setelah saya masuk, makin banyak pengunjung yang datang, musik Tor monitor & stecu-stecu sudah diputar, panitia dari balik microphone mengatakan: bisa difoto tapi jangan disentuh.

Ada ratusan pohon kerdil yang di pamerkan, saya lihat santigi yang mendominasi, saya curiga peserta dari Bulukumba pohonnya dari hasil cungkil ditebing Apparalang, dan peserta dari Selayar hasil comot dari tebing pantai timur. 🤭

Ada juga jenis lain seperti: serut, kimeng, beringin, loa, waru, camba, dan ada yang saya lupa namanya, bahkan ada dua atau tiga pohon yang kembangnya yang biasa dipakai tabur bunga dikuburan kalau sedang ziarah kubur.

Pohon yang aneka macam mulai dari yang mini sampai yang bongsor berlomba dalam dua kategori, Pratama dan kelas Prospek, pohon hasil kreasi para seniman lagi tebar pesona bersama siluet matahari senja yang memancar dari sela-sela daun, didalam potnya sudah tertancap label, yang hijau dapat nilai baik, yang merah dikasi rating baik sekali, ada juga yang masuk the best ten, the best twenty, terbaik dikelasnya dan yang terbaik di dalam kontes ini. Dan di tengah-tengah arena terpampang dua pohon yang ter_thebest_nya di ajang kontes Bonsai Nasional ini, yang saya rasa baru pertama kali di adakan di Pantai seruni.

Pesertanya kebanyakan dari regional Selatan Sulawesi, di dominasi dari kabupaten Bantaeng sebagai tuan rumah, disusul Bulukumba, Jeneponto, Sinjai, Selayar, Gowa dan Makassar, dari kawasan Ajattapareng peserta dari Sidrap dan Pinrang ikut juga mencoba peruntungan. Ada juga dari Pekkabata, entah Pekkabata Polewali atau yang di Pekkabata Pinrang, ada pula yang daerah asalnya hanya di tulis di plakat BBC dan KOBOMA yang awalnya saya pikir KABAENA, tiba-tiba panitia lewat sambil pegang selang lagi siram-siram pohon mini ini, saya tanya itu BBC dan Koboma darimana? Katanya Bulukumba juga.

Mungkin dari luar Sulawesi Selatan dan luar Sulawesi masih mikir dua tiga kali untuk ikut nimbrung, kondisi ekonomi yang masih lesuh, biaya akomodasi yang tinggi jadi kepikiran, apalagi harga tiket pesawat kapal lagi mahal, biaya loading bagasi juga mahal, dan belum tentu dapat juara juga.

Semoga pagelaran selanjutnya, ekonomi negeri ini sudah pulih, agar bisa lebih meriah lagi, bisa membuat kontes yang benar-benar Nasional yang tidak rasa Regional lagi, bisa lebih banyak peserta dari luar daerah. dan bisa lebih beraneka ragam jenis pohon yang dipamerkan, karena event-event seperti ini tidak saja menjadi ajang silaturahmi para penghobi dan komunitas, tapi juga menjadi ajang promosi wisata buat daerah, serta masyarakat, dan pengunjung menjadikan ini sebagai sarana edukasi dan refreshing,  dan juga sebagai lahan mencari cuan buat pelaku UMKm.

Acchi
08:36 PM





















Wednesday, 24 December 2025

Purbaya Izin Presiden MBG Di Uangkan Saja

Foto Capture Media Sosial


Mana_mi itu yang selalu teriak yang MBG di uangkan saja,... aah... Itu diatas Menkeu Purbaya sedang mengusahakan negosiasi ke Presiden, kalian yang dikubu di uangkan berdoa saja supaya usulannya diterima.

Kalau saya pribadi yang dari awal memang, tidak sepaham dengan program makan gratis ini, karena hanya dijadikan proyek bancakan belaka oleh politisi, anggota dewan berlomba menguasai dapur, pengelola yang culas, makanan asal-asalan, keracunan massal, memicu inflasi bahan pokok, dibeberapa daerah terjadi pemborongan bahan makanan, harga jadi naik, masyarakat umum ikut terdampak jadi merana. 

Apalagi mau di uangkan, malah jadi tambah problem baru lagi, salah satunya karena bisa jadi duit itu disalah gunakan orang tuanya, untuk belanja yang bukan peruntukannya.

Saya masih berharap duit 300 Triliun pertahun itu, dijadikan untuk pembenahan infrastruktur mutu pendidikan, baik fisiknya, sarana pendukungnya, seperti membangun jembatan, biar tidak ada lagi siswa menyebrang sungai seperti meniti di jembatan Indiana jones, atau naik rakit baskom, pengembangan kualitas gurunya, dan insentif pendapatan yang wajar buat para pengajarnya, gratis biaya sekolah sampai kuliah, dan lain sebagainya yang meliputi persoalan pendidikan, Kontrolnya juga lebih gampang.

Pemerintah cukup fokus kesejahteraan rakyat saja, ekonomi berputar, kontrol ketat sandang pangan murah, solar dan pupuk mudah, hasil panen dan tangkapan nelayan terserap dengan harga yang wajar, lapangan kerja terbuka, kalau semua persoalan ini bisa stabil dan merata di seluruh Kedaulatan negeri ini, urusan makan anak dan keluarga dirumah pasti bisa terjamin.

Acchi
11:16 AM

Monday, 22 December 2025

Selamat Jalan Ustadz Jasir



Disela-sela acara pesta tadi, tepatnya dihari Mother's Day ini, saya sempat scrol-scrol medsos, tiba-tiba melihat berita duka, Ustadz Jasir, panglimanya Masjid Jogokariyan Yogya, meninggal dunia, di RS PKU Muhammadiyah.

