Asri Salam ( Acchi )

Monday, 27 July 2026

Pangeran Diponegoro & Londo Ireng

Foto semua dari medsos


Waktu SD kawan saya Si Baso punya bakat menggambar, kalau dia lagi sedang gabut, sementara Pak Akib guru kelasku rehat mengajar sejenak untuk menghabiskan setengah atau sebatang rokok di luar kelas, Si Baso kadang dia ambil kertas dari pertengahan buku tulisku untuk di jadikan kanvas, dengan cekatan dia memainkan pensil atau pulpen, yang sering di gambar pahlawan yang tertempel di dinding kelas mulai dari Sultan Hasanuddin, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Pattimura, sampai Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro.

Namun yang paling realistis menurutku yang kemiripannya hampir sempurna ketika dia menggambar Pangeran Diponegoro, dan memang ini gambar andalannya yang paling sering di lukis di atas kertas, dengan pose khas Pangeran Diponegoro bersurban putih menyamping dengan keris di pinggang berbalut selendang.

Ibu sayalah yang pertama memberitahu dan memperlihatkan saya, makam sang sultan Diponegoro, ketika saya naik pete-pete (angkot) dari pasar sentral menuju sekolah saya dulu, sampai akhirnya hampir tiap saat saya melewati, jalur itu, bahkan pernah sekali melihat langsung ketika pagarnya terbuka, tapi tidak bisa masuk karena sedang di bersihkan penjaganya.

Ternyata di umur segini saya baru tahu ternyata kakek atau buyut Pra6owo punya andil besar, mendzalimi, menjebak, menangkap, lalu mengkriminalisasi Pangeran Diponegoro selepas Idul Fitri kala itu, dan mengirim dia ke penjara benteng Rotterdam Makassar, sampai sang pangeran terkungkungkung di balik tembok benteng penjara dan meninggal dan di makamkan di Makassar.

Media sosial saat ini lagi ramai mengulik dan membahas siapa "Londo Ireng" sebenarnya, dan siapa keturunannya, terkadang ada orang tunjuk hidung orang lain karena lagi sedang kesal, padahal dia sendiri punya garis keturunan yang dia ucapkan sendiri, Wowok ini karena sudah tua, ambisi sudah terpenuhi setelah berusaha di tempuh berkali-kali, tapi hasrat masih menggebu-gebu, makanya sering blunder, omongan tidak terkontrol kalau ketemu mic, ucapan mulai tidak sinkron dengan otak, 10+6 jadi 17, 100x5 jadi 1000, apalagi bisa jadi tambah tantrum ketika dia tahu survey yang di rilis Tempo kemarin bahwa survey terbaru tingkat elektabilitas dirinya anjlok di mata rakyat sampai 20% lebih. 
😅😁🤣😂😆

Acchi
08:36 PM

Friday, 24 July 2026

Fans Argentina Baper 😁



Lucu juga melihat war comment di medsos soal bola ini, fans Argentina selalu melabeli lawannya fans Ronaldo bahkan tak sedikit yang pakai olok-olok, padahal nyatanya tidak begitu, banyak juga yang benar-benar fans Spanyol, maupun negara lain seperti Belanda, Inggris, Brasil, dan Portugal itu sendiri serta negara lain.

Fans Argentina gelap mata, semua di sangkut pautkan dengan Ronaldo dengan Portugal, padahal kenyataan tidaklah demikian.

Usai pertandingan setelah Spanyol bawa pulang thropi, fans bola berbagai negara memang seakan bersatu merayakan kemenangan Spanyol sekaligus merayakan kekalahan Argentina, terutama fans dari Mesir, Inggris, Swiss, Cape Verde, yang semuanya kalah menyakitkan, sakitnya bukan karena semuanya kalah murni, tapi mereka merasa kalah karena ada faktor lain yang lebih menguntungkan Argentina.  faktor lain  dinamika global seperti persoalan Palestina ikut mewarnai banyak dukungan juga ke Spanyol.

Kalau saya sendiri seperti di tulisan terdahulu, bahwa tiap piala dunia saya selalu fleksibel, kalau piala dunia Qatar saya dukung Inggris, Argentina, Jerman. Tahun ini lebih mendukung Negara-negara yang belum mencicipi piala dunia, Di Eropa saya dukung Belanda, Belgia, Portugal, Kroasia, di Afrika dukung Maroko, Mesir, Ghana, di Asia dukung Jepang, di Amerika yah Amerika dan Meksiko.

