Asri Salam ( Acchi )

Friday, 28 November 2025

Kebakaran Di Bantaeng Merenggut Tiga Nyawa



Menjelang Isya, saat toa masjid mushallah sedang mengaji & shalawat, muadzin siap-siap menyeru panggilan shalat.

Menurut kabarnya, tiba-tiba percikan api dari sepeda listrik yang sedang mengisi daya, menyembur botol berisi bensin yang terpajang dirak jualan, bahkan terlihat juga tabung gas dilokasi, yang bisa menjadi turut serta api begitu cepat melahap rumah semi permanen, yang setengahnya berbahan kayu. Itu terlihat jelas dari video unggahan warga di media sosial.

Tiga tubuh terbujur kaku ditemukan setelah pemadam kebakaran berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, seorang Nenek dan dua cucunya menjadi korban.

Tak terbayang bagaimana paniknya mereka dimomen krusial itu, api yang membesar, asap pekat yang membumbung, bau bensin yang menyengat, puing yang runtuh, ditambah tak ada akses lain untuk lari menyelamatkan diri, mungkin mereka masih sempat ke kamar mandi mengais sisa air di bak untuk menyiram api.

Saya pun sempat kaget juga, listrik rumah warga padam, jalan macet, mobil motor kendaraan sibuk mencari jalan tikus, suara masjid tiba-tiba hilang, warga bergerombol  datang menyaksikan, beberapa ada yang live streaming untuk mengisi ruang-ruang digitalnya di medsos. Dan saya pun bukan lagi masbuk shalat Isya, tapi sudah ketinggalan imam.

Dan ketika saya lihat dilokasi, Ya Allah... gumamku dalam hati, dan tambah kaget lagi karena rumah yang ludes terbakar itu, ternyata beberapa hari lalu saya sempat singgah menanyakan kue jajanan yang dipajang dalam toples plastik, yang dijual 5000/4 biji, bahkan beberapa kali pernah beli bensinnya juga dan manisan mangga yang ibu jual itu, dan kebetulan anak Ibu itu yang kerja di pabrik nikel juga pernah membeli anakan burung Lovebird yang saya jual.

*****

Untung pemadam kebakaran sigap & gercap memadamkan api, apalagi dari basecamp ke lokasi hanya berjarak satu kali lapangan bola, mereka mampu melokalisir dengan cepat sehingga tidak merembes kerumah yang lain, apalagi kawasan itu rumah padat penduduk.

Bupati dalam unggahan di facebooknya, turut serta meninjau kejadian naas semalam itu, PLN juga dengan cekatan langsung membenahi kabel yang putus terbakar, sehingga warga sekitar tidak perlu terlalu lama merasakan pemadaman, namun sampai fajar tadi masih ada teknisi dengan senter melekat dikepala, yang saya lihat, saat saya hendak mau shalat shubuh di masjid, yang masih berkutat dengan tang dan kabel, mungkin teknisi Wifi atau Tv Kabel, karena dia sedang bekerja di bawah tiang telepon.

Dan di unggahan nitizen lain saya lihat korban juga sudah di makamkan sejak semalam, semoga keluarga yang di tinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, support dan konseling agar tidak trauma, dengan kenyataan yang menimpa keluarganya, dan yang menjadi korban semoga Amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT, Allahu Magfirlahum, 🤲Aamiin...

Nb...
* Yang punya foto ini, izin capture 🙏

Acchi 
06:06 AM