Jauh sebelum mengikuti media sosial Masjid Jogokariyan dan para punggawanya, saya pernah dengar khatib Jumat di Masjid Nurul Amin Makassar, khatib berpesan agar kiranya Masjid jangan terlalu banyak mengendapkan uang dari hasil celengan jamaah, menjadi saldo-saldo yang hanya tercatat di kas Bank, sumbangan jamaah itu harus dibelanjakan biar kebutuhan masjid biar bisa tersegerakan, yang disimpan cukup dana talangan untuk mengantisipasi kalau misalnya uang listrik uang ledeng kurang, kalau ada kran air rusak harus segera diganti biar uang sumbangan jamaah ikut terus mengalir.

Ustadz Das'ad Latif pun beberapa kali juga pernah mengutarakan disetiap ceramah-cermah ta'zyiah yang beberapa kali saya datangi kala itu.

Saya juga pernah terkesan saat ke Surabaya waktu itu, singgah shalat Magrib di Masjid AL-Azhar, di masjid itu menyediakan kopi, teh, bahkan syirop, untuk para jamaahnya, yang kala itu mungkin masih segelintir masjid yang melakukan hal seperti itu, bahkan saya sendiri baru pertama menemukan hal seperti itu, saya_pun bertanya pada jamaah lainnya, apa kopi gratis ini tiap hari..?, Iya jawabnya...

Sampai pada akhirnya Masjid Jogokariyan_lah, yang paling wah menurutku, paling banyak kesepahaman soal ide-ide brilianya yang dibuat aksi nyata, para pengurusnya langsung action, mereka berusaha memahami kondisi masjid sekaligus lingkungan sekitarnya, saldo masjid dibuat nol, jamaah diberdayakan, jualan warga dibeli, jamaah sekitar dibantu, dari uang celengan jamaah masjid di pakai bantu warga yang membutuhkan, meskipun awalnya katanya sempat mines juga, namun akhirnya hingga saat ini terus bertumbuh, bahkan salah satu pengurusnya ustadz Salim A Fillah, sempat ke Aceh Sumatera untuk membawa bantuan dari lembaganya dan dari sumbagan jamaah masjidnya untuk membantu korban bencana disana.

Beberapa postingan di Media sosialnya terus menebar kebaikan, memberi inspirasi, jamaah masjid ramai terus, bila ramadhan tiba buka puasa selalu dipenuhi jamaah, sampai meluber kejalan, itu semua bisa dilihat dari postingan di medsos, meskipun beberapa bulan lalu media sosial Masjid Jogkariyan sebagai sarana informasinya sempat di takedown, mungkin karena dilapor sama kelompok orang yang iri saja menurutku.

Aksi nyata pengurus dan jamaahnya, mulai saat covid, saat petani mengalami penceklik, saat petani hasil panen melimpah tapi harga anjlok, Masjid datang membeli dengan harga yang wajar,...

Dari semua itu ada salah satu sosok yang menginspirasi semua itu, Ustadz Jasir bersama timnya, bersama pengurus masjidnya seakan mendobrak pakem yang kaku menjadi fleksibel membuat manajemen masjid dan ummat menjadi berjalan selaras.

Selamat jalan, perjuanganmu akan tetap dilanjutkan jamaah lainnya, baktimu akan terus menginspirasi, dan semoga Amal_mu di terima, kesalahan_mu di ampuni oleh Allah SWT.

Allahummagfirlahu, warhamhu, waafihi, wa'fuanhu... Aamiin 🤲🥹

Acchi
10:36 PM

Sunday, 21 December 2025

Makan Siang Gratis Tidak Mengenal Libur


Waow.... Amazing juga program makan siang gratis ini, libur_pun anak-anak masih dapat jatah.

Yang jadi masalah murid-murid ini yang seharusnya libur, malah harus ke sekolah lagi untuk ambil jatah makan, padahal mungkin ada murid yang mau healing, mau refresing karena penak belajar disekolah, mungkin ada murid yang mau bantu orang tuanya berdagang, melaut, pupuk sawah, mungkin ada juga murid yang dapat reward dari orang tuanya karena nilai raportnya bagus sehingga diajak traveling ke Dufan, ke kota, atau mungkin naik gunung biar bisa merasakan bounding bersama keluarga, bahkan bisa jadi anak yang dapat nilai boncos pun juga mau buang sial, harapan punya waktu me time sendiri, main futsal bersama kawan-kawanya, memanfaatkan selama dua pekan tanpa perlu ingat-ingat soal guru dan pelajaran dulu.

Ternyata guru pun demikian, harus juga ke Sekolah demi buka pintu gerbang, demi buka pintu kelas, membantu petugas SPPG, sampai melayani anak yang datang mau makan, terpaksa harus membagi waktu dengan keluarga, planing jalan-jalan jadi berantakan, namanya libur sekolah tapi rasanya cuma libur mengajar, rutinitas hariannya hampir sama, bedanya cuma tak pakai seragam.

Saya punya sekedar saran, semoga Wowok bisa baca, tapi kayaknya susah juga karena wowok yang pegang hapenya si Teddy, atau semoga kepala BGN saja yang lihat, tapi susah juga karena Pak kepala lagi sibuk main golf sih, apalagi ini musim liburan. 😂

Saran saya begini, karena dana anggaran MBG banyak yang sarankan alihkan dulu selama dua pekan untuk bantu korban bencana Sumatera, ini termasuk saran bagus juga menurutku demi percepatan pemulihan pasca bencana disana, tapi kalau tidak di akomodir juga tak mengapa.

Alangkah baiknya libur semester yang akan datang, di uangkan saja, misalnya libur sepekan atau dua pekan, di hitung dari nilai makan permurid, yang saat ini katanya 15 ribu, atau paling tidak 10 ribulah permurid di kali dua pekan dapat 120 ribu, anggaplah itu para murid dapat punisment & reward.
Saya pikir murid dan guru akan senang, petugas dapur MBG juga ikut libur, bisa tidur lebih cepat dan tidak begadang dulu selama dua pekan, semua bisa fokus liburan, murid bisa dapat tambahan akomodasi yang dipakai untuk liburan, atau sekedar beli sepatu baru, guru-guru juga punya waktu luang bersama keluarga, dan karyawan SppG bisa menikmati juga gaji/upah hasil kerjanya selama mengabdi di dapur biru.

