Asri Salam ( Acchi )

▼

Friday, 14 August 2026

Pawai Becak HUT RI

Capture Video BAZNAS Bantaeng

Pagi tadi ratusan becak, berhias bendera merah putih, pawai melintas di jalan kota, melewati rute pertokoan, sekolah, perkantoran, dll.

Tak tahu berapa persis banyaknya, karena cukup lama saya menunggu, di perempatan jalan, motor sampai saya matikan, menunggu mereka lewat, warga antusias menyaksikan, mengambil gambar, merekam, ada juga sambil live streaming, sayangnya saya tidak membawa hape, jadi tidak sempat dokumentasi.

Saking banyaknya, akhirnya saya menepikan motor, iseng-iseng menghampiri para tukang becak yang sedang mengayuh, ada berapa peserta, ada 200 tanyaku,? kata tubek berbaju orange  itu "labbi kapang (lebih katanya)", tubek yang lain saya tanya, katanya dia ikut pawai karena dapat sembako, di persimpangan jalan ada panitia berbaju hijau, tak luput saya tanyai ini yang selenggarakan instansi apa? Katanya Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), dia juga bilang Wakil Bupati ada di paling depan, finishnya katanya di daerah Kalimbaung.

Para tukang becak kalau mereka bikin komunitas atau berkumpul ternyata banyak juga, beberapa tadi kelihatan ada juga yang sudah usia senja tapi masih kuat mendayung pedal, ada beberapa yang saya kenali wajahnya, ada yang penjual ikan tapi mungkin Nyambi jadi tubek, ada yang pernah saya beli gabahnya untuk pakan burung lovebird_ku, ternyata dia salah satu dari peserta pawai becak itu, bisa jadi yang tua-tua tadi yang ikut adalah para purna tugas tubek, tapi karena panggilan untuk memeriahkan Independence Day_nya Negeri ini, apalagi ada sembako gratis, terpaksa tiga roda di pompa kembali, rantai di lumasi oli kembali, rem tangan di antara paha di buat pakem kembali.

Menyenangkan rakyat kecil seperti pawai seperti itu, adalah salah satu dari bahagian kecil dari nilai Kemerdekaan, semoga banyak hal-hal lain yang bisa menyertainya, dan itu tugasnya Pemerintah...
Merdeka 🇮🇩

#PawaiBecak
#HUTRI81

Acchi
02:46 PM

Spakboar Sepeda Pertamaku



Tadi waktu lagi cari-cari sesuatu di gudang penyimpanan bawah tangga rumah, ketemu dengan barang yang terlampir di foto.

Spakbord sepeda pertamaku, plastiknya masih kokoh, meskipun sepedanya entah dimana rimbanya saat ini, sepedaku merk Romance, warna hijau daun metalik ada buntik-bintik (cillak) mengkilap, pakai boncengan, tulisannya Romance 2000, rantai standar, tidak seperti merk sepeda yang lain pada zamannya seperti merk Federal yang rantainya sudah pakai oper gear, dan beberapa sepeda merk Mustang juga yang sudah pakai gear yang bisa di oper.

Sepeda Romance di beli cash oleh kerabat keluarga di toko FIAN, kemudian Ibu saya mencicilnya sampai 4 atau 5 kali kalau tidak salah, kepada kerabat itu, tentu dengan perjanjian dan untung yang juga sudah di dapat dari hasil transaksi jual beli itu. 

Spakbord saya lepas karena kena bully dari orang katanya sepedaku pakai ekor Hanoman, seperti yang ada di film Mahabarata mitologi India yang di putar di TV TPI kala itu. 

Meskipun sepeda itu bukan sepeda pertama yang saya pakai belajar mengendarai sepeda, tapi cukup berkesan juga, pernah di pakai bareng-bareng teman pergi mancing di Empang belakang Pertamina Sasayya, pernah kepakai pergi nonton bola di stadion Santiago berdebu di Lamalaka, pernah menyusur di jalan Allu lalu singgah mandi-mandi di selokan bendungan.

