Asri Salam ( Acchi )

Friday, 28 November 2025

Banjir Sumatera

Capture Media Sosial


Beberapa Minggu lalu Sibolga heboh, gara-gara ada sekolompok orang tolol, mengeroyok orang yang sedang numpang tidur di Masjid, sampai orang yang dikeroyok itu meninggal dunia.

Kini muncul lagi berita, Sibolga, Tapanuli dilanda banjir bandang longsor, sudah puluhan orang yang meninggal, ribuan orang mengungsi, kawasan terisolasi, air hujan yang turun, tapi... beberapa material  ribu kubik pohon dari kayu gelondongan yang habis ditebang, terbawa arus, saking banyaknya dan penuhnya permukaan sungai dengan batang kayu, sampai airnya pun serasa bingung mencari jalan ke hilir.

Sumatera pada umumnya mulai dari Aceh, Sumut, Sumbar sedang dilanda hujan lebat, terdampak badai siklon tropis, tergerus banjir dan longsor, yang cukup parah dan mengerikan.

Airnya coklat tanah liat, pertanda galian tambang meluas, hutannya habis dibabat dieksploitasi, dibuat tambang, di jadikan lahan sawit, dibuat infrastruktur, bangunan, villa, lokasi wisata, flora fauna hilang, hewan-hewan lapar kehilangan ekosistem dan terancam punah, negara merestui deforestasi, pemerintah membiarkan atas nama hilirisasi dan pembangunan, pejabat rekeningnya jadi gendut, dapat duit dari HPH, rakyatnya apes ditelan bencana, segelintir yang serakah, warga desa, kabupaten dan propinsi menanggung tula, kasihan rakyat yang selalu jadi tumbal karena keserakahan segelintir orang dan korporasi...

#PrayForSumatera 🥹🤲

Acchi
02:36 PM

Mengenang Dinda Ibrahim



Suatu waktu selepas main bola di Gombara, ketika sedang duduk-duduk istirahat dipinggir lapangan, Dinda Ibrahim melintas, saya yang sedang ngobrol dengan Kanda Chicank,...

Suatu waktu selepas main bola di Gombara, ketika sedang duduk-duduk istirahat dipinggir lapangan, Dinda Ibrahim melintas, saya yang sedang ngobrol dengan Kanda Chicank,....

Chicank menyapa Ibrahim dan menyuruhnya berhenti sejenak, lalu Chicank mengatakan kepada saya "Ci_ kandidat Doktor tawwa ini Ibe" saya pun langsung kagum, dan mengatakan mantap Dinda, jadi kapan desertasi...? Ibe cuma bilang dengan gestur merendah "masih berproses ini kanda, masih banyak belajar juga",...

Saya pun bercanda dengan mengatakan:_ jangan terlalu banyak juga belajar, kalau sore begini turun juga di lapangan kasi keluar keringat, supaya badan bisa turun-turun itu sedikit, dan Ibe pun hanya membalas siap senior, kemudian pamit untuk melanjutkan perjalanan, karena memang waktu sudah menjelang Maghrib, dan kami pun juga bubar untuk pergi mandi dan siap-siap maghriban.

Seingatku... kalau tidak salah waktu itu malamnya, Saya, Phai, Kak Ridwan, kami bersama adik-adik, Afid dan lettingnya, rapat-rapat kecil di rumahnya Ustadz Anwar, tentang pengembangan kegiatan IKAPEM, terutama IKAPEM MUDA yang angkatan milenial kebawah...

Dan berita di Grup tadi cukup membuat saya kaget juga, Yaa Allah... Ibe ini junior yang saya tidak dapati, saya sudah tamat sementara dia angkatan 2008, dan inilah uniknya dan plusnya anak Gombara meskipun terkadang senior junior jauh diatas dan dibawah tapi keakraban bisa dirasakan tanpa rasa sungkan.