Nb:
*Capture foto media Radar Bogor

Acchi 
00:06 AM

Saturday, 20 December 2025

Kontes Bonsai Nasional Di Bantaeng


Tadi waktu baru mau Warm Up Jogging, perhatianku teralihkan ke meja panjang bertaplak hitam dan hijau.

Mendekat lah saya kesana, ternyata akan ada kontes dan lomba bonsai skala nasional, yang berlangsung selama sepekan, terhitung mulai hari ini.


Masuklah saya ke arena, melihat-lihat, meskipun meja etalase belum semuanya terisi, namun sudah ada pohon kerdil yang sudah menebar pesona.

Saya sempat menjapret beberapa gambar foto, belum sempat berkeliling penuh, tiba-tiba saya di ondang (usir) oleh panitia, katanya "Tabe... Sorry belum bisa_pi masuk pengunjung, nanti setelah penjurian baru bisa masuk, sekarang masih proses registrasi peserta, sama baru mau diisi bonsai sama peserta", akhirnya saya keluar dan berkata sorry juga bro, lalu lanjut jogging, meskipun sempat juga kepikiran wajar sih aku di Ondang, panitianya mungkin takut saya kacca, apalagi bonsai-bonsai itu, tidak saja punya nilai seni, tapi ada yang berharga cukup mahal juga.


Ada beberapa kategori yang dilombakan, namun yang sempat saya lihat adalah kelas Pratama, dan kelas Prospek.
Kontes pohon ceper ini ada beberapa macam saya lihat tadi, ada dari pohon camba atau asam, pohon beringin, pohon santigi yang dicungkil dari batu karang ditebing-tebing pinggir pantai.
Selebihnya mungkin masih dalam perjalanan, peserta dari Aceh Sumatera mungkin gagal ikut, karena bukan cuma bonsainya yang hanyut, tapi rumah pekarangan dan kampungnya sudah hilang. 🥹


Peserta dari Jawa mungkin masih prepare On The Way, Bonsainya masih di Loading diatas kapal, sementara peserta dari Bali dan Indonesia Timur lainnya sudah stuffing kayaknya dari semenjak beberapa hari lalu, sementara peserta dan penghobi dari Makassar masih singgah makan jagung di Takalar.


Untuk peserta dari Kalimantan pusing karena, bahan baku bonsainya dari hutan-hutanya sudah habis tergerus proyek food estate yang gagal, mungkin mereka akan membawa Bonsai Sawit, karena disana sudah lebih banyak sawit daripada Pohon Anting putri, Kayu serut, Kemuning, ficus, premna, santigi darat, dll.  Apalagi pohon besarnya seperti Ulin, Meranti, Bengkirai, Gaharu, sudah berganti sawit semua, karena sawit juga pohon, ada daunnya kata Prabowo. 😂

Ayo....
Warga Bantaeng.... datang dan ramaikan kontes ini, belajar mencintai alam dari hal-hal kecil, siapa tau ini bisa menginspirasi kita bisa menjaga hutan dihulu, menanam pohon diatas sana, biar warga Garegea dan Sasaya tidak paranoid kalau hujan turun, yang bisa membanjiri wilayahnya. Sekaligus bisa mengagumi karunia Allah swt, dari tangan-tangan penghobi yang kreatif yang bisa membentuk, pohon jadi ceper, pohon jadi dattulu, menjadikan karya seni bernilai tinggi, mungkin disana akan ada dipamerkan bonsai yang sudah berumur lebih tua dari GenZ, ada yang harga fantastis sampai kita tidak bisa berWord-word.


Kebetulan disana ada juga_ji stand penjual boba-boba, stand UMKm yang turut meramaikan, meskipun beberapa pedagang tadi sempat was-was juga karena takut tendanya tertiup angin bulan Desember.

Acchi
07:06 PM

Friday, 19 December 2025

Musibah Sumatera Belum Pulih


Dua puluh hari berlalu musibah di Sumatera, warga mulai ada yang sakit, karena tidur di alam terbuka, dihujani, sanitasi buruk, obat minim. Wowok belum bergeming mau menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional, saya pikir ini bukan saja menyangkut persoalan harga diri bangsa, tapi harga diri pribadi wowok yang khawatir semua mata dunia tertuju kesana, apalagi wowok punya lahan ribuan hektar di Ac3h.

Ulama, Umara lokal, sampai ormas sudah mendesak untuk dibuka akses bantuan internasional, bantuan berton-ton, tertolak, tertahan karena dipersulit ditambah karena gengsi yang tinggi, hingga prosedur  yang ribet dan izin tak kunjung keluar.

Akses masih banyak yang putus, warga terisolasi, jalan masih becek, tanah berlumpur masih tergenang, hujan masih sering turun, listrik belum semua menyala, air bersih masih sangat terbatas, kayu poko' yang digilas eksavator si serakah, jutaan kubik masih berserakan dimana-mana, situasi daerah, kampung dan rakyatnya memprihantikan, perekonomian lumpuh, semua masih jauh dari kata terkendali, apalagi pulih.


Rakyat mendaki turun gunung melewati lembah demi memenuhi kebutuhan keluarga yang lapar, apalagi rumah sudah hanyut dibawah air bah, dipinggir jalan mereka menjadi pengemis dadakan, mengedahkan tangan berharap belas kasih,. Mereka bukan hanya puluhan orang, tapi ratusan ribu warga yang mengungsi, puluhan ribu kehilangan rumah, harta benda,. Sudah seribuan nyawa melayang, yang hilangpun nasibnya hanya menyisakan sedikit harapan.

