![]() |
| Foto Capture Medsos |
Tak terasa di penghujung akhir tahun, sisa menghitung menit ke menit sudah menyeberang tahun.
Suka duka, harapan dan pilu telah terlewati, simpati dan empati juga perlu kepada yang tertimpa musibah dan bencana biar bisa saling menguatkan, semoga tahun depan ada harapan baru, resolusi tercapai, urusan dilancarkan, jualan & dagangan dilariskan, ibadah dimudahkan, rezeki makin bertambah, sehat jiwa raga dan bathin, biar makin kuat mengarungi tantangan dan cobaan yang akan menanti dan yang akan dihadapi.
Tak perlu ada perayaan pergantian tahun yang semarak, seluruh negeri sedang dihimbau oleh pemangku jabatan, tak ada pesta kembang api, tak perlu ada pawai, apalagi sampai mabuk sambil gas-gas motor, yang anak gadis maupun janda jangan sampai terlena rayuan maut yang bikin klepek-klepek, yang bisa membuat kesasar masuk wisma maupun bobok dihotel.
Cukup bermuhasabah, acara kecil-kecilan bakar jagung, bakar ikan, masih bisalah ditelorir, syukuran bagi yang sudah pakai baju batik biru, tidur tidak terlalu larut, biar esok paginya bisa merasakan hari, tanggal 1 Januari 2026 yang lebih panjang. mengingat masih banyak saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana sedang pemulihan pasca bencana & musibah yang menimpa beberapa daerah di Negeri ini.
Dan Pantai seruni kembali menjadi saksi bisu, setelah sebelumnya beraneka ragam seremoni telah berlangsung di Desember ini, mulai hari jadi daerah, festival, expo, konser, upacara, parade budaya, sampai kontes bonsai, semua sukses berlangsung, dan di penghujung sekali ada ribuan para pengabdi negeri berbaju Korpri, diambil sumpahnya diangkat menjadi aparatur negara paruh waktu dengan perjanjian kontrak, syukuri apa adanya tak perlu terlena, apalagi sampai jumawa seperti kasus yang pernah viral yang menceraikan pasangannya.
Gazebo kayu yang lapuk sudah dibenahi, di ujung selatan anjungan, "tulisan Pantai Seruni" sudah diturunkan, akan bersolek juga, bak tak mau kalah dengan taman "patung A.Mannapiang" yang telah berganti baju berganti warna.
Trotoar juga sudah berubah, tegel pedestrian berganti baru, sekeliling pohon berbalut rumput dan cat merah makin elok dipandang, besar harapan saya ini belum usai karena masih ada nat-nat antara tegel yang belum terisi semen, semoga juga penutup got yang plat besi itu juga hanya sementara, karena menurutku jauh dari estetik kalau itu sudah dipatenkan, karena lazimnya penutup got itu bisa buka tutup, karena berfungsi sebagai bak kontrol, plat besinya juga yang tebal & bermotif, biar sepadanlah dengan nilai proyeknya yang cukup fantastis, yang anggarannya sampai "satu koma tujuh eMm lebih"... ðŸ¤
Acchi
01:26 PM