Kalau di klub saya fans Chelsea terutama di tahun 2000an, Zaman Drogba, Sheva, Anelka, Terry, Lampard, Cole, Abrahammovic, Jose Mourinho. Bahkan main playstasion pun klub andalan selalu pakai Chelsea.

Tapi gaya bermain saya takjub dengan Barcelona kala itu waktu masih ada Ronaldinho, Etoo, Messi, Puyol, Dani Alves, permainan tiki taka ala Pep Guardiola bikin Barcelona banjir thropi, pertandingan yang jarang terlewati kalau  elclasico Barca ketemu Real Madrid, terutama saat Zidane, Bekham, Ronaldo kuadrat masih merumput di Barnebeu, pertemuan di Liga, di Champion di Copa, dll, tensi selalu panas, atmosfer tinggi, pertandingan laga hidup mati yang selalu dinantikan.

Kalau sekarang antusiasme saya nonton bola mulai sedikit berkurang, pemain jarang kenal lagi, terutama yang di klub, nonton bola paling timnas, PSM,  piala dunia cukup negara-negara andalan dan yang di favoritkan juara, selebihnya cuma nonton highlight, atau berita olahraga, dan yang paling sering cuma liat livescore.

Persoalan bola semua ada masanya, generasi bommers kenal Pele, Bekenbeur, tau Ramang PSM, generasi di bawahnya tau Maradona, Bebeto, Mario kempes, Ruud Gullit, generasi di bawahnya lagi generasi milenial tau bedakan mana Berkamp mana Bekham, Ronaldo Messi yang punya fans masing-masing, genzi saat ini masanya Yamal, Enzo, Haaland, Bellingham atau Mbappe.

Piala dunia 2030 pasti akan berubah lagi, aturan baru akan ada lagi, regulasi bisa berubah lagi, marketing, dan anak andalan FIFA mungkin akan baru lagi, ada yang sudah pensiun, ada yang lagi matang-matangnya, ada pemain debutan baru, ada wonderkit baru, dan bisa jadi Indonesia tiga tahun kedepan sudah tampil juga di pentas dunia itu. 

Acchi
02:06 PM

Sekolah Sepi Peminat...



Usai laga Inggris Argentina, menyempatkan pindah channel tv nonton berita pagi, beberapa berita menayangkan ada sekolah yang hanya mendapatkan murid baru hanya sedikit, ada yang cuma tiga orang, ada yang dua dan satu orang murid, bahkan ada yang tidak ada sama sekali, ini menjadi fenomena tersendiri di tahun ajaran baru.

Penyebabnya macam-macam, ada beberapa variabel yang beraneka ragam, ada yang karena lingkungan sekolah yang kurang penduduk, sekolah lebih dekat dengan pusat bisnis dan industri, ada yang lingkungan sekitar sekolah angka kelahiran anak menurun drastis,  ada pula karena pilihan orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anaknya di tempat yang mereka rasa lebih berkualitas, sekolah unggulan, lingkungan yang kondusif dan tenang untuk belajar, yang pendidikan agama dan karakter bisa terpenuhi, serta pelajaran tambahan seperti tahfidz, bahasa asing ada, dan lain sebagainya, meskipun itu biaya lebih mahal dan sedikit lebih jauh dari tempat domisilinya.

Saat ini terjadi pergeseran, kalau dulu sekolah negeri jadi incaran, sekarang malah sekolah swasta yg  banyak di sasar, karena di swasta terutama SDIT, begitupula sekolah swasta untuk agama lain, jadi primadona karena menjanjikan mutu, bayangkan di daerah saya ini ada SDIT, tempat ponakan saya sekolah murid kelas satunya saja sampai beberapa kelas, dari kelas 1A sampai 1F, kabarnya muridnya sampai 300an lebih.