Ini luka pilu, bendera putih dikibarkan, air mata dan air hujan berbarengan tumpah, rasa lelah dan rasa sakit menyatu,  antara sabar dan frustasi hanya disekat tabir tipis, untung masih ada iman dan doa sebagai penguat.


Relawan sudah ada yang balik kanan, karena ransum, perbekalan sudah habis, bantuan sudah terdistribusi habis. Semoga organisasi filantropi masih terus ada, berganti tim, berganti shift, semoga   para dermawan yang bermurah hati juga ikut bertumbuh, biar warga disana merasa tidak berjuang sendiri.

Kondisi  duka lara disana harus terus dikabarkan, bukan malah membungkam pers, apalagi sampai men_takedown informasi kabar berita, air mata wartawati yang sedang live report kemarin adalah salah satu fakta dari sekian banyak realitas yang belum terjangkau mata kamera dan belum terdokumentasi, ini adalah nurani yang paling menyayat hati yang menyentuh sisi kemanusiaan.


Wowok kalau berkunjung kesana, perlu  masuk sampai dipusat-pusat terdalam yang paling parah, menyelami warga yang sudah pasrah merasa diri sampai pada titik terendahnya, biar wowok bisa merasakan progres penanganan yang lamban, biar bisa melihat jembatan putus, jalan ambruk, kampung yang sudah hilang, rumah, mobil dan harta benda yang terkubur, bukan cuma datang di lokasi dipinggir-pinggir yang sudah ditentukan lembaga atau badan bencana negara, lalu orasi ditenda pengungsi bak masih kampanye, Wowok perlu banyak mata, perlu banyak telinga, perlu buang ego, perlu terima saran dan masukan, perlu benahi manajemen bencana, dan perlu pegang hp sendiri. Biar tidak asal terima laporan dari kaki tangannya, yang validitasnya meragukan, apalagi beberapa, staf, m3nteri dan pembantunya ada yang asal bacot, ngibul, ngawur dalam memberi data dan informasi dilapangan.

Nb:
*Foto capture medsos

#PrayForSumatera 🤲🥹

Acchi
10:06 AM

Tuesday, 16 December 2025

Ulama Aceh Minta Status Bencana Nasional


Tak hentin-hentinya video, foto, dan kabar berita tentang bencana Sumatera terus bermunculan, video terbaru ada beberapa yang baru terposting karena sinyal dan jaringan internet baru ada, tapi video itu adalah rekaman record yang sudah tersimpan sejak pasca banjir bah menghantam.

Kisah pilu menyayat hati, ada anak adik kakak penuh lumpur berjalan tanpa tujuan ketika ditanya, mana ayah ibumu..? Dia menjawab meninggal terbawa arus banjir, ada juga anak perempuan juga masih dibalut lumpur yang mulai mengering ditubuhnya, berjalan sendiri tanpa alas kaki dimalam gelap gulita, ketika di tanya mamamu mana.? Dia menjawab "Mati"... Yaa Allah Yaa Rabbi... 🥹


Ini hanya sebagian kecil realitas yang terekspos, dan kelak akan terus menjadi cerita, menjadi kisah kelam dan pilu, semoga anak-anak itu bisa kuat, tabah, tidak trauma, tidak di hantui rasa ketakutan yang membuat mereka bisa paranoid.

Sementara Prabowo masih enggan menjadikan bencana ini sebagai bencana Nasional, dengan melihat kondisi disana sangat parah sekali, pemerintah lelet, bala bantuan tidak sepadan, tidak merata, menterinya banyak yang asal bacot dan ngawur, sementara disana masih banyak daerah terisolir, infrastruktur umum jembatan jalan putus, rumah sakit hancur, rakyat banyak tanpa punya rumah lagi, masih bergelut dengan hujan yang masih terus turun, dengan keadaan perut menahan lapar.


Ulama di Aceh sudah SpeakUp jadikan bencana ini sebagai bencana nasional, namun lagi-lagi Prabowo hanya merespon ini hanya 3 dari 38 Provinsi, padahal tolak ukurnya bukan itu, harga diri bangsa tidak bisa dijadikan alasan dengan malapateka dahsyat yang menimpa warga negara, seolah yang sudah tembus seribuan nyawa melayang itu tak berarti apa-apa, kampung hilang, rumah hanyut, sawah ladang tenggelam, adalah kehilangan harta benda yang sangat maha dahsyat yang getir dirasakan masyarakat sana, mereka perlu disupport, perlu rocovery biar bisa pulih lebih cepat.

Menganalogikan keterbatasan dengan mengatakan kita tidak punya tongkat "Nabi Musa" juga itu salah, tongkat nabi itu mukjizat kuasa Allah, nabi Musa pun tidak tahu mau jadi apa tongkatnya, dia hanya di perintah oleh Allah untuk melempar tongkat sehingga menjadi ular, dan bisa membelah laut, Prabowo juga lupa bahwa Nabi Musa itu Rakyat bukan PENGUASA...

Nb:
*Capture foto medsos

Acchi
09:36 AM

Monday, 15 December 2025

Korban Bencana Sumatera Tembus Seribu Orang 🥹

Foto Antara

Bencana Sumatera benar-benar maha dahsyat, sampai Rakyat Aceh mengatakan ini Tsunami kedua, ribuan warga berjalan berkilo-kilo meter naik turun lembah,gunung dan pesisir, eksodus mencari sumber-sumber kehidupan, sebagian ingin mencari tahu tentang sanak keluarga, meninggalkan kampung yang telah hilang dan rumah yang telah tergerus air bah bersama poko' poko' yang ditebang oleh gerombolan si serakah.

