Asri Salam ( Acchi )

Saturday, 8 August 2026

Sensus Ekonomi


Ba'da Ashar kemarin saat kembang bunga dan anggrek di halaman rumah lagi haus-hausnya karena terdampak kemarau El-Nino, saat baru berapa pot yang saya guyur air, tiba-tiba didatangi petugas "Sensus Ekonomi".

Kupersilahkan dia masuk, pikirku urusan gawean dan pendataan statistik ini sudah usai, ternyata masih ada, sebelum masuk rumah, saya bertanya pada petugas, ini randomkah..?, katanya tidak, semua rumah akan di data, kebetulan tinggal saya katanya di dalam lorong yang belum di data, dia bilang kemarin saya datang tapi rumah_ta tertutup katanya, ouw... kemarin saya pergi jogging sambil lihat paskibraka latihan yang sudah tiga tahun terakhir ini pasukan pengerek bendera itu gerak jalan seperti robot. 😅

Sebelum petugas kupersilahkan duduk, pikiranku sudah mulai aneh-aneh, overthinking, jangan-jangan pertanyaannya aneh-aneh juga, apalagi mungkin dia akan bertanya beberapa pertanyaan yang absurd, seperti yang viral di medsos beberapa bulan dan pekan kemarin.

Apalagi pikirku, jangan sampai di pikirannya saya ini cuma CEO yang menyamar atau penuh perasaan curiga saya_lah pemilik gold 74kg di dalam brankas di rumah Fe6ri. 😂

Sampai akhirnya masuklah pertanyaan-pertanyaan dari kedua petugas itu, namun hanya satu yang bertanya, saya juga cukup salut setiap dia mau bertanya di dahului kata izin, tabe. Ada beberapa kuisiner yang jadi pertanyaan, mulai dari Nama, No KTP&KK, Penghasilan darimana?, pengeluaran perbulan, pakai tabung gas melon ada berapa, gas pink ada berapa?, bayar listrik perbulan berapa, air PAM atau Sumur?, pemakaian kuota internet, kendaraan berapa, bayar pajaknya berapa?, luas tanah & bangunan, sampai pemakaian sabun shampo pun tak luput jadi pertanyaan, dan beberapa pertanyaan lain.

Terakhir ketika dia mau menuliskan angka satu atau nol di sticker "Total usaha di bangunan" saya bilang tulis nol saja, masa' burung Lovebird yang cuma dua pasang termasuk usaha, lalu saya bilang itu cuma kategori hobi yang kebetulan menghasilkan, hasilnya juga tidak seberapa, relatif, tergantung berapa banyak anaknya yang menetas sampai besar dan layak jual, harga jualnya juga tidak seberapa, belum lagi dapat calon pembeli dan pembeli yang suka menawar dengan sadis, tidak ngotak, taunya cuma lihat hasil, padahal prosesnya ada pedis-pedisnya juga merawat dan membesarkan si burung cinta itu.

Akhirnya kami pun tertawa bersama, happy ending tak perlu ada baskom yang dilempar, tak perlu ada yang tantrum karena di sodori banyak pertanyaan, seperti video yang viral di medsos, meskipun sebenarnya saya juga punya banyak pertanyaan yang mau saya tanyakan, seperti sangkut paut dengan pajak yang di takutkan orang, persoalan sangkut paut dengan desil dan bansos, cara pengelolaan data, kriteria standar ekonomi masyarakat kelas bawah menengah dan kaya menurut pemerintah, intinya banyaklah pertanyaan di kepala yang perlu upload ke mereka, Ahhhh... Tapi karena ritual siram-siram bungaku belum kelar, anggrek di halaman juga sudah teriak, akhirnya kami sudahi dengan menempel sticker sebagai tanda sudah pernah di sensus, see you ten years laters gumamku dalam hati kalau umur panjang... 🤭

#SensusEkonomi
#Lovebird

Acchi
10:16 PM