Selamat jalan Dinda, salut saya, engkau pembelajar ulung, sudah Doktor di usia masih muda, semoga transfer ilmu kepada mahasiswa dan santri-santrimu bernilai ibadah, semoga amal bakti_Mu diterima dan khilaf_Mu diampuni oleh Allah SWT.  🤲🥹 Allahummagfirlahu warhamhu wa_afihi wa’fuanhu, Aamiin. 🤲🥺

Acchi 
02:16 PM

Damkar Di Anggap Lamban



Ada postingan di grup lokal yang mempertanyakan tentang kebakaran semalam,  postingannya seolah-olah menyalahkan Tim Damkar karena ada korban sementara basecampnya tidak terlalu jauh dari lokasi.

Saya kebetulan pernah beberapa kali beli bensin di tempat ibu yang menjadi korban kebakaran semalam, di rak jualannya saya perhatikan bisa sampai 10 botol bersusun dalam 2 rak, posisi rak melintang kira-kira sekitar satu  setengah meter pas disamping depan pintu rumahnya.

Saya sendiri yang mau ke masjid tidak sempat melihat saat kejadian, api sudah padam baru datang, warga sudah banyak, 
saat saya menuju masjid baru ambil wudhu, imam baru saja usai salam, masbuk pun tak dapat, terpaksa shalat Isya sendiri.

Artinya kejadiannya begitu cepat, api juga lebih dahsyat membakar apalagi bersamaan dengan beberapa liter partalite, beberapa video yang beredar terlihat jelas seolah api membakar tanpa celah, rumah dua lantai atas bawah terlihat berkobar, apalagi berbahan kayu, sepertinya korban, ibu dan kedua cucunya memilih mundur kearah dalam rumah karena api depan pintu lebih besar menutup jalur keluarnya, sementara dibelakang tidak menemukan akses jalan keluar.

Dari beberapa video yang beredar memperlihatkan, hanya sepersekian  detik dan menit api sudah besar, pemadam datang saat api memang sudah besar, dan pemadam juga hanya dalam sekian menit sudah mampu memadamkan dan melakukan pendinginan.

**** 

Saya punya pengalaman pribadi saat membakar sampah daun yang tidak terlalu kering, akhirnya saya bantu dengan satu tutup botol C1000 partalite, saya siram ke tumpukan daun dan ranting, entah kenapa tiba-tiba api langsung menjalar ke tangan dan celana, celana buru-buru saya buka karena sudah terbakar, tangan melepuh sedikit, kejadiannya begitu cepat.

****

Bayangkan kalau botol-botol partalite, yang tersusun dirak jualan ibu itu berliter-liter, bahkan bisa jadi yang di Jerigen pun juga masih ada, dan bersamaan kena percikan api, kita cuma mampu mengatakan Naudzubillah min dzalik, Sejago apapun pemadam segesit apapun mereka, apalagi berjarak perlu waktu juga untuk melawan si jago merah itu.

Di Pom Bensin saja, terkadang, ada kendaraan terbakar terkadang masih sulit dipadamkan, padahal mereka sudah punya APAR yang berukuran sedang dan besar.

Damkar sudah berbuat semaksimal mungkin, segala upaya dan ketepatan waktu, sudah mereka usahakan yang terbaik, dan bukan tidak mungkin dengan kejadian semalam mereka akan terus belajar dan berbenah, mereka akan mengevaluasi diri dan terus meningkatkan kualitas dan jam terbang mereka. 

Namun terkadang musibah datang karena takdir, dan Allah jualah yang menentukan ujungnya, sementara kita terkadang dipaksa untuk pasrah menerima keadaan, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih.

Nb...
* Capture video dari unggahan warga sekitar, izin comot 🙏

Acchi
02:06 PM

Kebakaran Di Bantaeng Merenggut Tiga Nyawa



Menjelang Isya, saat toa masjid mushallah sedang mengaji & shalawat, muadzin siap-siap menyeru panggilan shalat.

