Asri Salam ( Acchi )

Thursday, 15 January 2026

Yaqult Tersangka Kuota Haji



Sudah lama saya menunggu Yaqult bangsad satu ini menjadi tersangka semoga cepat berbaju orange, sampai akhirnya tiba juga kabar gembira ini.

Bajingan ini daya rusaknya sangat fatal apalagi didukung penuh oleh Mlyno, dan besar harapan Mlyno juga harus diusut, mulai dari kasus haji, kasus korupsi laptop, kasus gula, kasus judol, dll. Sebab tidak mungkin tidak ada setoran anak buah keatasan.

Kembali ke Bangsat satu ini, yang merasa dirinya dan kelompoknya paling pancasilais paling NKRI, Si Pro Israel, nyatatanya pengejar bancakan juga.

Dia harus dapat vonis berat, harta rampokan dari jual agama, dari tipu-tipu calon jamaah haji, dan hasil nilep uang rakyat, harus dirampas kembali, dan dibiarkan melepuh dalam penjara.

Bayangkan jatah haji rakyat yang sudah bertahun-tahun menanti dan menunggu, malah diakali dialihkan jadi kuota plus, kuota plus dijadikan bancakan diperjual belikan, jamaah diperas dipaksa bayar mahal namun akomodasi dan pelayanan yang didapat jauh dari harapan dan diluar ekspektasi, bahkan jauh dari nilai yang dibayarkan. 

Begitupula dengan jamaah lain dijegal dengan cara mempersingkat waktu pelunasan setoran haji, sehingga mereka dipaksa gagal berangkat, dan jatahnya dialihkan ke yang plus. Tak tanggung-tanggung sampai puluhan ribu yang gagal haji, puluhan ribu yang dirampas jatah dan haknya. Beberapa dari mereka ada pedagang sayur, ada nelayan, ada petani, ada guru, yang golongan rakyat biasa, dan mereka sudah bertahun-tahun menanti menuju Baitullah.

Dan biadabnya beberapa yang menggantikan jamaah itu dari kalangan kolega dan kerabat si kutu kupret itu.
Sekelas Ustadz Khalid Basalamah pun kena tipu dan beberapa travel lain, oleh kelompok mereka, padahal kelompok mereka sering membubarkan pengajian Ustadz Khalid, sampai urusan haji pun Ustadz Khalid masih dikadalin, yang sejatinya jamah mereka mau Haji furoda tapi dipaksa ambil Haji Plus dengan alasan regulasi dan aturan.

Organisasi keagamaan besar pun sampai dilibatkan, apalagi sang ketum kakaknya sendiri, pantasan si gembul ini pernah bilang bahwa Kementrian Agama adalah hadiah Negara buat NU, ternyata melalui organisasi ini dia buat buka jalur dan jalan mulus bisa melakukan aksi bejatnya.

Pimpinan Ban Serep ini, yang merasa diri dan kelompoknya paling toleran, ternyata perampok juga, pantasan pundi-pundi rekeningnya cepat berkembang biak tanpa validasi akurat dari laporan LHKPNnya, semoga ini adalah tula buat dia, karena mereka pernah membakar kalimat tauhid, mereka pernah lebih mengutamakan suara lolongan anjing daripada suara adzan, si paling anti radikal radikul, dan yang paling sering adalah ketika mereka merasa paling benar dan sering membubarkan pengajian. 

Acchi
07:06 PM