Entah apa dipikiran pemerintah, dibenak Prabowo sampai dia tidak mau menetapkan ini bencana nasional, sudah menjelang tiga pekan masih ada daerah terisolir, tanpa bantuan, sumber makanan yang nihil.

Rakyat disana mulai pasrah, kecewa menahan pilu, sesama korban saling bantu korban, mereka berekspresi dengan cara mereka sendiri, mengibarkan bendera putih, menaikkan bendera Malaysia sebagai negara serumpun yang punya perhatian lebih, bahkan Gubernurnya sudah menyurat kelembaga dunia untuk diperhatikan, bahkan warga Nias sudah minta merdeka.

Sementara lembaga-lembaga negeri ini tak henti-hentinya bikin muak, bikin sesak dada, disaat Prabowo mau berkunjung tenda-tenda pengungsi baru dipasang, padahal bencana sudah dua pekan lebih, tentara mengintimidasi wartawan yang mengekspos luka lara warga, pejabat ngibul, bermental feodal dan penjilat, relawan mereka nyinyirin, bantuan luar negeri tertahan karena dipajaki dan dianggap enteng oleh Tit0, internet yang seharusnya gratis dibisnisi, bantuan berton-ton raib entah kemana, dan mirisnya ada yang diperjual belikan.

Dan sampai saat ini yang merusak hutan, yang mengusir dan membunuh satwa, yang merampok kayu, belum tersentuh hukum.

Korban sudah tembus seribu nyawa, yang hilang pun bisa jadi juga sudah tak bernyawa, kayu gelondongan masih menumpuk, hujan masih turun, makin membasahi lumpur yang belum kering.

Yaa... Allah 
Kuatkan mereka...
Kabulkan doa mereka...

Dan simpati dan empati warga Indonesia dan dunia semoga bisa menjadi penyemangat buat mereka... 

Acchi
09:16 PM

Wednesday, 10 December 2025

Nestapa Korban Musibah Sumatera

Capture Foto Medsos


Sudah dua pekan musibah banjir longsor akibat deforestasi, di tiga provinsi di Sumatera, Aceh, Sumbar dan Sumut, yang terdata sementara korban hampir seribu orang, belum yang hilang, bahkan mayat-mayat yang masih berada di bawah reruntuhan kayu, bangunan, yang di dalam mobil yang jumlahnya cukup banyak belum semua bisa di evakuasi dan di makamkan.

Banyaknya akses yang terputus, bala bantuan yang belum cukup, tim-tim rescue juga kelelahan dan kewalahan, sementara pemerintah gengsi menetapkan ini sebagai bencana Nasional, padahal luasan wilayah yang terdampak hampir sama pulau Jawa Bali. Warga, korban, penyintas harus memaksakan diri untuk semaksimal mungkin untuk bisa bertahan, mereka berusaha solid, warga bantu warga, ada yang sampai jalan berhari-hari berkilo-kilometer untuk mencari bantuan dan makanan, ada yang sampai tidak makan, ada yang jemur nasi untuk dimakan, ada yang rela berbagi mie instan sebungkus dimakan bertiga, ada yang sampai sepuluh hari baru mandi karena baru ada air bersih, ada warga terpaksa mengkonsumsi air banjir, tidur dan makan seadanya, karena rumah sudah hanyut bersama gelondongan kayu yang ditebang sekolompok orang serakah,  pada hakekatnya banyaklah cerita, video, foto yang berseliweran di media sosial yang mengabarkan tentang duka lara dan pilu disana, dan mirisnya lagi korban banjir, malah dapat double impact, dan bisa semakin bertambah banyak korban karena lapar, terluka, sakit, akibat lambatnya bantuan logistik, makanan dan obat-obatan.

Jangankan manusia, ada anjing sampai mati kelelahan karena ikut membantu, evakuasi, dan entah kenapa bukan robot anjing harga 3M itu yang diturunkan, robot anjing itu  hanya lebih sering hadir diacara seromonial belaka. Ada gajah yang ekosistemnya dirusak, gajah yang harusnya jadi korban, tapi si gajah pula, juga yang sampai ikut diberdayakan untuk membuka akses, karena alat berat, eksavator belum bisa tembus.

Beberapa bupati di Aceh sampai menyerah, dengan apa yang dialami kondisi daerahnya, untungnya Gubernurnya strong, ini karena Muallem mantan combatan yang sudah teruji mentalnya, yang pernah merasakan keluar masuk hutan, namun ada juga bupati yang masih menyempatkan diri dan keluarganya pergi umroh, padahal rakyatnya masih kesulitan, tapi kemarin sudah ditegur dan diberi sanksi sama presiden, tapi lucunya negeri ini justru malah presidennya sekaligus sebagai yang punya lahan sawit dan tambang disana, malah yang plesiran keluar negeri, padahal lumpur disana belum kering, disaat air mata rakyat masih menyimpan duka, disaat masih banyak mayat yang belum terkubur, dan lain sebagainya.

Ada Mentri yang ngibul bikin hoax tentang listrik, sampai presiden pun diberi laporan palsu, ada Mentri pikul beras dan muka penuh kepalsuan, padahal dari tangannya hutan dirusak atas nama HPH, ada Mentri mau kirim alat olahraga, padahal warga disana lebih butuh beras daripada barble, yang terbaru ada menteri yang mau mempersulit donasi-donasi dengan membuat perizinan yang bikin ribet donatur, ada anggota dewan yang nyinyirin rakyat  yang ikut berdonasi dan membawa bantuan kesana, padahal dia sendiri hanya di gedung dewan koar-koar, seakan tidak mau tersaingi oleh aksi peduli rakyat dan relawan. Ada pula anggota dewan terhormat cuma action dengan rompi seakan mau turun tempur, Dan mirisnya sekolompok anggota dewan lokal disana menjarah posko bantuan tanpa prosedur, untuk dibawa ke dapilnya lalu bantuan itu mengatasnamakan dirinya. 