Kalau zaman saya dulu sekolah SD Negeri menjadi pilihan utama para orang tua, beberapa tetangga saya yang menjadi kawan bermain saya, orang tuanya memasukkan anaknya ke SD Negeri yang menjadi pilihan, yang inpres maupun yang teladan, kalau saya sendiri di pilihkan orang tua masuk di SD dekat rumah, SD swasta Muhammadiyah, meskipun awalnya saya juga sempat di tolak karena umur belum cukup enam tahun waktu itu, padahal Bapak saya kosong satunya Muhammadiyah di kabupaten kala itu, Bapak saya saat itu tidak mau menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya, sebagai Ketum PD Muhammadiyah, tidak mau cawe-cawe intervensi, akhirnya memilih ambil formulir di SD 01 dekat tempat mengajarnya di SMP, Namun tiba-tiba berubah karena nenek saya ngotot untuk tetap di SD Muhammadiyah saja, karena pikirnya waktu saya TK yang jarak tempat mengajar Ibu Bapak saya dengan TK saya cuma berjarak satu tiang listrik saja, saya masih sering kelupaan di jemput. 🤣

Akhirnya yang maju Ibu saya, entah bagaimana negosiasinya Ibu saya, karena ibu saya yang urus, sehingga saya akhirnya bisa sekolah di SD Muhammadiyah, bahkan kabarnya dalam nego itu saya harus dua tahun di kelas satu, di kasi tinggal setahun biar umur bisa setara dengan siswa/i lain, meskipun pada akhirnya, mungkin guru di SD pada lupa, dan saya pun tidak pernah dibuat tinggal kelas, enam tahun tamat juga.

Untuk menyiasati kekurangan pendaftar siswa, sebaiknya perlu langkah-langkah, saya tidak tahu sekarang, apa masih ada SD Negeri yang pakai status unggulan?, kalau masih ada sebaiknya di hapus saja, sistem zonasi di buat fleksibel, jangan ada sekolah kelebihan murid di kelas, yang kelebihan bisa di opor di transfer ke sekolah lain biar ada pemerataan siswa.

SD Negeri juga di tingkatkan kualitas mutu pendidikan dan tunjangan gurunya, kelas di buat nyaman, tidak bikin gerah, bila perlu pakai AC, pakai proyektor, papan tulis digital seperti SD Swasta yang elit, SDIT, mata pelajaran dan ekstra kurikuler tambahan juga ada. Makanya saya lebih setuju dengan pengadaan fasilitas dan pembenahan sekolah di banding eMBG, sebab lebih kelihatan efeknya, begitupula sekolah rakyat, daripada bangun sekolah rakyat dari nol, anggaran pembangunan rawan di MarkUp dan di korupsi, mending anak-anak yang miskin anak yatim di sekolahkan saja di dekat rumahnya, bebaskan semua biaya, fasilitas dari sepatu, buku, seragam, semua di penuhi dan di tanggung pemerintah, terutama oleh dinas pendidikan dan sosial, serta yang utama orang tuanya harus terdata dan dapat bansos, biar anaknya bisa sarapan dan makan malam, anak-anak bisa menikmati bersekolah, orang tua juga nyaman cari nafkah dan bekerja.

Acchi
01:56 PM

Monday, 20 July 2026

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Foto Medsos TVRI Sport


Piala dunia usai, saya termasuk yang bahagia Argentina takluk, meskipun prediksi_ku salah, di Facebook_ku, saya tulis 2-0 untuk Spanyol, Argentina gagal back to back, Messi nangis karena laga perpisahan tidak sesuai ekspektasinya, Argentina yang beberapa kali di untungkan, shubuh dinihari tim Tanggo harus mengakui kekalahan di laga 120 menit, jebol cuma sebiji gol dari Torres, Scaloni harus angkat topi pada gurunya Luis De la Fuente.

Spanyol yang di babak penyisihan yang main slow-slow saja, semalam mereka mengunci pergerakan skuad yang di pimpin Messi itu, tidak ada lagi istilah comeback dramatis, tak ada shot on goal dari Enzo Fernandez, malahan justru kartu merah yang di dapat, pendukungnya pun sampai boring menyaksikan permainan trio Martinez dkk_nya.

La Furia Roja tampil sempurna, tak mau meladeni provokasi dari tim Albiceleste, yang selalu beringas apalagi sering di untungkan wasit, di manja VAR, untung semalam wasit yang memimpin cukup adil, VAR berimbang, nuansa netral, meskipun di akhir laga saat usai Si Paredes kesetanan menghajar salah satu pemain Spanyol.