Pernah juga berapa kali terjadi accident, pernah jatuh ta'ppanyunyuk (terjungkal) karena mengerem depan di jalanan turunan dekat rumah, pernah nabrak dokar di kandang bendi, pernah jatuh sampai luka di lutut, gara-gara rantainya kejepit di gear, untungnya kala itu doktrin belajar mengendarai sepeda "Kalau belum luka berarti belum macca (pintar,lulus) membawa sepeda", jadi di bawa enjoy aja meskipun lutut terkelupas putih dulu baru keluar merah. 😂

Acchi
01:46 PM

Saturday, 8 August 2026

Sensus Ekonomi


Ba'da Ashar kemarin saat kembang bunga dan anggrek di halaman rumah lagi haus-hausnya karena terdampak kemarau El-Nino, saat baru berapa pot yang saya guyur air, tiba-tiba didatangi petugas "Sensus Ekonomi".

Kupersilahkan dia masuk, pikirku urusan gawean dan pendataan statistik ini sudah usai, ternyata masih ada, sebelum masuk rumah, saya bertanya pada petugas, ini randomkah..?, katanya tidak, semua rumah akan di data, kebetulan tinggal saya katanya di dalam lorong yang belum di data, dia bilang kemarin saya datang tapi rumah_ta tertutup katanya, ouw... kemarin saya pergi jogging sambil lihat paskibraka latihan yang sudah tiga tahun terakhir ini pasukan pengerek bendera itu gerak jalan seperti robot. 😅

Sebelum petugas kupersilahkan duduk, pikiranku sudah mulai aneh-aneh, overthinking, jangan-jangan pertanyaannya aneh-aneh juga, apalagi mungkin dia akan bertanya beberapa pertanyaan yang absurd, seperti yang viral di medsos beberapa bulan dan pekan kemarin.

Apalagi pikirku, jangan sampai di pikirannya saya ini cuma CEO yang menyamar atau penuh perasaan curiga saya_lah pemilik gold 74kg di dalam brankas di rumah Fe6ri. 😂

Sampai akhirnya masuklah pertanyaan-pertanyaan dari kedua petugas itu, namun hanya satu yang bertanya, saya juga cukup salut setiap dia mau bertanya di dahului kata izin, tabe. Ada beberapa kuisiner yang jadi pertanyaan, mulai dari Nama, No KTP&KK, Penghasilan darimana?, pengeluaran perbulan, pakai tabung gas melon ada berapa, gas pink ada berapa?, bayar listrik perbulan berapa, air PAM atau Sumur?, pemakaian kuota internet, kendaraan berapa, bayar pajaknya berapa?, luas tanah & bangunan, sampai pemakaian sabun shampo pun tak luput jadi pertanyaan, dan beberapa pertanyaan lain.

Terakhir ketika dia mau menuliskan angka satu atau nol di sticker "Total usaha di bangunan" saya bilang tulis nol saja, masa' burung Lovebird yang cuma dua pasang termasuk usaha, lalu saya bilang itu cuma kategori hobi yang kebetulan menghasilkan, hasilnya juga tidak seberapa, relatif, tergantung berapa banyak anaknya yang menetas sampai besar dan layak jual, harga jualnya juga tidak seberapa, belum lagi dapat calon pembeli dan pembeli yang suka menawar dengan sadis, tidak ngotak, taunya cuma lihat hasil, padahal prosesnya ada pedis-pedisnya juga merawat dan membesarkan si burung cinta itu.

Akhirnya kami pun tertawa bersama, happy ending tak perlu ada baskom yang dilempar, tak perlu ada yang tantrum karena di sodori banyak pertanyaan, seperti video yang viral di medsos, meskipun sebenarnya saya juga punya banyak pertanyaan yang mau saya tanyakan, seperti sangkut paut dengan pajak yang di takutkan orang, persoalan sangkut paut dengan desil dan bansos, cara pengelolaan data, kriteria standar ekonomi masyarakat kelas bawah menengah dan kaya menurut pemerintah, intinya banyaklah pertanyaan di kepala yang perlu upload ke mereka, Ahhhh... Tapi karena ritual siram-siram bungaku belum kelar, anggrek di halaman juga sudah teriak, akhirnya kami sudahi dengan menempel sticker sebagai tanda sudah pernah di sensus, see you ten years laters gumamku dalam hati kalau umur panjang... 🤭

#SensusEkonomi
#Lovebird

Acchi
10:16 PM