Bencana ini, bukan bencana alam biasa, bukan semata-mata karena hujan dan siklon tropis, tapi ada tangan-tangan kotor manusia yang rakus, melakukan deforestasi, yang menggerus cawan-cawan tampungan air alami, merusak pasak-pasak bumi dan menjual pohon-pohonnya, menggali dengan alat berat, melabeli satwa penghuni hutan sebagai hama, sampai pada akhirnya alam murka kayu yang tersembunyi keluar menampakkan diri, menghancurkan jalan, jembatan, rumah, sampai masuk masjid, dan ada yang sampai beribu-ribu kubik bermuara dilaut.

Nestapa yang dirasakan warga disana,  menggugah rasa simpati dan empati sesama warga negara, mereka perlu dibantu, mereka perlu didoakan, mereka perlu disupport dan dikuatkan. Bahwa kalian tidak sendiri, kalau kita belum mampu dengan materi dan tenaga cukup bantuan kita sebatas DOA yang semoga bisa menguatkan mereka...

#PrayForSumatera 🤲🥹

Acchi
10:06 AM

Monday, 8 December 2025

Puncak Hari Jadi Bantaeng 771 Tahun


Usai sudah rangkaian hari jadi BANTAENG yang ke 771, aksi panggung artis Ibukota Juicy Luicy menutup pagelaran festival Butta Toa, yang hampir sepekan lamanya berlangsung.

Panggung berlatar belakang rumah sakit menambah nilai estetik, Kerlip lampu disko dan sorot meramaikan nuansa,  sound juga di setel dengan cukup apik dan pas biar enak didengar penonton serta tidak bikin jantungan pasien yang lagi dirawat dibelakang.

Saya ikut nimbrung bersama ribuan orang di alun-alun pantai seruni, warga Bantaeng maupun warga dari kabupaten tetangga banyak yang turut hadir, bahkan ada dari luar provinsi, itu terdengar ketika MC sempat menanyakan pada penonton daerah asalnya. Ada juga artis Dangdut dari ajang pencarian bakat tv nasional yang ikut menghibur, namun saat Guest Startnya tampil hanya dua lagu yang sempat saya ikuti, batinku berkata "Tena Ku_cocok 🤭" lalu kuberanjak pulang, karena lagunya asing di telingaku, ini karena pengaruh beda zaman kali yah, karena cewek-cewek disampingku mereka tetap antusias ikut bernyanyi dan memang karena hafal liriknya, pada umumnya mereka anak muda GenZ sih.



Usul saya, semoga tahun depan hari jadi 772 artisnya dipadu padankan, yang sezaman dengan generasi milenial dan sezaman dengan GenZ Alpa Beta. Dan semoga pula acara-acara lainnya makin variatif, tambah beragam dan bisa lebih bertambah semarak lagi.

Acara multi event ini terselenggara dari tanggal 3-7, berlangsung sukses, meriah dan semarak, alam merestui, cuaca bersahabat, hujan turun pun seakan bisa mengatur ritmenya, dan rakyat pun ikut terhibur.

Hari ini sudah Senin kembali, pelaku UMKM dan para pencari rezeki yang telah meramaikan hari sakral daerah ini, sedang menghitung laba, Artis, MC, EO, Vendor acara, lagi menghitung honor, dan pemerintah daerah selaku pemilik gawean mengkalkulasi dan buat laporan pertanggung jawaban financial, semoga semua pihak happy ending.

Saya juga berharap booth atau tenant yang dari bambu dan gamacca itu, tak perlulah dibongkar dulu, biar bisa dipakai pelapak yang biasa jualan saat CFD hari Ahad, nanti lepas tahun baru, baru di bongkar, sayang kalau terlalu cepat dibongkar, biar aura-aura HJB 771 bertahan sedikit lebih lama.

Acara telah usai, saatnya kembali merangkai pekerjaan yang perlu dibenahi,  menata kembali program kerja dan merealisasikan janji kampanye setahap demi setahap, mungkin kalau dikantor pemerintahan ada mutasi biar ada penyegaran, dan gerbong bisa berjalan mulus dan selaras. 

Sementara saya sebagai warga masyarakat, hanya berharap jalan sekeliling pasar yang sudah banyak berlubang, bahkan jalan beton itu sudah kelihatan besinya bisa dibenahi kembali, begitupula jalan desa, banyak postingan warga jalan kampungnya rusak, menghambat jalur distribusi hasil kebun, bahkan ada unggahan yang sampai membuang tomatnya, karena kalah berpacu dengan waktu, lebih cepat busuknya daripada sampainya dipasar, problem lainnya, saatnya juga memulai tanam pohon di hulu, tumbuhnya memang perlu memakan waktu, tapi kalau tidak ada action dari sekarang, maka setiap hujan turun, akan selalu bikin was-was, terutama warga sekitaran pasar, lorong sunyi dan garegea.

Wal Akhir...
Selamat hari jadi Bantaeng ke 771

#ButtaToa771 🤩
#PrayForSumatera 🤲🥹

Acchi
09:36 AM

Saturday, 6 December 2025

Festival Butta Toa

 

Ba'da Isya semalam, berkunjunglah lagi saya ke pantai seruni, disana ada acara yang dikemas dengan nama "Festival Butta Toa" dari tanggal 3-7, warga, masyarakat Bantaeng pada umumnya nongkrong disana, booth-booth jualan dikerubungi para penikmat jajanan, yang sudah berbelanja, banyak yang duduk-duduk menikmati panganannya, yang habis dibeli diatas hamparan rumput alun-alun, Ada beberapa booth sudah tutup, karena dagangan sudah sold out sebelum Maghrib.

Di belakang ada acara, entah acara apa, saya cuma melintas, mendegar sayup-sayup suara dari MC yang mengatakan "Mana Semangatnya".