Yamal 🇪🇦 🇵🇸 anak muda usia 19 pakai nomor punggung 19, main tanggal 19 waktu New Jersey/New York, yang sempat di mandikan Messi waktu masih bayi itu, cukup merepotkan sampai ke jantung pertahanan lawan, Cucurella yang jago naik turun overlap, Cubarsi si anak muda yang tenang bertahan sampai dapat piala pemain muda terbaik, Si Simon matang di bawah mistar gawang cuma kebobolan satu gol selama turnamen, Rodri sang kapten di tengah bisa memainkan tiki taka versi zaman now bersama williams, Ferran Torres dapat durian runtuh dari umpan manja.
 
Skuad La Roja memang layak dapat gelar piala Dunia 2026, bisa mengawinkan juara piala Eropa 2024, back to back sama seperti 2008 dan 2010, kalau dulu Negara Eropa angkat thropi di Benua hitam Afrika, kini tim Eropa angkat piala di Benua Amerika, Trump Presiden Amerika pun sampai meluangkan waktu untuk mempersembahkan Thropi berbalut emas itu, padahal di kepalanya masih mikir  mau caplok minyak di mana lagi, masih pusing urus perang dengan IRAN, Sementara Infantino dan FIFA sudah dapat cuan besar, kembali akan memikirkan turnamen selanjutnya apakah pakai skema 32, 48 atau tambah lagi jadi 64 Negara.
😂😁😆😅🤣 

Acchi
01:26 PM

Sunday, 12 July 2026

Febrie Jampidsus Jadi Tersangka TPPU

Foto Capture Medsos Antara


Sepulang jogging sore kemarin, saat ammari-mari poso (rehat sejenak), sepintas melihat tv yang lagi breaking news, Si Febri Jampidsus di tersangkakan oleh polisi, meskipun kemarin masih ada yang ngomong dahulukan praduga tak bersalah, saya kasih emot ketawa yang ngomong gitu. 😁

Pikirku ngapain pakai praduga tak bersalah, yang barang buktinya sudah bejibun begitu dan terang benderang, emas yang disita lebih berat dari emas yang diatas Monas, duit dengan nilai bermilyar-milyar dengan berbagai macam mata uang negara lain, tempat penyimpanan dan tempat menyembunyikan harta haram itu juga dari berbagai tempat, yang dimiliki dan yang sering di datanginya, mulai dari cafe, money changer, sampai di rumah yang mengaku di miliki sendiri oleh Febri tapi tak dilaporkan di LHKPNnya. 😆

Kita sebagai masyarakat tidak kaget lagi dengan hal-hal seperti ini, masyarakat sudah terbiasa menyaksikan pejabat-pejabat yang ngomong soal korupsi, soal integritas tapi dia juga pelakunya, dia juga master mindnya, kebiasaan yang terus dipertontonkan seperti itu pada akhirnya akan terasa biasa lagi bukan sesuatu yang wah lagi, sama halnya yang saya saksikan kemarin sore ketika paskibraka lagi latihan, sudah tahun ketiga saya lihat mereka jalan robot, meskipun awal pertama kali melihat sempat kaget juga, namun tadi sudah tidak kaget lagi sebab sudah tiga tahun melihat seperti itu. 🤣

Kita sebagai masyarakat turut menikmati saja, menonton drama persoalan rasuah, persoalan beking-bekingan, persoalan institusi yang saling makan, ibarat kasus cicak buaya seperti masa lalu, namun kali ini coklat muda melawan coklat tua, saling buka borok, saling buka kejahatan, itu bagus biar fungsi pengawasan kelihatan nyata daripada saling melindungi. Namun tetap juga sisakan ruang kepercayaan dan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi, sebab namanya juga drama, bisa saja mereka di belakang layar mengatur deal-deal atau win-win solution biar hebohnya tidak terlalu menggelegar. 😅

Pada akhirnya tidak bisa dipungkiri semua institusi, di Bayangkara, di Adhiyaksa punya bajingan masing-masing, punya sapi perah dari kasus ilegal mining, batubara, timah, nikel, ilegal fishing, beking pembalakan hutan dan sawit, yang di jadikan ATM, punya sabu yang bisa di jual, punya diskotik dan tempat prostitusi yang dilindungi, punya dapur eMbg yang dijadikan bancakan, punya kasus yang bisa di jual belikan pasalnya, dan yang paling parah aroma faksi-faksinya, bau-bau institusi ini ada yang condong ke majikan solo dan institusi lainya di belakang penguasa Hambalang, seolah menjadi rivalitas demi kepentingan kelompok mereka, rakyat cuma kebagian geleng-geleng kepala saja atas ulah mereka ini. 🤭

Acchi
07:06 AM

Thursday, 9 July 2026

Piala Dunia Butuh Juara Baru


Saya soal pilihan tidak pernah terpaku pada satu sosok atau satu tim, apalagi sampai mengkultuskan dan menjadi fans fanatik, atau istilah agamanya Ghuluw atau taqlid buta, bukan karena tidak konsisten tapi karena waktu yang membuatnya dinamis sehingga pilihan bisa jadi lebih fleksibel.