Menurut kabarnya, tiba-tiba percikan api dari sepeda listrik yang sedang mengisi daya, menyembur botol berisi bensin yang terpajang dirak jualan, bahkan terlihat juga tabung gas dilokasi, yang bisa menjadi turut serta api begitu cepat melahap rumah semi permanen, yang setengahnya berbahan kayu. Itu terlihat jelas dari video unggahan warga di media sosial.

Tiga tubuh terbujur kaku ditemukan setelah pemadam kebakaran berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, seorang Nenek dan dua cucunya menjadi korban.

Tak terbayang bagaimana paniknya mereka dimomen krusial itu, api yang membesar, asap pekat yang membumbung, bau bensin yang menyengat, puing yang runtuh, ditambah tak ada akses lain untuk lari menyelamatkan diri, mungkin mereka masih sempat ke kamar mandi mengais sisa air di bak untuk menyiram api.

Saya pun sempat kaget juga, listrik rumah warga padam, jalan macet, mobil motor kendaraan sibuk mencari jalan tikus, suara masjid tiba-tiba hilang, warga bergerombol  datang menyaksikan, beberapa ada yang live streaming untuk mengisi ruang-ruang digitalnya di medsos. Dan saya pun bukan lagi masbuk shalat Isya, tapi sudah ketinggalan imam.

Dan ketika saya lihat dilokasi, Ya Allah... gumamku dalam hati, dan tambah kaget lagi karena rumah yang ludes terbakar itu, ternyata beberapa hari lalu saya sempat singgah menanyakan kue jajanan yang dipajang dalam toples plastik, yang dijual 5000/4 biji, bahkan beberapa kali pernah beli bensinnya juga dan manisan mangga yang ibu jual itu, dan kebetulan anak Ibu itu yang kerja di pabrik nikel juga pernah membeli anakan burung Lovebird yang saya jual.

*****

Untung pemadam kebakaran sigap & gercap memadamkan api, apalagi dari basecamp ke lokasi hanya berjarak satu kali lapangan bola, mereka mampu melokalisir dengan cepat sehingga tidak merembes kerumah yang lain, apalagi kawasan itu rumah padat penduduk.

Bupati dalam unggahan di facebooknya, turut serta meninjau kejadian naas semalam itu, PLN juga dengan cekatan langsung membenahi kabel yang putus terbakar, sehingga warga sekitar tidak perlu terlalu lama merasakan pemadaman, namun sampai fajar tadi masih ada teknisi dengan senter melekat dikepala, yang saya lihat, saat saya hendak mau shalat shubuh di masjid, yang masih berkutat dengan tang dan kabel, mungkin teknisi Wifi atau Tv Kabel, karena dia sedang bekerja di bawah tiang telepon.

Dan di unggahan nitizen lain saya lihat korban juga sudah di makamkan sejak semalam, semoga keluarga yang di tinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, support dan konseling agar tidak trauma, dengan kenyataan yang menimpa keluarganya, dan yang menjadi korban semoga Amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT, Allahu Magfirlahum, 🤲Aamiin...

Nb...
* Yang punya foto ini, izin capture 🙏

Acchi 
06:06 AM

Wednesday, 5 November 2025

Ujian Sekolah Menyontek Pakai AI

Lucu juga melihat di media, cara nyontek anak sekolah yang sedang ujian TKA (Test kemampuan akademik), mereka menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban. Ini menjadi fenomena yang bertumbuh seiring berkembangnya zaman dan tekhnologi, pada hakekatnya dilarang membawa smartphone di ruang ujian, namun mereka cerdik bisa meloloskan handphonenya diruang test tersebut.

Menyontek dalam ujian sekolah sudah turun temurun, bahkan sudah jadi tradisi, kemampuan intelektual siswa diuji hanya untuk mendapatkan cara mendapatkan jawaban, sementara disisi lain ada siswa yang memang mengisi jawaban dari soal karena memang dari belajar dan dari pengetahuan yang didapat dari transfer ilmu dikelas.