Kerlap-kerlip lampu panggung utama, ikut menambah semarak, sekaligus mungkin uji coba lighting.

Sampah berserakan juga ikut meramaikan , tong sampah penampung meluber, semua penuh, pertanda ekonomi UMKM disana memang sedang bergelora, saran saya titik tampung sampah sebaiknya rutin dikosongkan, misalnya sebelum magrib sampah yang sedari sore sudah kosong.

Anak kecil riang gembira berlarian mengejar baling-baling bambu yang ada lampunya, yang di patte keatas oleh Ayahnya, Baling-baling bambu itu dijual pedagang asongan, mereka menjual juga harumanis, balon upin-ipin dan mainan anak lainnya.

Terlihat juga manusia silver yang mematung sedang diajak tos-tosan sama bocah-bocah, ada juga robot MBG yang diajak foto-foto sama bocil-bocil, mereka berdua turut meramaikan acara sekaligus mengais rezeki.

Pas mau pulang jalanan macet, dua hari ini harusnya sudah ada evaluasi, apalagi nanti malam dan besok malam adalah malam puncak, semoga dinas terkait sudah punya planning untuk rekayasa lalu lintas, dan mengatur kantong-kantong parkir, kasihan kalau daerah situ macet sementara ambulance emergency tidak bisa lewat karena mau dropoff atau ngantar pasien rumah sakit.

Nb.
*Foto Capture punyaNa orang, saya pakai fotomu nah 🤭🙏

#SelamatHariJadiBantaeng771 🤩👍
#PrayForSumatera 🥹🤲

Acchi
09:26 AM

Friday, 5 December 2025

Pejabat Busuk

Capture Media Sosial


Lihatlah atraksi pejabat, ketika mengunjungi bencana, ada yang mikul beras, padahal dari tanda tanganyalah konsensi lahan di buka, dan efeknya terasa saat ini.

Dengarlah ucapannya, dibawah tenda pengungsi dia ngomong mau nangkap maling-maling, padahal dia sendiri nyinyir tentang deforestasi.

Dan yang paling miris, jelas-jelas kayu gelondongan yang keluar dari persembunyiannya, masih dikatakan pohon tumbang, padahal jelas-jelas tanpa akar, tanpa ranting dan daun, terpotong simetris.

Yang paling miris ada pejabat, sampai tega mengatakan bahwa bencana hanya heboh di media sosial, padahal sudah ratusan jiwa yang mati, yang hilang banyak, rumah tertimbun, jembatan putus, ratusan ribu mengungsi.

Bikin muak memang mereka-mereka itu, busuk dan culas cara pikirnya, selalu saja ada alasan untuk ngeles. Bgsd...
 
Acchi
10:06 PM

Thursday, 4 December 2025

Setelah Banjir

Ku menatap langit, ku tak menemukan bintang, tapi ada bulan sepotong mengintip malu dari balik awan yang sedikit pekat.

Semoga air dari langit bisa berhenti sejenak.
Tv Cable sudah lima hari tanpa siaran,
Rindu nonton kuis Arisan yang nyeleneh, tapi knowledge tetap ada.

Mau ngopi tapi otakku sedari dulu sudah tersugesti susah tidur, kalau sudah menyeruput kopi.

Pikiranku tiba-tiba ke Lorong Sunyi
Tempat masa kecilku main tingko-tingko
Kadang bersembunyi di balik tembok lapak yang banyak tulang belulang sapi & kerbau.

Pikiranku juga menyentuh Garegea, pernah sekali atau dua kali mandi-mandi dibendungan pintu air dibelakang.

Dan yang paling kepikiran adalah, beberapa tahun terakhir ini apa yang membuat Lorong Sunyi dan Garegea, berubah jadi sungai saat hujan...?

Apakah bendungan pintu air sudah over capacity.? Atau adakah bangunan yang merubah jalur lintas air.?

Wallahu a'lam...

Mitigasi bencana perlu dirumuskan ulang, termasuk benahi di "HULU" biar air tidak semuanya menuju laut...

Acchi
09:46 PM

Butta Toa Banjir Lagi


Beberapa tahun terakhir ini, di Bantaeng kalau hujan selalu bikin was-was, apalagi kalau curahnya cukup tinggi meskipun intensitasnya singkat, daerah yang terdampak banjir sudah meluas tidak saja yang di daerah perkotaan di pedesaan pun sudah kena imbasnya, malah banjir beberapa bulan lalu ada video di medsos di daerah ketinggian pun sempat banjir. Di daerah kota yang yang sudah sering langganan kena banjir, terkadang belum tuntas dibenahi problemnya, malah titik-titik lokasi banjir baru justru ikut bertambah, bahkan beberapa orang yang sudah paruh baya yang saya temui pernah ngomong selama hidupnya lokasinya baru kena banjir.

Di hulu yang perlu di benahi, ekosistem yang rusak akan terus menjadi momok bila memasuki musim penghujan, pohon hutan perlu di jaga, sebagai daerah filter resapan alami, akar pohon besar adalah pasak yang mengikat kontur tanah, pori-pori resapan air, yang juga sebagai penyimpanan sumber air alami, pembukaan lahan menjadi ladang sayur dan palawija, perlu kontrol, perlu regulasi, perlu pemahaman dan kesepahaman, antara warga dan pemangku kebijakan.

Begitupula di daerah dataran rendah, biarkan sawah ladang tetap menjadi sawah ladang, apalagi sawah produktif yang biasa panen sampai tiga kali setahun, bukan malah di mudahkan izinnya menjadi kawasan perumahan, kawasan pemukiman dan perkantoran, yang terkadang bangunan infrastruktur yang terbangun itu malah menjadi malapetaka penghalang jalur air. 