Sama seperti Pilpres 2019 saya pilih Prabowo, itu pertama kalinya saya ikut Pilpres, karena sebelumnya saya Golputers, dan tahun 2024 saya pindah pilih Anies, karena kenapa? visinya jelas programnya masuk diakal ku, dan terbukti saya tidak salah pilih, karena Presiden sekarang, menjumlahkan 10+6 saja ngawur. 😆

Namun kali ini saya tidak akan bahas Pilpres, tulisan diatas cuma prembule, yang mau saya bahas soal jagoan saya di Piala Dunia 2026, kalau Piala Dunia 2022 saya memang menjagokan Argentina, Inggris yang sudah lama tidak angkat thropi dan beberapa Negara lain yang belum pernah angkat thropi.

Kali ini saya menjagokan negara-negara yang belum pernah merasakan nikmatnya merengkuh kasta tertinggi sepakbola sejagat, di luar dari delapan Negara yang sudah pernah jadi campiun. Portugal, Belanda, Belgia,  Kroasia, Meksiko, Jepang, Maroko, Mesir, Senegal, dan Norwegia, yang saya andalkan, namun sayang beberapa sudah gugur duluan, yang tersisa sampai perempat final ini yang saya harap sisa Norwegia, Belgia dan Maroko.

Kemarin malam saya termasuk yang berharap Mesir bisa mengalahkan Argentina, ketika Mesir unggul 2-0 saya sempat sangat senang, sampai akhirnya di sisa sepuluh menit Argentina comeback membalikkan skor jadi 3-2 , pemain Mesir mentalnya jatuh, pemain dan official banyak dapat kartu, apalagi beberapa keputusan wasit mulai banyak yang nyeleneh menurutku, kartu buat Mesir gampang keluar dari kantongnya, seharusnya ada moment krusial perlu di tinjau VAR saat pemain Mesir dirugikan, dilanggar, baik di kotak pinalti maupun pelanggaran lain seperti kena, dorongan, tampar dan sikut, Mesir seharusnya layak dapat dua tendangan pinalti, karena dua pemainnya ada yang kena tackel, dilanggar di kotak 16 itu.

Namun sudahlah, bola memang bundar, Argentina tidak bisa dipungkiri adalah kesayangan FIFA, Messi adalah personal branding yang dijadikan alat marketing dan cuan buat FIFA & Infantino di Piala Dunia kali ini, babak perempat final, semifinal kalau Swiss atau Inggris, Norwegia tak mampu menghentikan tim Tanggo ini, maka 99% Argentina akan back to back menjadi kampiun dua kali berturut-turut.

Tapi saya masih berharap, semoga foto terlampir di atas, jadwal perempat final, negara-negara yang sebelah kanan yang jadi juaranya, biar piala dunia kali ini ada juara barunya, kalau yang di sebelah kiri masing-masing sudah punya bintang diatas logonya.

Nb:
*Foto Facebook Timnas Indonesia + edit Ai

Acchi 
08:46 AM

Wednesday, 8 July 2026

Sponsor Partner Piala Dunia 2026

Foto Medsos Mebisi

Piala Dunia FIFA bukan sekadar turnamen sepak bola terbesar di dunia. Di balik kemegahan pertandingan, stadion yang megah, dan jutaan penonton dari berbagai negara, terdapat jaringan perusahaan multinasional yang menjadi tulang punggung pembiayaan penyelenggaraan turnamen. Sponsor bukan hanya penyedia dana, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran global yang menjadikan Piala Dunia sebagai etalase bisnis terbesar di muka bumi.

Yang kita saksikan di layar kaca yang ada di stadion yang terpampang pada papan iklan led board, maupun yang di jadikan background saat pemain konfrensi pers, atau pemain menerima penghargaan man of the match, adalah sponsor-sponsor resmi yang ada di piala dunia 2026, Amrika, Kanada, Meksiko.

