Assalamu Alaikum Selamat Datang Di Blog Kami
Selalu Siap Menerima Kritik Dan Saran Atas Tulisan Dan Konten Di Blog Sederhana Ini...

Thursday, 15 January 2026

Pegawai Dapur MBG Jadi ASN PPPK


Luar biasa proyek makan siang gratis untuk siswa-siswi ini, kabarnya pegawai dapur akan diangkat menjadi ASN P3K, gaji dari Negara, beban pemilik dapur SPPG akan berkurang, untung makin tebal, apalagi menu tetap alakadarnya, mereka tak perlu lagi memikirkan upah kerja hasil keringat para pegawai dapur, sebab sebentar lagi pegawai dapur akan kecipratan status PNS/ASN P3K.

Negara untuk tahun 2026 mengalokasikan anggaran sampai 335 Triliun, artinya satu Triliun lebih perhari dipakai untuk proyek makan siang ini, dan diambil dari anggaran pendidikan sampai 60% lebih, tidak saja itu, anggaran kesehatan pun ikut kesedot juga, bahkan Negara sampai ngutang lagi 800 Triliun lebih untuk  menambal APBN tahun ini, termasuk untuk membiayai program andalan ini yang hanya bermuara sampai septic tank saja. 

Kali ini Negara lebih mengutamakan mengenyangkan para murid, dibanding mencerdaskan kehidupan berbangsa, nutrisi perut nomor satu, nutrisi otak nomor sekian, kesehatan rakyat biar dibelakangan. Makanya semua perangkat yang berhubungan dengan program makan siang gratis ini lebih utama, lebih di prioritaskan, pegawai dapur akan lebih cepat merasakan status PNS P3K, dibanding guru honorer, dibanding bidan dan perawat dipuskesmas kampung, bahkan yang bertahun-tahun mengabdi, mengajar murid dan membersamai pasien, statusnya masih menggantung, gaji pun demikian, pegawai dapur bisa dapat gaji bulanan yang standar, sementara guru honorer, bidan dan perawat desa, yang upahnya tidak seberapa, cukup dirapel pertiga bulan, itupun kalau tidak ada kendala.

Potret buram pendidikan kita yang masih compang-camping dan tidak merata, kualitas yang masih mengalami disparitas bahkan masih ada yang stagnan jalan ditempat, layamutu wala yahya, sarana dan infrastruktur, yang masih perlu pembenahan, perbaikan, dan peningkatan standar kualitas, terpaksa harus menerima kenyataan pahit bahwa anggaran yang hanya tersisa 30an persen itulah, yang akan mengisi slot-slot kosong, seperti pembenahan plafon atap kelas, pengadaan buku, dan lain sebagainya, begitu pula untuk anggaran kesehatan, buat beli alkes dan obat, kemudian untuk dibagi keseluruh propinsi, kabupaten di Negeri ini. 

Semoga saja proyek mengenyangkan perut ini, makin berkualitas, makin bertumbuh kepada banyak penerima manfaat, didesa, sampai daerah pedalaman dan terluar, kontrol makin meningkat, makanan tersaji makin beragam, makin higenis, makin bernutrisi dan bergizi, sebab sampai kemarin masih ada berita, kepala sekolah ngamuk karena anak muridnya diberi makanan basi. Masih ada pula berita tentang keracunan massal sehabis menyantap sajian MBG ini.

Sementara untuk persoalan nutrisi otak dan kesehatan biarkan menyusul dibelakang, persoalan honorer cukup didoktrin kata pengabdian & kata ikhlas, persoalan fasilitas sekolah, poliklinik kampung yang tidak memadai biarkan menyesuaikan dengan ritme keadaan.

Merdekalah, pajabat, politisi, pengurus partai, tentara, polisi, anggota dewan yang punya banyak dapur. Gaji pun tidak goyang, proyek mengalir mulus lancar jaya.

Meranalah para honorer yang belum terangkat P3K, begitupula sebagian rakyat karena ada beberapa tempat ikut terdampak akibat program ini, bahan kebutuhan harian mengalami inflasi kenaikan harga bahan pokok dan kelangkaan, sebab bahan pokok seperti beras, telur, ayam, tempe, buah dan perbumbuan banyak di borong dapur SPPG.

Program andalan ini, bisa membuat pejabat tersenyum lebar, anak yang sekolah dibuat kenyang, sementara anak yang tidak mampu sekolah, honerer, rakyat, yang masih nganggur, juga tidak begitu meradang dengan nasibnya, Apalagi kata Prabowo: yang dia kutip dari lembaga survey, bahwa kita ini Negara yang rakyatnya paling "BAHAGIA" 😂... 

Acchi
09:26 PM