Kemudian perlu terus edukasi tentang kesadaran menjaga lingkungan, perilaku hidup bersih tidak nyampah sembarangan, apalagi sekarang wadah plastik dari jualan di toko di gadde-gadde sampai jualan UMKM sebagian besar bungkus dan wadahnya berbahan plastik yang habis kepake langsung berubah statusnya menjadi sampah.

Sementara pemerintah perlu memperbanyak titik-titik lokasi pembuangan sampah, baik yang berbentuk paten, maupun bak sampah portable, kendaraan angkut tiga roda perlu di tambah armadanya biar bisa menjangkau lorong-lorong, saya pikir ini lebih prioritas daripada belanja mobil dinas baru Kadis dan Kabid, begitupula mengurangi kegiatan yang tidak begitu urgent.

Meskipun bagus got dan gorong-gorong, kanal dan sungai bersih, tanggul kokoh, warga sudah sadar arti kebersihan dan menjaga lingkungan, tapi kalau ada satu ekosistem yang perubahannya cukup signifikan dan drastis, kemudian tidak ada tindak lanjut untuk membenahi dan memperbaikinya akan menjadi percuma.

Sebab hujan yang turun itu sudah di takar oleh Allah SWT, terkadang manusialah yang merusak wadahnya sehingga terjadi kebocoran, dan bocor itulah di sebut "Banjir"...

#PrayForSumatera
#PrayForBantaeng

Acchi
09:36 PM 

Hari Jadi Bantaeng Di Buat Semarak


Hari jadi Bantaeng yang ke 771, akan dibuat semarak, terlihat jelas persiapan di sekitar pantai seruni sudah bergelora.

Renovasi trotoar dikebut, stand pameran dan UMKM mulai dipasang, standnya bernuansa etnik, bertiang bambu, berdinding gamacca, beratap rumbia, mungkin karena temanya adat dan budaya.

Semoga yang mengisi stand pameran adalah yang kredibel, yang paham dan menguasai produk yang dipamerkan, jangan seperti waktu festival ramadhan bangkit kemarin, ada stand, cuma bawa ore, ampas pasir, dan batako, tapi ngakunya pabrik nik3L, nik3Lnya tidak ada. 😅

Anak-anak sekolah juga sudah ramai latihan koreo, tari, dan persiapan pagelaran lainnya. Ibu-ibu penerima BLT dan penerima program bantuan beras minyak sudah bisa tersenyum sumringah.

Disudut lain terlihat tempat bermain anak juga sedang dipasang, tadi pagi ada postingan dilapangan hitam, komunitas motorcross prepare mau jelajah alam, katanya kegiatan ini termasuk bagian hari jadi Butta Toa, semoga saja tidak ada rider yang kesasar masuk ke ladang jagung warga apalagi lintasan licin dan hujan. 😂

Ternyata di moment acara puncak, artisnya juga ada, tapi saya sebagai generasi milenial sepertinya tidak begitu familiar, nama grupnya juga baru dengar, dengan artis yang akan didatangkan itu, mungkin disesuaikan zaman GenZ saat ini, 

Tapi karena penasaran, tadi saya coba cek-cek di Tiktok, coba-coba mendengar satu dua bait dari beberapa lagunya, dan ternyata untuk generasi milenial apalagi generasi boomers memang kurang paslah rasanya. 🤣

Acchi
08:36 PM

Dalam Rangka Hari Jadi Bantaeng


Kawasan pantai seruni sudah mulai ramai, kemeriahan tersentralisasi daerah alun-alun dan sekitarnya, ada gerbang  selamat datang bernuansa etnik, pameran situs sejarah Butta Toa di buat seperti musium mini, dari zaman kuno, kerajaan, kolonial, sampai prasasti masuknya Islam di daerah yang berulang tahun ke 771 ini, ada dipamerkan disana.



Tenant-tenant dari tiang bambu, dinding gamacca dan beratapkan daun Rumbia, mayoritas di isi pedagang UMKM yang jajanan klasik, lokal, Korean food, Japanese food, sampai westrn-westrn pun ada.

UMKM lainnya termasuk penjual jagung dan kacang rebus kebagian tempat di sudut-sudut luar arena.


Di sudut lain anak TK sedang asyik mengikuti lomba mewarnai, sesekali suara orang tuanya memandu dari luar arena, ada juga ibu yang ngotot menuntut anak pakai warna biru untuk atap rumah, sementara anaknya maunya pakai crayon warna coklat. 😅

Semoga panitia dan juri bisa jeli menilai dan transparan, biar tidak viral se republik, kayak kabupaten tetangga, saat lomba mewarnai pekan lalu, yang diprotes ibu-ibu. 😆 


Dan ternyata sesaat setelah mau posting ini tulisan, ternyata anak yang gambarnya viral kemarin, juga hadir sebagai bintang tamu di acara ini. 🤩

Di sudut panyyingkul sebelah timur, tidak kalah heboh, bos-bos kepala dinas porkompida bersama ibu-ibunya ikut lomba seduh kopi, sesekali juga kedengaran dari luar arena yang mungkin barista profesional sewaan, yang sedang menuntun bosnya, katanya panas airnya dibawah 100⁰, kalau bisa 85⁰-90⁰, kopinya juga cukup dibawah 100 gram. 🤣


Jurinya sepertinya akan bingung menilai, bukan karena rasa, takaran dan caranya menyeduh, tapi karena bapak-bapak itu disuruh ikut lomba sementara dia sepertinya hanya penikmat kopi buatan istri, atau paling banter penikmat kopi di Mall, di excelso, atau Starbucks, kalau lagi ada perjalanan dinas. 😂

Sementara di sudut lain kru panggung masih sibuk finishing panggung, pasang lighting, menyusun speaker, yang di acara puncak akan di pakai konser yang guest starnya Jus-jus, temannya Ale-ale. 🤭

Selamat hari jadi Bantaeng ke 771
#BantaengBangkit 💪
#PrayForSumatera 🥹🤲

Acchi
08:06 PM