Menariknya, sponsor resmi Piala Dunia berasal dari beragam sektor industri. Hal ini menunjukkan bahwa sepak bola telah berkembang menjadi industri global yang mampu menjangkau hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Sponsor sebagian besar berasal dari Amerika, kemudian ada yang dari Jerman, Arab, China, Qatar, Korea, dan lain sebagainya.

Di sektor olahraga, Adidas menjadi mitra paling ikonik FIFA. Perusahaan asal Jerman ini telah puluhan tahun memasok bola resmi pertandingan, perlengkapan wasit, dan berbagai atribut olahraga. Kehadiran Adidas menjadi simbol hubungan erat antara industri olahraga dan Piala Dunia.

Di bidang energi, Aramco mewakili industri minyak dan gas. Kerja sama ini menunjukkan bahwa perusahaan energi terbesar dunia juga melihat sepak bola sebagai sarana membangun citra dan memperluas pengaruh global.

Sektor otomotif diwakili oleh Hyundai dan Kia. Kedua produsen kendaraan asal Korea Selatan tersebut menyediakan dukungan transportasi serta memanfaatkan Piala Dunia sebagai media promosi kepada miliaran calon konsumen.

Dalam bidang keuangan, Visa dan Bank of America berperan sebagai sponsor utama. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana sistem pembayaran digital dan layanan perbankan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ajang olahraga modern, mulai dari transaksi tiket hingga layanan keuangan bagi pengunjung.

Industri makanan dan minuman menjadi sektor dengan jumlah sponsor terbanyak. Coca-Cola hadir sebagai salah satu mitra FIFA paling legendaris yang telah bekerja sama sejak puluhan tahun lalu. Frito-Lay mempromosikan produk camilan, McDonald's mewakili restoran cepat saji, Mengniu Dairy membawa produk susu, Unilever memperkenalkan berbagai produk kebutuhan sehari-hari, sementara AB InBev memasarkan merek minumannya di negara-negara yang regulasinya mengizinkan. Dominasi sektor ini menunjukkan bahwa konsumsi makanan dan minuman memiliki hubungan erat dengan budaya menonton sepak bola.

Di bidang teknologi, Lenovo dan Hisense memanfaatkan Piala Dunia untuk memperkenalkan komputer, laptop, televisi, hingga perangkat elektronik rumah tangga. Turnamen yang disaksikan miliaran orang menjadi panggung ideal untuk memperkuat posisi mereka di pasar global.

Sektor transportasi udara diwakili Qatar Airways. Maskapai ini memanfaatkan Piala Dunia untuk memperkuat citra sebagai maskapai internasional yang menghubungkan berbagai negara, sekaligus mendukung mobilitas tim, ofisial, dan suporter.

Perusahaan telekomunikasi Verizon menunjukkan bahwa konektivitas digital kini menjadi bagian penting dari pengalaman menonton sepak bola, baik di stadion maupun melalui layanan daring.

Di sektor perhotelan, Marriott International menyediakan dukungan bagi kebutuhan akomodasi. Sementara itu, Rock-it Cargo bergerak di bidang logistik, memastikan perlengkapan pertandingan, peralatan siaran, dan berbagai kebutuhan operasional dapat berpindah antarnegara dengan aman dan tepat waktu.

Tidak kalah penting, DoorDash menghadirkan layanan pesan-antar berbasis digital, sedangkan ADI Predict menunjukkan berkembangnya penggunaan analisis data dan kecerdasan buatan dalam dunia olahraga modern.

Keberagaman sponsor tersebut memperlihatkan bahwa Piala Dunia bukan hanya milik industri olahraga. Energi, otomotif, teknologi, keuangan, makanan, transportasi, logistik, telekomunikasi, hingga layanan digital sama-sama memanfaatkan turnamen ini sebagai media promosi yang menjangkau miliaran orang di seluruh dunia.

Pada akhirnya, Piala Dunia menjadi bukti bahwa sepak bola telah berubah menjadi sebuah ekosistem ekonomi global. Di setiap gol yang tercipta, di balik setiap siaran langsung, dan di setiap stadion yang penuh oleh suporter, terdapat investasi besar dari perusahaan-perusahaan dunia yang menjadikan sepak bola bukan hanya olahraga, melainkan juga salah satu industri paling bernilai di era modern.

