Salah satu indikasi lesunya perekonomian dibulan ramadhan ini, uang celengan rata-rata Masjid Mushallah terjadi penurunan 30% sampai 50% YoY (Year on year) dibanding tahun-tahun sebelumnya, dampaknya beberapa masjid mushallah tidak menganggarkan adanya ceramah shubuh, padahal biasanya masjid-masjid besar yang ramai jamaahnya ada ceramah shubuh rutin, namun kali ini diisi secara bolong-bolong, hari ini ada yg ceramah, besoknya istirahat, lusanya pun demikian, bahkan ada cuma tiap Jumat shubuh. Begitupula kegiatan bagi-bagi takjil dijalan juga tidak seperti biasanya, tidak seramai sebelumnya.
Banyak pedagang tapi pembeli kurang, beberapa pedagang takjil terkadang jualannya habis dibagi karena kurang laris.
Box-box kontainer pelaku UMKM kebanyakan tertutup padahal catnya masih baru, utang KUR di Bank yang dijadikan modal belum lunas, bahkan ada pelaku UMKM kemarin posting jualan Minggu depan sudah posting box jualannya yang mau dilego/dijual.
Begitupula pedagang dipasar, diemperan toko, pasar shubuh pasar pagi, beberapa dari mereka banyak yang sudah lansia, tapi karena kebutuhan dasar yang harus terpenuhi umur segitu harus memaksakan diri untuk jualan sayur, beras, sembako bahkan ada yang jual buah dari halaman rumahnya seperti pepaya dll.
Pertumbuhan ekonomi di negeri ini memang melambat bukan saja satu dua daerah, uang yang beredar di masyarakat perputarannya tidak begitu baik, belum lagi dampak konflik global Iran Amerika Israel, sampai-sampai BBM subsidi seperti partalite akhir-akhir ini sudah mulai langka dipenjual botolan, terganti dengan Pertamax yang non subsidi.
Prabowo pun sudah mulai prihatin, menginstruksikan warga untuk berhemat, padahal jauh-jauh sebelumnya warga memang sudah ngepres kebutuhannya.
Pekerja formal jangankan remunerasi dan THR yang didapat, gajinya pun kena pangkas, kena potongan dll. PNS P3K banyak yang risau yang gajinya tidak seberapa malah dapat potongan yang lebih besar daripada beban kerjanya.
Ditengah penceklik seperti ini masih ada secercah perputaran ekonomi, yang sedikit menghibur, penjualan tembak-tembak peluru jelly-jelly masih laris manis, dan MBG yang tidak mengenal kata libur, jatah hari lebaran pun tetap ada. 😆🤣😅😂
Nb:
*Foto hanya pemanis, tak usah tanya macam-macam ðŸ¤
Acchi
02:26 PM
29/9/1447
☝️🇵🇸
