Beberapa tahun terakhir ini, di Bantaeng kalau hujan selalu bikin was-was, apalagi kalau curahnya cukup tinggi meskipun intensitasnya singkat, daerah yang terdampak banjir sudah meluas tidak saja yang di daerah perkotaan di pedesaan pun sudah kena imbasnya, malah banjir beberapa bulan lalu ada video di medsos di daerah ketinggian pun sempat banjir. Di daerah kota yang yang sudah sering langganan kena banjir, terkadang belum tuntas dibenahi problemnya, malah titik-titik lokasi banjir baru justru ikut bertambah, bahkan beberapa orang yang sudah paruh baya yang saya temui pernah ngomong selama hidupnya lokasinya baru kena banjir.
Di hulu yang perlu di benahi, ekosistem yang rusak akan terus menjadi momok bila memasuki musim penghujan, pohon hutan perlu di jaga, sebagai daerah filter resapan alami, akar pohon besar adalah pasak yang mengikat kontur tanah, pori-pori resapan air, yang juga sebagai penyimpanan sumber air alami, pembukaan lahan menjadi ladang sayur dan palawija, perlu kontrol, perlu regulasi, perlu pemahaman dan kesepahaman, antara warga dan pemangku kebijakan.
Begitupula di daerah dataran rendah, biarkan sawah ladang tetap menjadi sawah ladang, apalagi sawah produktif yang biasa panen sampai tiga kali setahun, bukan malah di mudahkan izinnya menjadi kawasan perumahan, kawasan pemukiman dan perkantoran, yang terkadang bangunan infrastruktur yang terbangun itu malah menjadi malapetaka penghalang jalur air.
Kemudian perlu terus edukasi tentang kesadaran menjaga lingkungan, perilaku hidup bersih tidak nyampah sembarangan, apalagi sekarang wadah plastik dari jualan di toko di gadde-gadde sampai jualan UMKM sebagian besar bungkus dan wadahnya berbahan plastik yang habis kepake langsung berubah statusnya menjadi sampah.
Sementara pemerintah perlu memperbanyak titik-titik lokasi pembuangan sampah, baik yang berbentuk paten, maupun bak sampah portable, kendaraan angkut tiga roda perlu di tambah armadanya biar bisa menjangkau lorong-lorong, saya pikir ini lebih prioritas daripada belanja mobil dinas baru Kadis dan Kabid, begitupula mengurangi kegiatan yang tidak begitu urgent.
Meskipun bagus got dan gorong-gorong, kanal dan sungai bersih, tanggul kokoh, warga sudah sadar arti kebersihan dan menjaga lingkungan, tapi kalau ada satu ekosistem yang perubahannya cukup signifikan dan drastis, kemudian tidak ada tindak lanjut untuk membenahi dan memperbaikinya akan menjadi percuma.
Sebab hujan yang turun itu sudah di takar oleh Allah SWT, terkadang manusialah yang merusak wadahnya sehingga terjadi kebocoran, dan bocor itulah di sebut "Banjir"...
#PrayForSumatera
#PrayForBantaeng
Acchi
09:36 PM