Nb:
*Tulisan di sadur dari berbagai sumber

Acchi
09:46 PM

Negeri Serba Pajak



Pas baru buka pintu pagi tadi, ada petugas yang bagi-bagi kertas hijau putih warna tosca, di depan rumah tetangga, dan ternyata saya juga kebagian, awalnya saya kira kupon undian umroh atau bansos, 😅 pas saya lihat, walah, eh... ternyata lembar kertas SPPT PBB, pajak bumi bangunan.

Yang mana salah satu obyek pajak yang paling tidak masuk di akal ku,🤭. Kertasnya aja tertulis Surat pemberitahuan pajak terhutang, kita dianggap ngutang, 🙄. Bayangkan tanah sendiri, bangun rumah sendiri, pemerintah dengan entengnya tarik pajaknya padahal tidak bantu beli, apalagi bantu bangun rumahnya, padahal waktu beli sudah terlebih dahulu kena pajak, mau dibanguni rumah kena lagi biaya IMB dan pajaknya, bahkan untuk mau jual tanah dan bangunannya kena pajak lagi, kena PPH dan BPHTB, pas bangunannya dipakai usaha lagi-lagi kena pajak. 😁

Sementara tanah ini sifatnya statis, tidak kemana-mana, tetap pada tempatnya, kalau pajak kendaraan masih bisalah saya tolerir dan masih masuk akal dikenakan pajak, meskipun pajak kendaraan di Negeri ini tidak ngotak juga, dibanding Negara tetangga, yang perbandingan nilai pajaknya sangat jomplang, di Negeri seberang bisa murah, sementara di sini pajaknya mencekik dan menguras kantong. Namun okelah kendaraan di pajaki karena kendaraan yang sifatnya mobile, bergerak menggunakan jalan, sebab jalan butuh biaya, mulai dari biaya pembuatan, pengaspalan, perbaikan sampai penambalan, semua butuh dana.

Kemarin melihat di Facebook, Bupati lagi tinjau jalan di suatu tempat yang sudah rusak parah, yang kabarnya sudah akan dikerjakan, ini salah satu fungsi bayar pajak kendaraan yang saya maksud masih masuk diakal ku karena bisa dipakai untuk perbaikan jalan. Tapi ada juga berita menteri PU lagi kunjungan dinas, kunjungan kerja ke Amerika, sambil bawa anak istri pakai duit dari pajak rakyat, apalagi kabarnya sambil mau nonton piala dunia disana, 😆, dan yang paling diluar nurul, kemarin saya lihat video di medsos Gubernur lagi tantrum, ketika dia menonton konten di tiktok, banyak warga yang tanam pisang di jalan berlubang, dan anehnya Gubernur malah bikin pernyataan, kalau jalan yang ditanami pisang oleh warga tidak akan diperbaiki 😂. 

Gubernur seperti ini rada-rada koslet menurutku, tidak mau terima realitas yang terjadi di lapangan, di kritik baperan, padahal gajinya dari pajak rakyat juga, dia harus paham bahwa warga berbuat demikian karena sudah merasa tersiksa, bahkan sudah ada yang mengalami sampai tahunan, karena jalannya di saat panas berdebu, di saat hujan jadi kubangan, dan warga itu juga tetap bayar macam-macam pajak, mulai dari PBB, pajak kendaraan, sampai PPN yang sering nongol di struk belanja atau pembayaran. 🤣...

Acchi
08:06 PM

Tuesday, 7 July 2026

Trump Cawe-cawe Dan Ujian Independensi Fifa



Piala Dunia selama puluhan tahun dikenal sebagai panggung persatuan. Di atas lapangan, warna kulit, bahasa, ideologi, bahkan konflik antarnegara seolah berhenti selama 90 menit pertandingan. Namun Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa sepak bola tidak pernah benar-benar dapat dipisahkan dari politik.

Sebagai tuan rumah utama, Amerika Serikat memiliki tanggung jawab besar memastikan semua peserta, ofisial, wasit, dan suporter memperoleh perlakuan yang adil. Namun justru pada edisi inilah berbagai kontroversi muncul, mulai dari persoalan visa, pembatasan terhadap suporter, hingga dugaan intervensi politik terhadap keputusan disiplin FIFA.

