Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Monday, 6 April 2026

Breaking News BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir Tahun



Tadi siang tv breaking news, jajaran menteri ekonomi menginformasikan kebijakan ekonomi terutama persoalan transportasi dan BBM, kabar baiknya BBM subsidi tidak akan ada kenaikan harga sampai akhir tahun nanti, sementara untuk BBM non subsidi tergantung dinamika global, sementara untuk tranportasi udara, pemerintah memberi warning kepada maskapai penerbnagan untuk membatasi kenaikan harga tiket pesawat sampai batas 13% saja. 

Kata Purbaya Menkeu struktur keuangan dan kebijakan ekonomi sampai saat ini masih bisa dikendalikan, sambil berharap harga minyak dunia juga tetap stabil dikisaran harga 100 dollar perbarel.

Pada intinya kebijakan fiskal yang diambil pemerintah, termasuk menekan inflasi akibat terganggunya pasokan minyak karena kondisi perang di timur tengah, masih bisa dikondisikan dengan postur anggaran negara saat ini. Sementara untuk stok BBM juga masih bisa tercover dan terpenuhi, meskipun kurs dollar saat ini sudah 17 ribu perdollar, pasar saham anjlok, APBN defisit alias tekor sampai 240 Triliun
 
Terakhir Menko Airlangga tadi juga mengajak untuk melakukan penghematan energi.

Semoga ini menjadi kabar baik, yang bisa bikin tenang warga, bikin sedikit lega rakyat, semoga tak ada lagi panik buying BBM sampai SPBU terjadi antrian panjang, dan semoga penjual bensin botolan juga bisa sadar diri tidak menaikkan harga seenaknya sendiri.

••••••••••

Disisi lain yang jadi masalah saat ini adalah plastik, terjadi kenaikan harga, karena bahan baku utama (nafta) dari minyak bumi masih import dari timur tengah, sementara jalur distribusi import yang melewati selat Hormuz masih diblokade Iran, sehingga banyak pabrik plastik kesulitan mendapatkan bahan baku, dan dampaknya terganggu pada industri serta produksi, produk yang menggunakan kemasan plastik pasti akan menyesuaikan harga, akan terjadi kenaikan harga, seperti minyak goreng, mie instan, sembako yang di packing pakai bahan plastik, begitu pula untuk pengguna lain yang berhubungan dengan bahan baku plastik, bahkan juga sampai terdampak pada sentra kuliner, penggiat UMKM, pengusaha F&B.

Kantong plastik, kemasan makanan minuman, stereofoam, dll. yang biasa dipakai pedagang UMKM terjadi kenaikan harga, pedagang makin bingung menyiasati harga, hpp terpaksa dihitung ulang, margin makin menipis, porsi diakali biar bisa menyesuaikan harga jual, kemasan disubtitusi kalau memungkinkan, karena ada konsumen dan langganan yang harus dijaga.

Konsumen juga harus melakukan penyesuaian diri, kalau kepasar bisa kembali seperti mamak-mamak zaman dulu yang membawa tas jinjing seperti difoto biar bisa mengurangi kantong plastik, belanja diwarung terutama yang terbiasa bungkus agar membawa rantang sendiri, seperti zaman saya masih SD dulu pakai rantang kalau di suruh beli Coto sama mamak_ku, beli bakso pakai uang Datok_ku atau beli mie kuah kalau disuruh sama tante_ku.

Pedagang UMKM juga misalnya penjual es teler, es doger, jus, cendol dan es-es yang lain, berani memberi sedikit tambahan porsi es bagi pelanggan yang membawa gelas, cerek atau wadah sendiri, atau penjual nasi kuning, penjual mie, pedagang bubur, dll. berani memberi diskon atau potongan harga bagi yang membawa, rantang susun, thinwall, tupperwere sendiri, dan harus berani juga ngomong kepada pelanggannya daripada tupperwere_Ta cuma jadi pajangan dilemari, lebih bagus itu dipakai. 

😆😅🤣😂
  
Acchi
11:16 PM