Kalau zaman dulu terkadang menyontek bisa jadi lumrah, apalagi saat ujian nasional, ebtanas, ujian akhir sekolah, bahkan sistemnya bisa terstruktur demi menjaga nama baik sekolah, karena terkadang ada sekolah merasa malu, takut menjadi aib, kalau ada siswanya sampai tidak lulus, makanya supaya tidak terjadi hal seperti itu, guru pun sampai ikut membantu memberi contekan. Meskipun patut juga disyukuri karena tidak semua sekolah dan guru melakukan hal seperti itu demi menjaga integritasnya.

Makanya jangan heran efek buruk dari perbuatan culas dan curang seperti itu bisa terbawa sampai di dunia luar sekolah, bahkan sampai pada dunia kerja, bukan tidak mungkin pejabat yang terjerat hukum karena korupsi, karena menipu, markup anggaran, jual beli proyek fiktif, dan lain sebagainya, adalah karena faktor kebiasaan saat sekolah dulu.

Tapi ada yang lebih memalukan, dia bisa menjadi pejabat publik, dengan gelar palsu, seakan-akan pernah sekolah, pernah kuliah, demi validasi, demi aturan main untuk menduduki sebuah jabatan, dokumen sampai dipalsukan. Orang seperti ini kadar kepalsuanya sudah termasuk kelas expert memang. 🤣

Acchi
07:36 PM

Piala Dunia U17

Capture Facebook

Semalam sempat ngutak Ngatik channel tv, mencari siaran yang menyiarkan Piala Dunia U17 di Qatar, yang mempertandingkan Indonesia versus Zambia, berharap ada yang menyiarkan secara live, tapi ternyata tak satupun televisi nasional yang menyiarkan. Entah kenapa tv-tv pada  hilang rasa nasionalismenya, bahkan saya sampai overthinking, apa..? Jangan-jangan karena coach Nova mantan anak buah Shin Tae Yong, sampai Erick toir yang Menpora sekaligus ketua PSSI,  pun sampai ogah mengusahakan tontonan kelas dunia pada rakyat negeri ini,  meskipun ini hanya kelompok umur.?...

Siaran langsung live streaming hanya bisa di tonton diaplikasi FIFA+, yang bisa diunduh di playstore, di YouTube juga ada beberapa konten kreator yang mencoba merelay siaran tersebut.

Namun saya malas nonton pakai kuota internet, karena lebih sayang kuota, apalagi kuota internet semenjak operator-operator selular pada merger, mereka kompak bikin harga kuota mahal, terutama punya BUMN Telkomsel, kuotanya tidak merakyat bangat, malah makin sering beli kuota, malah harga bisa tambah naik, bgsd memang BUMN satu ini. 🤣

Pertandingan Piala Dunia ini dilangsungkan di lapangan latihan, kabarnya nanti laga puncak baru di Stadion besar, berbeda saat Indonesia menjadi tuan rumah beberapa tahun silam semua berlangsung di stadion besar seperti JIS, bahkan FIFA sampai turun inspeksi mengecek kesiapan venue pertandingan sebelum turnamen berlangsung.

Pagi tadi mencoba melihat highlight sambil menunggu berita olahraga di TV, ternyata Indonesia kalah 1-3 atas Zambia, Indonesia sempat unggul pertama lewat kaki kanan Gholy, kemudian dibalas dengan cepat oleh pemain Zambia, dan dengan cepat pula pemain Zambia secara beringas membalikkan keadaan menjadi skor 1-3 dibabak pertama, dan dibabak kedua tidak ada lagi tambahan gol, sementara satu grub Indonesia Brazil vs Honduras, yang akan menjadi lawannya nanti, Brazil membantai Honduras dengan skor telak 7-0.

Acchi
11:26 AM