Kontroversi terbesar meledak ketika Presiden Donald Trump secara terbuka meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Tak lama kemudian FIFA membatalkan sanksi larangan bermain sehingga Balogun dapat tampil pada babak 16 besar. Keputusan tersebut langsung memicu kritik dari berbagai federasi sepak bola Eropa, mantan pejabat FIFA, pelatih, hingga pengamat yang menilai bahwa keputusan disiplin seharusnya berdiri di atas hukum permainan, bukan tekanan politik. Ironisnya, Amerika Serikat tetap tersingkir setelah kalah telak dari Belgia sehingga kontroversi itu tidak mengubah hasil akhir pertandingan.

Di sinilah muncul pertanyaan besar mengenai independensi FIFA. Dalam Statuta FIFA ditegaskan bahwa organisasi sepak bola harus menjalankan urusannya secara independen dan bebas dari campur tangan pihak ketiga, termasuk pemerintah. Prinsip ini bukan sekadar aturan administratif, melainkan fondasi agar semua negara diperlakukan sama. Jika keputusan disiplin pemain dapat berubah setelah adanya tekanan politik dari kepala negara, maka muncul preseden berbahaya bahwa kekuatan politik bisa lebih menentukan daripada regulasi pertandingan.

Kontroversi tersebut semakin memperkuat anggapan bahwa FIFA menghadapi dilema besar. Di satu sisi mereka harus menjaga hubungan dengan negara tuan rumah. Di sisi lain mereka wajib mempertahankan prinsip netralitas yang selama ini menjadi dasar organisasi sepak bola dunia. Ketika keseimbangan itu terganggu, kepercayaan publik terhadap integritas kompetisi ikut dipertaruhkan.

Masalah tidak berhenti di dalam stadion. Sejak sebelum turnamen dimulai, kebijakan imigrasi Amerika Serikat telah menimbulkan kekhawatiran luas. Sejumlah wasit dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh visa sehingga penugasan perangkat pertandingan harus disesuaikan. Hal ini menjadi ironi karena pertandingan terbesar di dunia justru menghadapi hambatan administratif terhadap orang-orang yang bertugas menegakkan aturan permainan.

Situasi yang lebih rumit dialami Tim Nasional Iran. Demi menghindari berbagai persoalan keamanan dan administrasi, mereka memilih menjadikan Meksiko sebagai basis latihan (home base) meskipun sebagian pertandingan berlangsung di Amerika Serikat. Kondisi tersebut memaksa tim menjalani perjalanan lintas negara secara berulang, sesuatu yang tentu tidak ideal bagi persiapan atlet profesional.

Dampaknya juga dirasakan oleh para suporter. Banyak pendukung dari negara-negara tertentu menghadapi penolakan visa atau pembatasan masuk ke Amerika Serikat. Akibatnya, atmosfer yang selama ini menjadi ciri khas Piala Dunia kehilangan sebagian warnanya. Turnamen yang seharusnya menjadi pesta seluruh dunia berubah menjadi kompetisi yang tidak dapat dinikmati secara setara oleh semua pendukung sepak bola.

Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi pelajaran penting bahwa menjadi tuan rumah bukan hanya soal stadion megah dan teknologi canggih. Yang jauh lebih penting adalah menjamin kesetaraan bagi semua pihak tanpa memandang kewarganegaraan maupun situasi politik.

Sepak bola memang tidak pernah bisa sepenuhnya lepas dari politik. Namun ada garis yang tidak boleh dilampaui. Ketika pemerintah mulai memengaruhi keputusan wasit, sanksi pemain, akses suporter, hingga mobilitas peserta turnamen, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan kredibilitas olahraga paling populer di dunia.

Pada akhirnya, FIFA akan selalu diingat bukan hanya karena siapa yang mengangkat trofi juara, tetapi juga karena bagaimana mereka menjaga prinsip bahwa di dalam sepak bola, semua peserta harus tunduk pada aturan yang sama. Sebab ketika hukum permainan dapat berubah karena kekuasaan, maka yang kalah bukan hanya satu tim, melainkan keadilan itu sendiri.

Dan akhirnya saya pun ikut bergembira ketika Amerika dilumat Belgia pagi tadi dengan skor mencolok 4-1, ini adalah seperti karma buat Amerika dan Trump yang terlalu cawe-cawe dalam urusan sepakbola yang dimix dengan kepentingan politiknya.

Nb: 
*Tulisan ini disadur dari berbagai sumber.
*Foto Media Sosial

Acchi
08:06 PM